BELAJAR DASAR-DASAR ILMU MUSHTHALAHUL HADITS 
No.2

A’udzu billahis sami’il ‘aliimi minasy syaithaanir rajiim. 
Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. 
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara, dan Adik-adikku yang saya hormati, yang 
saya cintai dan insya Allah dirahmati, diberi petunjuk, hidayah dan dimuliakan 
oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT).

GAMBARAN SANAD
Pasal 2: Gambaran Sanad Hadits, Sabda Rasulullah s.a.w.didengar oleh sahabat 
(seorang atau lebih) (S), dari S disampaikan kepada Tabi’in (T), dari Tabi’in 
(T) disampaikan kepada Tabi’ut Tabi’in (TT), dari TT disampaikan kepada Tabi’it 
Tabi’ut Tabi’in (TTT) dari TTT disampaikan kepada Mudawwin Hadis (Penulis, 
pencatat atau pembuku hadis) contoh Imam: Bukhory, Muslim, Achmad, Abu Dawud, 
An Nasa-i, Ibnu Majah, Tirmidzi, dsb. 

Sewaktu meriwayatkan hadis Nabi s.a.w. (sanadnya hadis). Contoh Bukhori 
umpamanya, hadis ini diucapkan kepada saya oleh seorang yg namanya A, A 
berkata: “Diucapkan kepada saya oleh B”. B berkata: “Diucapkan kepada saya oleh 
C”. C berkata: “Diucapkan kepada saya oleh D”. D berkata: “Diucapkan kepada 
saya oleh E”. E berkata: “Diucapkan kepada saya oleh F”. F berkata: “Diucapkan 
kepada saya oleh G”. G berkata: “Diucapkan kepada saya oleh Nabi s.a.w”. Hadis 
ini sanadnya nyambung sampai kepada Nabi Muhammad s.a.w.  Menurut contoh ini, 
antara Nabi dan Bukhari, ada 7 orang. Tujuh ini tidak mesti, bisa kurang atau 
lebih.

RAWI, SANAD, DAN MUDAWWIN
Pasal ke 3. Rawi, Sanad dan Mudawwin Hadits.
Tiap-tiap seorang dari A sampai G yang disebut di Pasal ke 2 itu, dinamakan 
Rawi, yakni yang meriwayatkan, dan sejumlah dari rawi-rawi bagi sesuatu hadis, 
dinamakan sanad, yakni sandaran, jembatan, titian, atau jalan yang menyampaikan 
sesuatu hadis kepada kita. 

Sanad itu terkadang disebut Isnad. Isnad itu berarti juga mengadakan atau 
menunjukkan sanad buat sesuatu hadits.

MUDAWWIN.
Mudawwin, maknanya (artinya) pembuku, pencatat, pendaftar, maksudnya ialah 
orang ‘alim yang mencatat Hadis Rasulullah s.a.w. seperti Imam: Bukhari, Imam 
Muslim, Imam Achmad bin Hambal, Imam  Abu Dawud, Imam At Tirmidzi, Imam An 
Nasa-i, Imam Ibnu Majah,  Imam Ibnu Khuzaimah, Imam Ibnu Hibban  dan 
lain-lainnya.

SHAHABI DAN TABI’I
Pasal ke 4. Sahabat dan Tabi’i
“G”.Yang mendengar Hadits dari Nabi s.a.w. seperti tersebut pada pasal ke 2 
itu, ialah seorang Sahabat Nabi s.a.w., dan F orang yang tidak berjumpa dengan 
Nabi s.a.w., tetapi mendengar Hadits dari Sahabat itu dinamakan “Tabi’i”

AWAL DAN AKHIRNYA SANAD
Pasal ke 5. Awal Sanad dan Akhirnya Sanad.
Sanad itu menurut istilah Ahli Hadis ada Awalnya dan ada Akhirnya, yakni ada 
permulaan sanad dan ada kesudahan sanad. Yang dinamakan permulaan sanad itu 
bukanlah dari “G” yang bertemu Nabi s.a.w.; tetapi dari “A” ke atas lihat pasal 
2). Jadi Rawi seperti Bukhori, dinamakan awal sanad, dan Sahabat Nabi (atau 
Tabi’i) dinamakan akhir sanad. Demikian dengan Imam Muslim, Bukhari, Achmad, 
Abu Dawud dan lain-lainnya.

