Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh Hati-hati terhadap bahaya Hutang Mungkin, ada diantara kita yang menganggap sepele masalah hutang ini. Mudah-mudahan para pembaca artikel ini, tidak demikian adanya. Kenapa? Karena, permasalahan hutang ini, cukup berat, kalau tidak dilunaskan dan diselesaikan didunia ini, kelak hutang ini, akan bisa menggantungkan perkara kita diakhirat sana. Kita tahu, betapa Allah dan RasulNya sangat perhatian masalah hutang ini, sampai-sampai ayat terpanjang dalam AlQuran saja, adalah ayat yang membicarakan masalah hutang piutang ini. (Silahkan dirujuk Q.S Al Baqarah 282). Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Ja'far, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah akan selalu bersama(memperhatikan,), orang yang berhutang, sampai yang berhutang menunaikan/melunaskan hutang-hutangnya itu, kecuali Allah tidak bersamanya disaat yang tidak disukaiNya).(H.R Hakim, Al Baihaqi, dllnya dengan derajat shahihul isnad). Imam Atturbasty menjelaskan akan makna hadits ini adalah : "yang dimaksud dengan orang yang berhutang disini adalah, mereka yang berkaitan dengan hak-hak manusia, bukan berarti bahwa hanya orang yang berhutang(tidak dibayar) saja yang akan mendapat balasan buruk ketimbang mereka yang mencuri, perampok, pengkhianat(semacam koruptorlah, pengkhianat Negara).sama-sama mendapat balasan tuh, karena berkaitan dengan hak-hak seseorang, hak manusia apalagi hak Negara. Imam An Nawawi memberikan penjelasan akan makna hadits diatas adalah : Hadits ini sebagai peringatan untuk kaum muslimin terhadap sekalian hak-hak anak Adam. Adapun masalah Jihad, kesaksian dan segala amalan baik lainnya, yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak-hak anak Adam, tetapi bersangkut paut dengan hak-hak Allah Ta'ala, sesungguhnya Jibril mengatakan hal demikian padaku, kecuali masalah Hutang ini.(kitab tahifatul Ahwaji, oleh Imam Mhd Abd. Rahman, 5/302). Dalam sebuah riwayat Annasai dan Hakim, dari Abi sa'id Al Khudri ra, menyatakan, rasulullah bersabda: 'Aku berlindung kepada Allah dari kekufuran dan Hutang". Seorang sahabat bertanya, "Ya rasulullah, apakah engkau samakan antara kekufuran dan hutang? "Ya," sabda Rasulullah". Kekafiran dan hutang memang memiliki kesamaan. Kekufuran menghalangi seseorang masuk surga, kecuali sempat ia bertaubat sebelum ajal datang. Demikian pula hutang, dapat menghalangi seseorang masuk surga, kecuali dilunasinya dulu hutangnya tersebut. Hutang penghalang masuk surga: Muhammad bin Abdullah bin Jahsyi mengutarakan, Rasulullah duduk ditempat jenazah akan diletakkan. Lalu beliau menengadahkan wajah kelangit, kemudian menundukkan kepalanya. Setelah itu meletakkan tangannya diatas kening dan bersabda: Subhanallah..Subhanallahh..tiada sesuatu yang diturunkan yang sangat berat sampai besok pagi." Apakah yang dimaksudkan dengan sesuatu yang berat itu? "Hutang" sabda beliau. Demi Tuhan yang memegang diriku, sekiranya seseorang terbunuh di jalan Allah(fiisabiilillah), kemudian dia dapat hidup kembali, kemudian dia terbunuh, tetapi ia mempunyai hutang, maka ia tidak dapat masuk surga sampai hutangnya itu dibayar lunas."(H.R Thabrani, Annasaai, dan Hakim). Pahala Dua kali bagi orang yang memberi hutang. Abu Mas'ud menginformasikan, Muhammad Rasulullah bersabda: "Seseorang Muslim yang memberi hutang kepada sesamanya sebanyak dua kali, sama halnya dengan bersedeqah satu kali".(H.R Ibnu Majah). Maksudnya adalah, bila ada seseorang berhutang kepada kita. Pada hutang yang pertama belum dibayarnya, sudah hutang kedua kalinya. Maka bagi yang memberikan hutang pahalanya jadi dua. Pertama pahala memberikan pinjaman, kedua, pahala mengeluarkan sedeqah, padahal hakikatnya kita tidak mengeluarkan sedeqah. Bolehkah, seseorang berhutang dan lunas hutangnya dengan bersyarat oleh sipemberi hutang? Boleh saja. Kalau itu berasal dari sipemberi hutang, bukan dari yang berhutang. Contoh. Seorang kakak, memberikan pinjaman kepada adiknya uang untuk biaya kuliyahnya. Kemudian sang kakak menyatakan :'kalau kamu bisa lulus, dan selesai kuliyahmu, maka segala hutangmu lunas". Andaikan benar, sang adek berhasil kuliyahnya, sesuai dengan syarat yang diberikan kakaknya tadi, maka lunaslah segala hutang yang dipinjam sang adek tadi(dan contoh semacam ini bisa saja terjadi antara sesama muslim, tidak harus saudara kandung, contoh, "segala hutangmu bisa lunas dengan syarat ). Andaikan tidak berhasil, maka sang adek tetaplah harus melunasi hutangnya tersebut, sampai ada ketentuan pelunasan hutang. Bagaimanakah sikap seorang pemberi hutang kepada yang dihutangi??. Hendaklah sipemberi hutang bersabar menunggu sampai ada waktu bagi sipenghutang membayar hutangnya, Andaikan disedekahkan itu juga baik bagi sipemberi hutang (Q.S Al Baqarah 280). Andaikan saja hutang-hutang bangsa Indonesia bisa disedeqahkan oleh Negara yang meminjamkan, alangkah indahnya. Tetapi adakah didunia ini manusia sanggup memberi sedeqah dan melunasi hutang setiap saat dengan orang itu ke itu saja, atau negara itu keitu saja? Allahu'alam. Sulit ditemukan. Yang ada hanyalah bea siswa, dari tahun ketahun itu keitu saja. Ini bukan hutang, tetapi pemberian. Beda antara hutang dan pemberian. Pemberian, seseorang biasanya dengan ikhlas memberi tanpa diminta dulu, sementara hutang, diminta dulu baru diberi, walaupun ketika memberikan hutang itu dengan hati ikhlas memberikan pinjamannya. Dan tidak boleh hutang dilebihkan dalam kadar yang dipinjamnya, karena ini sama dengan Riba.Kalau dikampung, mungkin ini yang dikatakan lintah darat. Menghisap darah tanpa terasa.Sudah hampir habis darah, baru terasa sakitnya. Wassalamu'alaikum. Cairo, 20 Oktober 2008.Rahima Silahkan kunjungi: Http://www.rahmatmesir.blogspot.com www.rahmancairo.blogspot.com www.abdurrahimsumin.blogspot.com www.rahimarahim.multiply.com __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ === Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta Informasi lengkap di: http://www.media-islam.or.id http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

