JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU
MEMBENTUK AKHLAQ LUHUR 
DAN BUDIPEKERTI YANG MULIA
No.5  bersambung. 

A’udzubillaahi minasy syaithaanir rajiim.
Bismillahirrahmanirrahiim.

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh. 
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara dan Adik-adikku yang insya Allah 
dirahmati dan dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. 

Ketahuilah bahwa, setiap orang Islam, setiap orang Muslim, Muslimat, Mukminin, 
Mukminat, setiap orang yang beriman, itu bersaudara. Maka dari itu alangkah 
baiknya sekiranya sesama Umat Mahammad s.a.w. saling nasihat menasihati supaya 
Menta’ati ajaran Allah dan Rasul-Nya, Menta’ati segala Ketentuan-ketentuan-Nya 
dan  saling menasihati supaya menta’ati kebenaran, dan nasihat menasihati 
supaya berbuat kesabaran. 

Sebelumnya saya mohon ma’af apabila didalam cara saya menyampaikan artikel ini 
kurang berkenan dihati anda, kurang ber adab..

(16)-DENDAM, HARAM SALING MENDENGKI,  MARAH, SALING TAK ACUH.
Dari Anas bin Malik r.a.katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah kamu 
saling marah, jangan saling dengki, dan jangan pula saling tak acuh satu sama 
lain. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim 
menjauhi saudaranya (sesama muslim) lebih dari tiga hari.” HSM.2189

Dari Abu Ayyub Al Anshori r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tidak halal 
bagi seorang muslim tidak bersapaan dengan saudaranya (sesama muslim) lebih 
dari tiga malam.Keduanya saling bertemu juga, tetapi mereka saling tak acuh 
satu sama lain. Yang paling baik diantara keduanya ialah yang lebih dahulu 
memberi salam (menyapa).” HSM.2190

Dari Abu Hurairah r.a.katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Hindarilah 
prasangka, karena prasangka itu berita yang paling bohong. Jangan saling 
mencari-cari keburukan orang. Jangan saling mengorek rahasia orang dan saling 
menyaingi. Jangan saling mendengki. Jangan saling marah dan jangan saling tak 
acuh. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara sebagai hamba-hamba Allah..” HSM.2191

Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Janganlah kamu 
saling menjauhi (tidak bersapaan). Jangan saling tak acuh. Jangan saling 
mencari-cari cela masing-masing. Dan jangan sebagian kamu menawar barang yang 
sedang ditawar orang lain. Tetapi jadilah kamu semua bersaudara selaku 
hamba-hamba Allah.” HSM.2192

Dari Abu Hurairah r.a.katanya Rasulullah s.a.w. bersabda: “Seorang muslim 
adalah saudara bagi sesama muslim. Karena itu janganlah menganiayanya, jangan 
membiarkannya teraniaya dan jangan menghinanya. Taqwa tempatnya disini! Sambil 
beliau menunjuk kedadanya tiga kali. Alangkah besar dosanya menghina saudaranya 
sesama muslim. Setiap muslim haram menumpahkan darah saudaranya sesama muslim. 
Haram merampas hartanya, dan haram mencemarkan kehormatan atau nama baiknya.” 
HSM.2193

(17)-DUDUK-DUDUK BERSAMA ORANG KAFIR, KAMU AKAN MENJADI SERUPA DENGAN MEREKA. 
Qs.4:140
Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa apabila 
kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh 
orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka 
memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat 
demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka.  Sesungguhnya Allah akan 
mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam. 
Qs.An Nisaa’, surat ke 4, ayat 140

(18)- DURHAKA KEPADA KEDUA IBU-BAPAK (ORANG TUA)
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan 
hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.  Jika salah 
seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam 
pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya 
perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka 
perkataan yang mulia.Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan 
penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, 
sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". Qs.Al Israa’, surat 
ke 17 ayat No. 24, 25

Dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh 
kegelapan. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka. Qs.80:40,41,42