SIFAT-SIFAT RAWI
Pasal ke 6 Sifat-Sifat Rawi
Tiap-tiap seorang dari rawi-rawi Hadis itu hendaklah bersifat (mempunyai sifat):
1-Tidak terkenal sebagai pendusta.              
2-Tidak dituduh sebagai pendusta.
3-Tidak banyak salahnya.
4-Tidak kurang telitinya.
5-Tidak fasiq.
6-Tidak ragu-ragu.
7-Tidak ahli bid’ah.
8-Tidak kurang kuat hafalannya.
9-Tidak sering menyalahi rawi-rawi yang kuat.
10-Tidak, tidak terkenal, (rawi yang terkenal, ialah seorang yang dikenal oleh 
dua orang ahli hadits di zamannya).

SIFAT-SIFAT RAWI
Pasal ke 7. Bagaimana mengetahui sifat-sifat rawi?
Tiap-tiap seorang dari rawi-rawi, hendaklah dikenal oleh 2 orang dari ahli 
Hadits di zaman masing-masing. Sifat masing-masing rawipun hendaklah 
diterangkan oleh ahli Hadits di masing-masing masa. Semua rawi-rawi 
Hadits-hadits dari zaman Nabi s.a.w.hingga masa dicatat oleh imam-imam ahli 
Hadits di kitab-kitab mereka, sudah disebut di kitab-kitab Hadits oleh ulama 
ahli Hadits dari zaman sahabat, tabi’in, dan dibawahnya, yakni tiap-tiap ulama 
ahli Hadits disatu masa telah catat (ditulis) sifat-sifat rawi-rawi dan tarikh 
lahir dan wafat mereka di zaman masing-masing untuk diketahui oleh orang-orang 
yang dibelakang mereka. Pendeknya, tiap-tiap seorang rawi, jika hendak 
mengetahui sifat-sifatnya, tarikhnya dan apa-apa Hadits yang sudah 
diriwayatkan, bisa kita dapat dari kitab-kitab ulama Hadits mulai zaman dahulu. 
Tidak seorangpun dari rawi-rawi Hadits terluput dari pada catatan ulama Hadits. 
Rawi yang tidak ada catatannya, dinamakan Maj-hul, tidak terkenal,
 rawi yang tidak terkenal, tidak diterima Hadits yang ia riwayatkan.

Demikian yang bisa saya sampaikan, saya hanya sebatas menyampaikan apa yang 
baru saya ketahui dari Al Qur’an dan Hadits Shahih. Semoga bermanfaat bagi yang 
membaca, yang menghayati maknanya dan mengamalkannya didalam kehidupan 
sehari-hari. Semoga bertambah iman dan takwa kita dan semoga kita selamat dari 
siksa neraka yang amat sangat pedih dan ngeri.. Alhamdulillahi Rabbil’alamin. 
Billahi taufik wal hidayah, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Sukarman.   


Sumber bacaan: 
(1)-“Al Qur’an dan Terjemahnya” Cetakan Mujamma’ Al Malik Fahd Li Thiba’ At Al 
Mush-haf Asy Syarif” , Medinah Munawarah PO.Box.6262 Kerajaan Saudi Arabia.
(2)-Hadits Shahih Imam Muslim (HSM), Terbitan KBC.Malaysia.
(3)-Hadits Shahih Imam Bukhari (HSB), Terbitan KBC, Malaysia.
(4)-Hadits Bulughul Maram, A.Hasan, Terbitan, Diponegoro, Bandung



