----- Forwarded Message ----

From: Sutikno <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, October 14, 2008 7:40:08 AM
Subject: Trs: Re: [pengusaha-muslim] Bagi yang Masih Memiliki Hati Nurani




--- Pada Sen, 13/10/08, Abu Mushab <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: Abu Mushab <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: [pengusaha-muslim] Bagi yang Masih Memiliki Hati Nurani
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Tanggal: Senin, 13 Oktober, 2008, 7:06 PM


Assalamu'alaikum warahmatullohi wabarokatuh

Ikhwah sekalian, sekarang kita sudah semakin yakin bahwa tentara-tentara setan 
dari golongan manusia di negeri kita memang sudah banyak sekali dan semakin 
kurang ajar, untuk menghadapi mereka bukan hanya dengan kekuatan otot dan 
ngotot tapi juga diperlukan amal jama'i untuk menyelamatkan negeri ini dari 
tentara-tentara setan tersebut. marilah kita bersama melakukan suatu amal nyata 
demi agama kita, negara kita, anak cucu keturunan kita supaya terselamatkan. 
Kita lakukan apa yang kita bisa dari keahlian kita dan apapun yang kita mampu.
kita berdoa semoga RUU yang melarang semua aktifitas porno bisa segera di 
berlakukan dan kita bela kehormatan agama kita, kita niat kan ibadah dan 
bernilai jihad insya Alloh



----- Original Message ----
From: hilmi hilmi <hm_accounting@ yahoo.com>
To: pengusaha-muslim@ yahoogroups. com
Sent: Monday, October 13, 2008 2:42:03
Subject: Re: [pengusaha-muslim] Bagi yang Masih Memiliki Hati Nurani


Rekan-rekan sekalian sekarang sangat jelas siapa yang menjadi musuh Islam. 
sudah saatnya kita berbuat dan berjuang untung melawan suara minoritas yang 
berusaha menjadi mayoritas. mereka di DPR hanya 2 fraksi tapi mampu mengalhkan 
fraksi yang mayoritas. mereka buat opini penolakan sedemikian rupa, sehingga 
mediapun merupakan bagian dari mereka yang menolak. ayo rekan - rekan kita 
berjuang sampai di sahkannya RUU anti pornografi ini



----- Original Message ----
From: imam rozali <[EMAIL PROTECTED] com>
To: pengusaha-muslim@ yahoogroups. com
Sent: Monday, October 13, 2008 12:09:22 PM
Subject: Re: [pengusaha-muslim] Bagi yang Masih Memiliki Hati Nurani


menyedihkan memang, disaat kita membutuhkan pegangan untuk memperbaiki akhlak 
anak bangsa; masih ada juga orang yang lebih senang mengadop budaya barat. 
generasi muda kita sudah banyak yang terjerumus dalam lembah degradasi iman, 
apalagi jika tidak ibentengi dengan UU tsb. Bagaimana nasib generasi penerus 
bangsa kita??? kok masih banyak juga yang berorientasi materi, khawatir akan 
terganggu bisnis "remang2" mereka jika UU tsb jadi disyahkan.

mari kita berdo'a, semoga kebenaran menjadi cahaya terang bagi mereka yang 
belum juga mengerti betapa UU tsb penting bagi kita dan masa depan anak kita.

wassalam



2008/10/13 bin_kuddah <[EMAIL PROTECTED] com>

TANGGAPAN TERHADAP PENOLAKAN RUU ANTIPORNOGRAFI

Pembaca yang budiman, sesungguhnya apabila kita cermati perkembangan
kondisi masyarakat negeri ini di era globalisasi sekarang, perasaan
prihatin dan iba tentu seolah tak kunjung henti menghinggapi hati.
Kemajuan teknologi yang pada mulanya merupakan kenikmatan yang Allah
berikan kepada umat manusia, kini telah berubah menjadi bumerang dan
senjata penghancur moral generasi. Musibah ini semakin bertambah parah
dan menjadi-jadi tatkala perusakan moral ini telah dibungkus dengan
kedok seni dan kebebasan berkreasi.

Tengoklah beberapa tahun yang silam sebelum menjamurnya VCD dan
perluasan jaringan internet ke berbagai lini. Saat itu kita mungkin
masih menemukan segerombolan pemuda ingusan yang begitu doyan membaca
tabloid yang menampilkan gambar-gambar tak sopan. Namun, saat ini
fenomena semacam itu mulai jarang kita temui. Bukan karena hobi
maksiat dan  kesukaan mengumbar nafsu telah hilang, namun hobi itu
kini telah menemukan sarana baru yang lebih mengerikan dan lebih
mengikis keimanan. VCD dan tontonan-tontonan tak sopan telah tersaji
di tempat-tempat umum. Begitu pula televisi, pada hari ini mayoritas
tayangan televisi telah menjadi ramuan racun yang siap membunuh hati
nurani penontonnya secara perlahan dan mematikan.