Dari al Mughiroh r.a. dari Nabi s.a.w.beliau bersabda: “Allah telah melarang 
keras (mengharamkan) kamu mendurhakai ibu, melarang berbuat kikir, dan mengubur 
anak perempuan. Tuhan benci kalau kamu terlalu banyak berbicara begini-begitu, 
terlalu banyak bertanya, serta membuang-buang harta tidak pada tempatnya.” 
HSB.No.1693

Dari Anas bin Malik r.a.katanya: Rasulullah s.a.w. pernah menyebutkan dosa-dosa 
besar, atau pernah ditanya orang tentang hal itu. Beliau berkata: 
“Mempersekutukan Alloh, membunuh manusia, durhaka kepada kedua orang tua.” 
Setelah itu beliau berkata: “Akan saya beritahukankah kepadamu dosa besar yang 
paling besar?” Beliau melanjutkan: “Perkataan bohong!” Atau beliau berkata: 
“Kesaksian yang dusta (bohong)!”. HSB.1694

Dari Abdullah bin Amru r.a. katanya: Datang seorang Arab dusun kepada Nabi 
s.a.w., dan bertanya: “Ya Rosululloh! Apakah dosa besar itu?” Jawab Nabi: 
“Mempersekutukan Alloh.” Tanya: “Susudah itu apa?” Jawab Nabi: “Durhaka kepada 
ibu bapak.” Tanya: “Sesudah itu apa?” Jawab Nabi: “Sumpah palsu.” Saya 
(Abdullah) bertanya: “Apakah sumpah palsu itu?” Jawab Nabi: “Yang bermaksud 
hendak mengambil harta orang Islam, sedang tuntutannya tidak benar.” HSB.1842. 
Baca Bab khusus “Durhaka kepada Ibu-Bapak adalah dosa besar dan kemurkaan 
Allah..

(19)-DUSTA-MENDUSTAKAN AGAMA, 
“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak 
yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah 
bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,  
orang-orang yang berbuat ria.  dan enggan (menolong dengan) barang berguna. 
Qs.Al Maa’uun (107): 1 s/d 7;  

(20)-FITNAH-MEMFITNAH, MENGADU DOMBA
Dan barang siapa yang mengerjakan kesalahan atau dosa, kemudian dituduhkannya 
kepada orang yang tidak bersalah, maka sesungguhnya ia telah berbuat suatu 
kebohongan dan dosa yang nyata.  Qs.4: 112

Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari 
tempat mereka, mereka telah mengusir kamu dari (Mekah); dan fitnah itu lebih 
besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di 
Masjidilharam, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka 
memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi 
orang-orang kafir. Kemudian jika mereka berhenti (dari memusuhi kamu), maka 
sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Qs.Al Baqarah (2): 
191,192

Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan (sehingga) 
keta’atan itu hanya semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari 
memusuhi kamu), maka tidak ada permusuhan (lagi), kecuali terhadap orang-orang 
yang lalim. Qs.Al Baqarah (2): 193

Berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. 
[2.217] Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. 
Katakanlah: "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi 
(manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) 
Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) 
di sisi Allah. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. 
Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan 
kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barang siapa 
yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka 
mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah 
penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Dan di antara manusia ada orang yang berkata: "Kami beriman kepada Allah", maka 
apabila ia disakiti (karena ia beriman) kepada Allah, ia menganggap fitnah 
manusia itu sebagai azab Allah. Dan sungguh jika datang pertolongan dari 
Tuhanmu, mereka pasti akan berkata: "Sesungguhnya kami adalah besertamu." 
Bukankah Allah lebih mengetahui apa yang ada dalam dada semua manusia? Dan 
sesungguhnya Allah benar-benar mengetahui orang-orang yang beriman: dan 
sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang munafik.  Qs.Al Ankabuut (29): 
10,11

(21)-GESA-TERGESA-GESA
Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan 
adalah manusia bersifat tergesa-gesa.Qs.Al Isroo’ (17): 11
 
Karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat..  
Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu.  
Qs.Ash Shooffaat (37): 69, 70

Semoga bermanfaat bagi yang membaca dan yang mengamalkannya.
Semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk dan hidayah-Nya, 
kepada saya sekeluarga,dan para pembaca semua, amin.

Wasalam
Sukarman.




      ____________________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! 
http://id.yahoo.com/

Kirim email ke