--- On Sat, 11/1/08, priyo djatmiko <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: priyo djatmiko <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: RE: [Al-Ikhwan] MALAIKAT MUNGKAR DAN NAKIR
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: ""Hidayahnet"" <[EMAIL PROTECTED]>, ""Mencintai-islam"" <[EMAIL 
> PROTECTED]>, ""Eramuslim"" <[EMAIL PROTECTED]>, "tauziyah" <[EMAIL 
> PROTECTED]>, "Syiar Islam" <[email protected]>, "al-ikhwan" <[EMAIL 
> PROTECTED]>
> Date: Saturday, November 1, 2008, 12:41 PM
> (5)-Allah SWT tidak mungkin lupa mencatat didalam Al
> Qur’an, bahwa ada Malaikat yang bernama Mungkar dan Nakir
> dan tugasnya sebagai “Penanya dan Peng-Adzab didalam
> Qubur”.
> 
> ?????
> 
> 1. Darimana ayatnya yang menunjukkan bahwa "Jikalau
> ada malaikat bernama munkar nakir dan adzab kubur, pastilah
> Aku akan sebutkan dalam al Qur`an?". Maaf Pak Sukarman
> ex Petrosea, kalau saya bolak-balik 6616 ayat al Quran tidak
> dapat saya temukan ayat yang bunyinya begitu.
> 2. Lagipula tidak ada yang mempermasalahkan nama munkar dan
> nakir, yang dipermasalahkan orang-orang adalah adzab qubur,
> jadi jangan dibelokkan. Jumhur ulama pentahqiq (peneliti)
> menyimpulkan bahwa tidak ada nama malaikat munkar dan nakir
> yang shahih, jadi kalau kita tidak beriman dengan adanya
> malaikat bernama munkar dan nakir ya ini gak masalah. Tapi
> kalau ada yang ngotot tidak beriman dengan adzab qubur, ini
> bermasalah, dan akan diperingatkan  oleh ikhwah dengan
> dalil-dalilnya, setelah itu terserah mau ruju` ilal haqq
> atau tidak, dari situ kelihatan kredibilitas orang tersebut.
> 
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] on behalf of sukarman
> ex_petrosea
> Sent: Fri 10/31/2008 9:03 PM
> Cc: "Hidayahnet"; "Mencintai-islam";
> "Eramuslim"; tauziyah; Syiar Islam; al-ikhwan
> Subject: [Al-Ikhwan] MALAIKAT MUNGKAR DAN NAKIR
>  
> MALAIKAT MUNKAR DAN MALAIKAT NAKIR
> 
> Assalamu'alaikum wr wb.
> Sebagai pertimbangan saya didalam artikel yang berjudul
> "Beriman kepada Malaikat-malaikat Allah" sebagai
> berikut:
> 
> I-KITAB SUCI AL QUR'AN
> (1)-Al Qur'an adalah mutlak kebenarannya. Qs.2:147
> (2)-Al Qur'an benar-benar wahyu Allah. Qs.69:38-48
> (3)-Al Qur'an diturunkan melalui wahyu. Qs.42:51,52;
> 26:192-195; 2:97; 53:1-3; 20:114 . . .
> (4)-Al Qur'an telah sempurna, tidak mungkin ada yang
> ketinggalan.
>  Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan
> telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai
> Islam itu jadi agama bagimu. Qs.5:3
> 
> (5)-Allah SWT tidak mungkin lupa mencatat didalam Al
> Qur'an, bahwa ada Malaikat yang bernama Mungkar dan
> Nakir dan tugasnya sebagai "Penanya dan Peng-Adzab
> didalam Qubur".
> 
> II-HADITS-HADITS SHAHIH
> Hadits shahih bersumber dari perkataan dan perbuatan Nabi.
> s.a.w.
> Segala perbuatan dan perkataan Rasulullah s.a.w. bersumber
> dari wahyu.  Silahkan anda baca Qs.6:50; 46:9; 53:4
> 
> KESIMPULANNYA
> Dengan sumber yang sama yaitu wahyu dari Allah SWT, tidak
> mungkin ada hadits yang bertentangan maknanya, matannya
> dengan makna yang terkandung didalam ayat-ayat Al
> Qur'an.
> 
> DERAJAT KITAB-BITADEB HADITS
> Tidak ada satupun daripada kitab-kitab hadits yang tidak
> terdapat di dalamnya Hadits-hadits yang lemah. Ada yang
> sedikit dan ada yang banyak, kecuali Hadits-hadits Imam
> Bukhari dan Imam Muslim dapat dikata bahwa hampir semua
> Hadits yang tercatat (tersebut) di dalam dua kitab itu,
> shahihur-riwayat (artinya riwayatnya sah) walaupun ada
> Hadits-hadits yang matannya, maknanya bertentangan dengan
> isi kandungan didalam Ayat-ayat Al Qur'an. Apabila ada
> hadits yang matan dan makna bertentangan dengan kandungan
> dari Ayat-ayat Al Qur'an, maka hadits itu masih perlu
> diperbincangkan. Bukan berarti saya ingkar terhadap sunnah
> Rasul. Bukan berarti saya tidak percaya kepada Rasulullah
> s.a.w. tidak, sekali lagi tidak, tetapi apakah benar matan,
> muatan, makna yang terkandung didalam hadits itu benar-benar
> keluar dari lisan Rasulullah s.a.w.?
> 
> III-BERIMAN KEPADA YANG GHOIB
> Yang ghoib antara lain:
> 1-Allah, Allah Azza Wa Jalla, Allah SWT.
> 2-Alam Ilahiyah, alamnya Allah SWT.
> 3-Malaikat-malaikat Allah.
> 4-Alam kehidupannya Malaikat-malaikat Allah
> 5-Dan sebagainya-dan sebagainya . . . . . .
> 
> A-Ghoib, yang mengetahui yang ghoib hanya Allah Qs.6:50,59;
> 27:65
> B-Malaikat-malaikat pun tidak mengetahui yang ghoib.
> Qs.27:65
> C-Rasulullah s.a.w. pun tidak mengetahui yang ghoib. Qs.
> 6:50
> 
> Percayakah anda terhadap apa yang tercatat didalam
> Ayat-ayat Al Qur'an sbb: Qs.6:50,59;  Qs.27:65; Silahkan
> dibuka Al Qur'annya dan dibaca, dimengerti maknanya.
> 
> Pertanyaannya:
> Mungkinkah manusia bisa mengetahui yang ghoib, yaitu
> tentang adanya Malaikat Munkar dan Nakir yang  tugasnya
> sebagai "Penanya dan Peng-Adzab di Alam Qubur?" 
> 
> Kalau ada manusia yang mengetahui tentang adanya Malaikat
> Mungkar dan Nakir dan tugasnya sebagai penanya dan
> peng-adzab di alam qubur, berarti jelas pendapat manusia itu
> bertentangan dengan Qs.6:50,59; Qs.27:65
> 
> Kalau demikian yang tidak benar orangnya atau Al
> Qur'annya?
> 
> Para pembaca yang dirahmati Allah SWT.
> Saya ini manusia biasa yang tidak terlepas dari salah dan
> khilaf, maka, barangkali  saya lupa, atau saya overlook,
> tidak terbaca olehku tentang Malaikat Munkar dan Nakir dan
> Tugas-tugasnya di dalam Al Qur'an. 
> 
> Barangsiapa yang mengetahui tentang Malaikat Munkar dan
> Nakir dan Tugas-tugasnya, barangkali  tercatat didalam Al
> Qur'an.
> Al Qur'an Surat apa? Dan ayat Nomor berapa? Tolong
> beritahukan kepada saya (Sukarman). Nanti akan ada hadiah
> uang sepantasnya. 
> 
> Mengenai Mungkar dan Nakir, barangkali tercatat didalam
> Buku Hadits, tolong sampaikan kepada saya. Hadits siapa?
> Buku nomor berapa? Nomor hadits berapa? Hadits-hadits
> tersebut antara lain:
> 1-Hadits Shahih Imam Bukhari.
> 2-Hadits Shahih Imam Muslim.
> 3-Hadits Imam Ahmad bin Hambal.
> 4-Hadits Abu Dawud.
> 5-Hadits At Tirmidzi.
> 6-Hadits An Nasa'i.
> 7-Hadits Ibnu Majah.
> 8-Hadits Ibnu Khuzaimah
> 9-Hadits Ibnu Hibban 
> 10-Hadits Ibnu Hakim, dan barangkali ada pencatat hadits
> yang lain.
> Saya ini berpacu melawan waktu, kapan lagi saya bisa
> menyampaikan ilmu agama yang saya miliki, walaupun hanya
> beberapa ayat-ayat Al Qur'an dan Hadits Shahih yang baru
> saya ketahui, tetapi kalau waktu saya hanya untuk berdiskusi
> yang menjurus kepada perdebatan, nanti waktu saya habis
> hanya untuk diskusi masalah Mungkar dan Nakir saja.
> 
> Sekarang terserah kepada para pembaca berdasarkan
> dalil-dalil tersebut diatas, mau beriman kepada adanya
> Malaikat Mungkar dan Nakir silahkan, itu hak anda, mau tidak
> percaya kepada adanya Malaikat mungkar dan Nakir itu juga
> silahkan, itu hak anda, didalam agama tidak ada paksaan.
> Saya hanya sebatas  menyampaikan apa yang saya ketahui.
> Terserah anda.
> 
> Demikian yang bisa saya sampaikan, kesempurnaan milik
> Allah, kesalahan milik saya, saya mohon maaf apabila ada
> yang kurang berkenan dihati anda, maksud dan tujuan saya,
> saya hanya sebatas menyampaikan beberapa ayat-ayat Al
> Qur'an dan Hadits yang baru saya ketahui, agar diketahui
> oleh para pembaca, bagi yang sudah mengetahui ya untuk
> mengingat kembali, sekali lagi saya mohon maaf kalau ada
> kata-kata yang kurang berkenan dihati anda, maklum ilmu
> pengetahuan agama saya masih cetek, saya masih perlu belajar
> terus.
> 
> 
> Wassalamu'alaikum wr wb.
> 
> Sukarman
> 
> 
>       
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]



      

Kirim email ke