Perintah Menundukkan Pandangan

Allah ta'ala berfirman yang artinya, "Katakanlah kepada lelaki yang
beriman agar menundukkan sebagian pandangan mereka dan memelihara
kemaluan-kemaluan mereka. Itulah yang lebih suci bagi mereka.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa pun yang kalian kerjakan. Dan
katakanlah kepada perempuan yang beriman agar menundukkan sebagian
pandangan mereka dan memelihara kemaluan-kemaluan mereka, dan
janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa
tampak darinya, hendaknya mereka juga menutupkan kain kerudung mereka
di atas dada-dada
mereka…" (QS. An-Nuur: 30-31)

Ayat yang mulia ini menunjukkan perintah Allah kepada para lelaki dan
perempuan yang beriman agar menundukkan pandangan dari lawan jenis
yang bukan mahramnya. Kalaupun melihatnya secara tidak sengaja maka
hendaknya segera memalingkan pandangannya. Jarir bin Abdullah
Al-Bajali pernah bertanya kepada Nabi shallallahu `alaihi wa sallam
tentang pandangan tiba-tiba/tak sengaja, "Maka beliau memerintahkanku
untuk memalingkan pandangan mataku." (HR. Muslim)

Menundukkan pandangan merupakan salah satu adab bagi orang yang berada
di tepi jalan. Dari Abu Sa'id, Rasulullah shallallahu `alaihi wa
sallam bersabda, "Jauhilah duduk-duduk di pinggir jalan!" Mereka (para
sahabat) mengatakan, "Wahai Rasulullah, kami tidak bisa meninggalkan
majelis tempat kami berkumpul yang kami biasa berbincang-bincang di
sana." Maka Nabi mengatakan, "Kalau kalian tidak bisa, maka
tunaikanlah hak jalan." Mereka pun bertanya, "Apakah haknya jalan
wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Menahan pandangan, tidak
mengganggu, memerintahkan yang ma'ruf, dan melarang yang mungkar."
(HR. Bukhari dan Muslim)

Menjaga pandangan akan memelihara hati dari kotoran. Oleh sebab itu
Allah menyatakan bahwa menundukkan pandangan itu, "Itulah yang lebih
suci bagi mereka." Al-Hafizh Ibnu Katsir mengatakan, "Hal itu akan
lebih membersihkan hati mereka dan menjaga kesucian agama mereka."
(Tafsir Ibnu Katsir)

Keindahan Syari'at Islam

Apabila kita mencermati ayat di atas dengan baik, maka di dalamnya
banyak terkandung hikmah yang menunjukkan betapa indah syari'at Islam
ini. Diantaranya adalah:

1. Allah mewajibkan bagi laki-laki dan perempuan yang beriman untuk
menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka.
2. Kaum perempuan wajib menutupi perhiasan mereka dan menutupi
tempat-tempat meletakkan perhiasan itu, selain bagian tertentu yang
memang sulit untuk disembunyikan karena adanya kepentingan (lihat tiga
faidah ini dalam Aisar At-Tafasir)
3. Yang dimaksud menundukkan pandangan bagi lelaki adalah agar
mereka menahan pandangan dari memandangi aurat, perempuan asing/bukan
mahram, atau amrad (lelaki muda yang belum tumbuh jenggotnya atau
memiliki wajah seperti perempuan) karena dikhawatirkan timbul
fitnah/godaan nafsu akibat memandangi mereka.
4. Barangsiapa yang menjaga pandangan dan kemaluannya dari hal-hal
yang diharamkan maka dia akan mendapatkan kesucian dan terbebas dari
kotoran-kotoran perbuatan keji yang biasa melekat pada para pecandu
maksiat (lihat Taisir Al-Karim Ar-Rahman)

Buruknya Gaya Hidup ala Barat

Setelah kita memahami keindahan syari'at Islam yang menjaga kehormatan
laki-laki dan perempuan dengan adanya syari'at menundukkan pandangan
dan mengenakan jilbab, maka kita akan bisa dengan tegas menyatakan
betapa buruknya gaya hidup ala barat (baca: ala binatang) yang banyak
diobral di media cetak maupun elektronik (layar kaca) yaitu dengan
menampilkan para perempuan dengan dandanan dan pakaian yang tidak
menutup aurat.

