DASAR UTAMA UNTUK MENYANGGAH PENDAPAT ORANG APABILA: BERBEDA PENDAPAT, BERBEDA
PENGERTIAN DAN BERBEDA CARA MENGAMALKANNYA.
A’udzu billahis sami’il ‘aliimi minasy syaithaanir rajiim.
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara, dan Adik-adikku yang saya hormati, yang
saya cintai dan insya Allah dirahmati, diberi petunjuk dan hidayah dan
dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT).
DASAR UTAMA UNTUK MENYANGGAH PENDAPAT ORANG.
1-Memperdebatkan ayat-ayat Al Qur’an dianggap kafir. Qs.40:4
2-Kufur kpd ayat-ayat Al Qur’an, sia-sia amalannya. Qs.18:103-102
3-Kafir terhadap ayat-ayat Al Qur’an, neraka Qs.4:56
4-Memecah belah umat dianggap musyrik.Qs.30:31,32
KITA HARUS BERIMAN KEPADA YANG GHAIB
Yang ghaib antara lain adalah:
(1)-Allah Azza Wa Jalla.
(2)-Malaikat-malaikat Allah.
(3)-Alam-Nya Allah Azza Wa Jalla.
(4)-Alamnya Malaikat.
(5)-Alamnya jin, setan, iblis.
(6)-Alamnya Ruh-ruh manusia yg belum diturunkan kedunia.
(6)-Jin, setan, iblis.
(7)-Ruh atau Jiwa, atau Hayyat, atau nafsu.
(8)-Alam Barzah, alamnya ruh-ruh manusia yang sudah mati.
(9)-Kehidupan akhirat.
(10)-Takdir
(11)-Kapan terjadinya Hari Kiamat.
KITA HARUS YAQIN BAHWA TIDAK ADA YANG MENGETAHUI YANG GHAIB KECUALI ALLAH.
(1)-Yang mengetahui yang ghaib haya Allah. Qs.6:59; 27:65
(2)-Nabi Muhammad s.a.w. tidak mengetahui yg ghaib. Qs.6:50
(3)-Malaikat-malaikat juga tdk mengetahui yg ghaib. Qs.27:65
BERIBADAH HARUS MENCONTOH (I’TIBAH) KEPADA CARA
IBADAH RASULULLAH S.A.W.
Hadits Shahih Imam Bukhari No. 1939; Bulughul Marom.278,346.
Perhatian Artikel ini tidak untuk diperdebatkan. Apabila anda berbeda pendapat
silahkan anda membuat artikel sendiri, berdasarkan dalil-dalil yang anda yaqini
kebenarannya. Niat saya hanya menyampaikan satu ayat dua ayat agar umat Islam
yang belum mengetahui, supaya mengetahui beberapa ayat-ayat Al Qur’an yang
terkandung didalam artikel ini, bagi yang sudah mengetahui ya untuk mengingat
kembali, setelah mengetahui mudah-mudahan bisa menambah iman dan takwa bagi
mereka yang ikhlas dan mau mengamalkannya, didalam kehidupannya sehari-hari..
Mengapa setiap Artikel saya, saya tulis seperti tersebut diatas, maksud saya
adalah:
(1)-Sekiranya anda berbeda pendapat dengan penulis, silahkan anda membuat
artikel sendiri dengan dalil-dalil dan sanggahan, yang antara lain:
(1-A)-Berdasarkan Artikel yang berjudul “Beriman kepada para Malaikat-malaikat
Allah”
(1-B)-Malaikat Munkar dan Nakir tidak tercatat didalam Al Qur’an. . .
Sanggahan: A-Berdasarkan Hadits Shahih ini. . . . . . . .
B-Berdasarkan Al Qur’an, Surat ini, ayat ini . . . . .
C-Berdasarkan ini. . . . . . . . .
D-Berdasarkan ini . . . . . . . .
(1-C)-Berdasarkan dalil-dalil tersebut diatas maka ksimpulannya adalah begini.
. . . . . .
Kesimpulannya:
Berdasarkan dalil-dalil tersebut diatas, maka saya tidak sependapat dengan
tulisan Sukarman yang menyatakan begini. . . . . ..
Bagi para pembaca silahkan anda memilih yang mana yang anda anggap paling benar
menurut anda dan silahkan anda amalkan menurut pilihan anda..
PERHATIAN SANGGAHAN TIDAK MENYIMPANG DARI DASAR-DASAR HUKUM AGAMA ISLAM.
Dasar-dasar pokok, hukum-hukum Agama Islam adalah:
(1)-Al Qur’an dan syariat-Nya.
Sebagai sumber hukum yang pertama.
(2)-Hadits-hadits Shahih dari shahihurriwayat.
Sebagai sumber hukum yang kedua, setelah Al Qur’an.
(3)-Hukum Fiqih yang terdiri dari Ijtihad dan Qiyas
Sebagai hukum yang ketiga, apabila hukum yang pertama dan kedua tidak ada.
IBADAH
1-Mengapa kita harus mengetahui makna ibadah.
2-Fungsi Ibadah.
3-Apa syarat-syarat diterimanya ibadah.
4-Sebab-sebab tertolaknya ibadah.
5-Sia-sia amal ibadahnya.
6-Penyesalan: “Setelah mati, di Yaumul Hisab, di Neraka”, tiada gunanya
SYARAT-SYARAT DITERIMANYA IBADAH
Niat dengan: 1-Ikhlas 2-Ittiba’; 3-Membuahkan hasil
Sanggahan tidak boleh keluar dari dasar pokok tersebut diatas, apabila anda mau
menyanggah pendapat orang, silahkan.
Demikian yang bisa saya sampaikan, agar dapat dimengerti dan kita tidak salah
memilih, dan kita tidak boleh hanya percaya apa adanya (taqlit buta), sebab
Allah peringatkan kepada hamba-Nya yang tercatat didalam Al Qur’an sebagai
berikut:
[17.36] Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan
diminta pertanggungan jawabnya.
[7.179] Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari
jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk
memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak
dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka
mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat
Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi.
Mereka itulah orang-orang yang lalai.
Alhamdulillahirabbil’alamin, Allahu a’lam, billahi taufik wal hidayah,
wasallamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Sukarman..