Baru-baru ini, sebuah provokasi kembali dilancarkan terhadap umat Islam di
Indonesia, dengan peluncuran sebuah blog berisi kartun kehidupan Nabi Muhammad
SAW. Isi kartun itu berisi penghinaan terhadap Rasulullah, para istri beliau,
dan para sahabat.
Begitu vulgarnya kartun itu, sehingga ada adegan persenggamaan segala
dimasukkan di dalamnya. Jika penggambaran Rasulullah secara visual saja sudah
terlarang di dalam Islam, apalagi penggambaran dalam pose-pose yang sangat
menjijikkan.
Yang berbahaya bagi ketenteraman umat, nama blog itu tampaknya sengaja
dikaitkan dengan etnis/suku tertentu di Indonesia, yang bisa dikaitkan dengan
penganut agama tertentu (non-Muslim). Maaf, saya tidak akan menyebut nama blog
itu, karena saya tak mau dianggap ikut menyebarkan atau mempopulerkan blog yang
sangat menghina Rasulullah tersebut.
Saya hanya ingin menyerukan kepada seluruh warga, agar hati-hati dan tidak
terprovokasi. Saya sendiri tidak percaya bahwa blog ini dibuat oleh orang dari
suku/agama bersangkutan, tetapi lebih merupakan provokasi dengan tujuan
tertentu. Seolah-olah ada pihak-pihak yang tidak puas dan tidak senang, jika
melihat Indonesia dalam suasana tenang dan damai. Seolah-olah ada tangan-tangan
yang selalu ingin mengobok-oboknya.
Saat ini, masyarakat Indonesia dalam suasana yang rawan. Eksekusi terpidana
mati bom Bali, Amrozi dkk, terbukti tidak menimbulkan reaksi atau gejolak
berarti di kalangan umat Islam Indonesia. Meski ada sedikit riak di kalangan
tertentu, yang memang dekat dengan lingkungan Amrozi dkk, umumnya umat Islam
tampaknya menerima eksekusi itu sebagai hal yang pantas. Episode Amrozi dkk
sudah selesai dan diharapkan tidak akan muncul lagi Amrozi-Amrozi baru.
Sinyalemen akan ada aksi “balas dendam”, tidak pernah terbukti, dan saya
sendiri juga meragukan kredibilitas sinyalemen tersebut.
Namun, masih ada krisis ekonomi sebagai imbas dari ambruknya perekonomian di
Amerika. Meski sedikit limbung, ekonomi Indonesia saat ini masih aman, karena
kondisinya memang lebih baik daripada kondisi tahun 1997, ketika krisis ekonomi
pertama berlangsung. Pemerintah dan masyarakat sendiri tampaknya sudah belajar
banyak, dari pengalaman pahit krisis berkelanjutan, akibat penerapan resep IMF
yang keliru.
Lima bulan ke depan, juga akan berlangsung pemilu legislatif 2009, yang
kemudian akan disusul dengan pemilihan presiden. Pihak-pihak dan partai politik
yang bersaing sudah mulai kampanye dan pasang kuda-kuda, untuk jor-joran pada
2009. Namun, kondisi politik nasional umumya masih tertib dan stabil.
Kini, di tengah suasana itu, saat Presiden SBY dan delegasi RI sedang mengikuti
pertemuan G-20, di dalam negeri muncul lagi isyu baru bernuansa SARA (suku,
agama, ras, dan antargolongan), yaitu soal kartun Nabi.
Siapa yang bermain di balik munculnya blog provokatif ini? Apa tujuan dan
kepentingannya? Keuntungan apa yang akan ia raih dengan provokasi, yang
cenderung mengarahkan untuk terjadinya clash antara umat beragama terebut?
Pertanyaan-pertanyaan inlah yang harus dicermati, khususnya oleh umat Islam.
Jangan terpancing melakukan tindakan kekerasan, karena mungkin memang itulah
yang dikehendaki oleh pihak-pihak yang “bermain”.
Jakarta, 18 November 2008