Sehingga akan bisa kita simpulkan bahwa gaya hidup semacam itu merupakan:

1. Pembangkangan terhadap perintah Allah, padahal Allah adalah
satu-satunya Dzat yang menciptakan dan memberikan rezeki kepada kita,
yang menghidupkan dan mematikan kita. Alangkah besar kedurhakaan para
penyeru kebebasan perempuan untuk mengobral aurat di layar-layar kaca
kepada Rabb mereka!
2. Kaum perempuan yang ikut serta menjadi fotomodel atau artis
film/sinentron/ iklan yang jelas-jelas ikut memamerkan aurat di hadapan
khalayak telah jelas-jelas mengabaikan kewajiban mereka untuk menutup
aurat. Alangkah jelek perbuatan mereka, mereka rela menjual harga diri
dan kehormatan mereka demi mendapatkan sepeser dunia dan kenikmatan
yang semu dan pasti sirna!
3. Orang-orang yang ikut serta menyebarkan gambar-gambar atau
film-film semacam ini atau bahkan menjadikannya sebagai profesi dan
hobinya pada hakikatnya secara tidak langsung telah menuduh Allah
tidak bijaksana dan berlaku aniaya kepada kaum perempuan, atau bahkan
mereka menganggap Allah dan Rasul-Nya mengekang kebebasan hak asasi
kaum perempuan! Aduhai, siapakah yang lebih tahu: Allah yang
menciptakan mereka, ataukah mereka yang tidak mengerti tentang
hikmah-Nya?!
4. Orang-orang yang tergoda dan terseret dalam gaya hidup semacam
itu telah menodai kesucian dan kehormatan dirinya. Padahal dengan
menjaga kemaluan dan menundukkan pandangan itulah sebenarnya kesucian
dan kehormatan mereka akan terjaga. Maka kalau mereka mengatakan,
"Yang penting kan hati. Asal hati kita baik, niat kita baik, dalam
rangka mensyukuri kenikmatan yang Allah berikan kepada perempuan kan
tidak mengapa?" Jawabnya adalah di dalam ayat ini Allah menegaskan
kebersihan hati itu akan didapatkan dengan menjaga pandangan dan
kemaluan, maka kita tanyakan kepada mereka, "Bagaimanakah caranya kita
bisa menjaga pandangan dan kemaluan jika kaum perempuan justru dengan
sukarela mengobral aurat di media-media massa?!" Aduhai, siapakah di
antara kita yang telah kehilangan hati nuraninya? Bagaimana mungkin
akan kita bela pornografi dan pornoaksi dengan alasan hak asasi dan
kebebasan berkreasi dan karya seni?! Maha Suci Allah dari apa yang
mereka ucapkan…

Saudara-saudaraku, bulan puasa telah mengajari kita untuk meninggalkan
hal-hal yang pada asalnya boleh dinikmati di hari-hari biasa. Makan,
minum, dan berhubungan suami-isteri bagi yang berhak melakukannya.
Sekarang tatkala bulan Ramadhan akan habis, akankah kita melupakan
hikmah yang agung ini dari jantung
kehidupan kita; bahwa kita meninggalkan itu semua karena Allah ta'ala
memerintahkan kita, walaupun kita menyukainya. Maka bagaimana lagi
jika sesuatu yang kita sukai adalah hal-hal yang haram dan
mendatangkan murka Rabb pencipta dan penguasa jagad raya? Akankah kita
terus melestarikannya dengan alasan demi membela hak asasi manusia
menghormati kreatifitas seni dan seabrek alasan-alasan kosong lainnya?!

Wahai manusia-manusia yang masih memiliki hati nurani; tidakkah kalian
ingat bahwa kalian dulu bukan apa-apa.. Kalian dulu belum terlahir di
alam dunia ini. Namun lihatlah; tatkala kalian telah menikmati
berbagai rezeki dari-Nya dan kalian pun menjadi dewasa, bertubuh kuat,
berharta dan berkedudukan maka dengan ringannya kalian durhakai Rabb
kalian; yang setiap hari mencurahkan nikmat-Nya yang tak terhitung
kepada kalian? Akankah kalian akan bertahan di atas kebodohan semacam
ini… Bertaubatlah kepada Rabb kalian, sebelum datangnya hari
ditampakkannya kesalahan-kesalahan , hari yang dahsyat dan
mengguncangakan alam semesta… hari di mana penyesalan dan seluruh
kekayaan dunia tidak lagi berharga di sisi-Nya. Marilah memohon
ampunan dan taufik dari-Nya agar hati kita kembali bersih dan bisa
menghadap-Nya nanti dalam suasana suka cita. Laa haula wa laa quwwata
illa billaah!

Selesai ditulis di Yogyakarta dengan dorongan seorang sahabat yang mulia

Jum'at, 26 Ramadhan 1429 H
Seorang hamba yang membutuhkan Rabbnya

Ari Wahyudi
Semoga Allah mengampuninya

***

Artikel www.muslim.or. id

 


________________________________
 Get your new Email address!  
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!      
________________________________
 Nama baru untuk Anda!  
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!



      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke