Thursday, 16 October 2008 06:28

Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII) mengundang umat Islam dalam

Tabligh Akbar Membongkar Kejahatan Farag Fouda dan Para Pemujanya di

Indonesia



Hidayatullah.com--Pada 8 Juni 1992, Farag Fouda, tokoh liberal Mesir

terbunuh. Pada 3 Juni 1992, sejumlah ulama al-Azhar menyatakan, Fouda

telah murtad dari agama Islam, karena banyak menghujat Islam.



Di Indonesia, buku Fouda justu diterbitkan oleh YAYASAN PARAMADINA dan

penerbit DIAN RAKYAT, dengan judul; "Kebenaran yang Hilang: Sisi

Kelam Praktik Politik dan Kekuasaan dalam Sejarah Kaum Muslimin. Fouda

menuduh Usman bin Affan r.a. mati dalam kondisi hina.



Fouda menulis: "Usman diposisikan sebagai orang paling hina dan

paling sial di antara umat Islam." (hal.27). Karena begitu hinanya,

maka Usman tidak dimakamkan di pemakaman Islam, tetapi di pekuburan

Yahudi. (hal. 26).



Fitnah keji terhadap sahabat Nabi terkemuka dan menantu Rasulullah saw

oleh Fouda justru justru dipuji-puji oleh Prof. Dr. Azyumardi Azra dan

Prof. Dr. A. Syafii Maarif.



Bahkan, Syafii Maarif menyatakan: "Terlalu banyak alasan mengapa

saya menganjurkan Anda membaca buku ini. Satu hal yang pasti: Fouda

menawarkan "kacamata" lain untuk melihat sejarah Islam. Mungkin

Fouda akan mengguncang keyakinan Anda tentang sejarah Islam yang lazim

dipahami. Namun kita tidak punya pilihan lain kecuali meminjam

"kacamata" Fouda untuk memahami sejarah Islam secara lebih

autentik, obyektif dan komprehensif".



"Banyak manipulasi data. Sayangnya, banyak yang tertipu, karena buku

Fouda dipuji-puji oleh dua profesor sejarah aktivis AKKBB," ujar

peneliti sejarah dari INSISTS, Asep Sobari Lc sebagaimana artikelnya

yang dimuat di www.hidayatullah.com <http://www.hidayatullah.com/> .



Untuk membahas masalah ini, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia (DDII)

mengundang umat Islam dalam Tabligh Akbar bertema, "Membongkar

Kejahatan Farag Fouda dan Para Pemujanya di Indonesia."



Acara akan dilaksanakan hari Jumat besok, tanggal 17 Oktober 2008.

Acara dilaksanakan pada pukul 13.30 WIB sampai selesai bertempat di

Masjid al-Furqan, Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, Jalan Kramat

Raya 45 Jakarta Pusat.



Tabligh Akbar akan menghadirkan beberapa pakar pemikiran Islam.

Diantaranya, Asep Sobari Lc (Peneliti sejarah di Institute for the Study

of Islamic Thought and Civilizations/INSISTS), Adian Husaini MA, KH A.

Khalil Ridwan Lc (Ketua MUI Pusat) dan Hedi Muhammad (Forum Ulama Umat

Bandung). [cha/www.hidayatullah.com


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke