Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Gelap
.yah..gelap
.
Apakah semua yang namanya gelap itu jelek dan tak bermanfaat?
Tidak
.terang dan gelap masing-masing memiliki manfaat
Hari itu, aku menonton flm Barat, sambil aku menggosok pakaian-pakaian, lantas
ada kalimat menarik yang kudengar. Yah..itu dianya ;"Setiap yang terang dan
gelap ada manfaatnya".
Flm itu mengkisahkan seseorang yang sudah patah arang akan nasibnya yang
lumayan sengsara, padahal ia seorang yang kaya. Kekayaan bukanlah segalanya,
karena pada hakikatnya lelaki itu sangat menderita, dikarenakan ia telah
tertipu memiliki seorang istri yang ternyata punya penyakit Gila, ia dijodohkan
dengan istrinya itu, sehingga ia tak dapat bersenang-senang dengan sang putri
raja tersebut.
Suatu kali, ia pergi berjalan-jalan dekat istananya dengan menunggang seekor
kuda putih, namun malang tak dapat di tolak, ia terjatuh, sampai tak bisa
berjalan lagi, dan seorang perempuan kebetulan ada disana menolongnya.
Sudah ditolong oleh perempuan itu, bukannya ia malah berterimakasih, malah
bersikap dingin dan sinis. Sang perempuan yang memang sudah berpengalaman dalam
banyak hal, terutama menghadapi berbagai type manusia hanya mengatakan sepatah
kata :" Tidak selamanya yang gelap itu tak bermanfaat"
Kata-kata ini rupanya begitu terngiang-ngiang ditelinga sang raja, dan juga
diriku yang sedang menggosok itu.
Yah,..aku berfikir, memang benar, kalau tanpa langit gelap, manalah mungkin
cahaya bintang dan bulan yang indah itu kelihatan jelas. Dengan adanya kebutaan
mata, bisa jadi si Buta tadi, terhindar dari melihat yang diharamkan Allah
Ta'ala.
Aku jadi teringat firman Allah Ta'ala, " Bahwa bisa jadi apa yang engkau
bencii, justru ia baik untukmu, dan apa yang engkau sukai, bisa jadi jelek
untuk dirimu"
Segala rintangan, cobaan kepahitan hidup yang kita hadapi, tidak selamanya
berdampak buruk untuk diri kita. Sepanjang kita merasakan bahwa apapun yang
terjadi pada diri kita, bisa jadi itulah yang terbaik untuk diri kita. Asalkan
kita selalu berprasangka baik pada Allah Ta'ala, dan mengambil hikmah segala
kejadian/segala cobaan/bala buruk yang menimpa diri kita. Seperti kata orang
negeri seberang sana :"Positive thinking sajalah". Negeri Arab bilang :Husnu
Dzann(baik sangka) pada Allah Ta'ala.
Terkadang, hati kita sakit dibohongi oleh orang yang kita cintai, atau sahabat
dekat kita, atau anak-anak kita, atau siapapun yang dekat dengan kita,
yah..jelek sekali kelihatannya. Namun, mari cobalah kita berbaik sangka selalu,
mungkin saja kebohongannya itu justru untuk menjaga hati, menjaga keutuhan RT,
keutuhan hubungan kita.
Orang yang selalu berpikiran positif, hidupnya akan selalu tenang, damai, tidak
resah dan gelisah. Karena ia sadar bahwa segala sesuatu sudah diatur yang maha
kuasa. Rasa Iman, rasa percaya pada Allah yang terkadang membuat seseorang
terbiasa sabar dan tabah serta tenang dalam menghadapi alang merintang, cobaan
dan ujian hidup ini.
Ada sebuah hadits yang sudah sangat terkenal dikalangan ummat islam, yakni
sebuah hadits derajatnya shahih.
Tanda-tanda orang yang Munafiq tiga. Apabila ia berbicara ia berdusta, apabila
ia diberi amanah, dia khianat, apabila ia berjanji ia tidak menepatinya".
Lantas, adakah diantara kita bersih dari kedustaan?
Saya rasa tidaklah. Hampir rata-rata kita pernah berdusta. Yang jadi
permasalahan adalah kedutaan itu bukanlah suatu watak, tetapi suatu
keterpaksaan.
Akh..benarkah..bisa jadi benar, bisa jadi salah.
Kalau kita pernah berdusta, berarti salah satu diantara tanda-tanda orang
Munafik kita miliki bukan? So pastilah
Lantas, apakah dengan memiliki salah satu ciri tanda kemunafikan itu, lantas
kita termasuk didalam ayat AlQuran bahwa ganjaran orang munafiq adalah berada
"didalam neraka yang terdalam"?...
Tentu tidaklah, tidak sebegitu sekali kerasnya ajaran Islam. Masih ada toleran
dan dari beberapa kedustaan yang lebih diringankan, atau pengecualiannya,
semacam dalam hadits yang cukup mashur juga, namun derajatnya ada perawi yang
lemah, ada yang kuat, namun ia begitu banyak memiliki jalan periwayatan, dan ia
ada dalam beberapa kitab Sunan, bahkan hadits inipun termaktub dalam shahih
Muslim. Bunyinya seperti ini:
Dari Hamid bin Abdirrahman dari Ibunya, ia berkata. Rasulullah
Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: " Tidaklah dikatakan dusta seseorang yang
berdusta demi kebaikan untuk mendamaikan dua orang yang bermusuhan, kemudian
dusta dalam peperangan(alharbu khid'ah=peperangan itu tipu muslihat), kedustaan
seorang suami kepada istrinya dan istri kepada suaminya(untuk menjaga keutuhan
RT, atau mungkin menyenangkan hati pasangannya). Sayur keasinan dikatakan enak
juga, toh bukankah ia dusta? Jelas dusta toh
tapi salahkan dustanya tersebut?
Tentu tidaklah, karena ia ingin menghargai kerjaan istrinya yang sudah
capek-capek masak, koq malah di cerca? Tentulah meskipun asin, dia bilang enak,
atau lebih baik diam saja.
Inilah salah satu contoh, tidak selamanya yang gelap itu berbahaya, gelap
itupun ada manfaatnya juga.Berbaik sangka, positive thinking lah selalu. Sabar
dan tenang dalam menghadapi gelombang kehidupan ini, agar kapal selamat sampai
ke tujuan tepi pantai, daratan luas menanti kita.
Wassalamu'alaikum. Cairo, 16 Ramadhan 2008. Rahima
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/