Dari Moderator: Sebenarnya moderasi di sini cukup selektif, sehingga sebagian anggota milis yang rajin posting ada yang agak marah karena postingnya tidak diloloskan.
Meski demikian, ada juga 1-2 yang lolos. Tapi dari yang lolos itu hendaknya kita bisa mengambil hikmahnya. Pertama kita bisa tabayyun apakah itu benar/tidak. Sehingga isyu/fitnah bisa dibersihkan di sini dan tidak menyebar ke mana2. Kemudian jika ada kebenarannya meski hanya 20-30%, mudah2an kita bisa introspeksi diri. Selain itu saran saya kepada anggota milis, meski kita ikut perkumpulan/halaqah, hendaknya kita tidak bercerai (khawarij) dari jama'ah Muslim lain sebagaimana firman Allah di bawah: "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." [Ali 'Imran:103] Hendaknya kita tetap mengaji dgn ustad/guru di luar kelompok kita selama mengacu pada Al Qur'an dan Hadits. Hendaknya kita tetap shalat berjama'ah dgn Muslim lainnya meski bukan satu halaqah dgn kita. Karena yang harus diwujudkan itu adalah ukhuwah islamiyyah. Bukan fanatisme kelompok/ashobiyyah. Wassalam Ih serem saya membacanya. Sudah terlalu sering kita membaca berbagai email email demikian. Celaan terhadap Ikhwan, Tabligh, Salafi termasuk sesama yang mengaku ber manhaj salaf beredar begitu luas dan tentu saja bisa dibaca siapa saja. Dibaca orang berilmu / tidak, laki perempuan, bahkan muslim - non muslim pun amat mudah membaca hal hal demikian. Yg tidak senang dengan islam tentu bertepuk tangan. yang diserang, balas menyerang. Yang disesatkan kembali menyesatkan. Tidak ada kalah nya dan tidak ada selesainya. Di Media Dakwah beberapa tahun yang lalu, santer email tentang Ustadz ustadz yang di rekomendasikan dan tidak. satu persatu dibahas kejelekannya secara detail dan gampang dibaca semua orang. Dari versi satu golongan saja. satu mengaku salafi dan menganggap yang lainnya salafi yg bukan asli. Parahnya lagi wahabi diidentikkan dengan Salafi. Ikut ikutan Sydney Jones :). Yg Ikhwan diangapnya jelek, seolah semuanya buruk dsb. yang tabligh seolah tidak berilmu padahal banyak juga diantara mereka yang berilmu dsb. Seharusnya perpecahan demikian dihindari saja. Atau tidak perlu lewat email dsb. Apalagi bisa diakses semua orang. Perdebatan antara orang yang berilmu saja sudah cukup. Jika begini yang terjadi adalah masing masing pihak emosi saja. Saran ana buat Pak Nizami, untuk menghindari mudharat yang lebih besar, approval email masuk seharusnya lebih selektif lagi. Kebetulan ana juga memoderasi milis dan yang dimikian tidak di approve deh. Sukron. -Daromi Aks- 2008/11/19 Iip Syaiful Rahman <[EMAIL PROTECTED]> > di forward dari milist sebelah.!!!!1 > > > > Wassalam, > > Iip Syaiful Rahman > > ----- Original Message ----- > From: M Jundan > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Tuesday, November 18, 2008 7:52 PM > Subject: [!! SPAM] [majelisrasulullah] Lembaran Hitam di Balik Penampilan > Keren Kaum Wahabi > > > > Lembaran Hitam di Balik Penampilan Keren Kaum Wahabi > > Sumber: Sidogiri.com > > > > > Oleh: Idrus Ramli* > > > > > Ke mana-mana selalu menyebarkan salam. Selalu memakai baju bercorak gamis > dan celana putih panjang ke bawah lutut, ciri-khas orang Arab. Jenggotnya > dibiarkannya lebat dan terkesan menyeramkan. Slogannya pemberlakuan syariat > Islam. Perjuangannya memberantas syirik, bid'ah, dan khurafat. Referensinya, > al-Kitab dan Sunah yang sahih. Semuanya serba keren, valid, islami. > Begitulah kira-kira penampilan kaum Wahabi. Sepintas dan secara lahiriah > meyakinkan, mengagumkan. > > > > > Tapi jangan tertipu dulu dengan setiap penampilan keren. Kata pepatah > jalanan, tidak sedikit di antara mereka yang memakai baju TNI, ternyata > penipu, bukan tentara. Pada masa Rasulullah r, di antara tipologi kaum > Khawarij yang benih-benihnya mulai muncul pada masa beliau, adalah ketekunan > mereka dalam melakukan ibadah melebihi ibadah kebanyakan orang, sehingga > beliau perlu memperingatkan para Sahabat t dengan bersabda, "Kalian akan > merasa kecil, apabila membandingkan ibadah kalian dengan ibadah mereka." > > > > > > > Demikian pula halnya dengan kaum Wahabi, yang terkadang memakai nama keren > "kaum Salafi". Apabila diamati, sekte yang didirikan oleh Muhammad bin Abdul > Wahhab an-Najdi (1115-1206 H/1703-1791 M), sebagai kepanjangan dari > pemikiran dan ideologi Ibnu Taimiyah al-Harrani (661-728 H/1263-1328 M), > akan didapati sekian banyak kerapuhan dalam sekian banyak aspek keagamaan. > > > > > > A. Sejarah Hitam > > Sekte Wahabi, seperti biasanya sekte-sekte yang menyimpang dari manhaj > Islam Ahlusunah wal Jamaah memiliki lembaran-lembaran hitam dalam sejarah. > Kerapuhan sejarah ini setidaknya dapat dilihat dengan memperhatikan sepak > terjang Wahabi pada awal kemunculannya. Di mana agresi dan aneksasi > (pencaplokan) terhadap kota-kota Islam seperti Mekah, Madinah, Thaif, > Riyadh, Jeddah, dan lain-lain, yang dilakukan Wahabi bersama bala tentara > Amir Muhammad bin Saud, mereka anggap sebagai jihad fi sabilillah seperti > halnya para Sahabat t menaklukkan Persia dan Romawi atau Sultan Muhammad > al-Fatih menaklukkan Konstantinopel. > > > > > > Selain menghalalkan darah kaum Muslimin yang tinggal di kota-kota Hijaz dan > sekitarnya, kaum Wahabi juga menjarah harta benda mereka dan menganggapnya > sebagai ghanīmah (hasil jarahan perang) yang posisinya sama dengan jarahan > perang dari kaum kafir. Hal ini berangkat dari paradigma Wahabi yang > mengkafirkan kaum Muslimin dan menghalalkan darah dan harta benda kaum > Muslimin Ahlusunah wal Jamaah pengikut mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan > Hanbali yang tinggal di kota-kota itu. Lembaran hitam sejarah ini telah > diabadikan dalam kitab asy-Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhāb; > 'Aqīdatuhus-Salafiyyah wa Da'watuhul-Ishlāhiyyah karya Ahmad bin Hajar > Al-Buthami (bukan Al-Haitami dan Al-'Asqalani)�Culama Wahabi kontemporer dari > Qatar�C, dan dipengantari oleh Abdul Aziz bin Baz. > > > > > > B. Kerapuhan Ideologi > > Dalam akidah Ahlusunah wal Jamaah, berdasarkan firman Allah, "Tidak ada > sesuatu pun yang serupa dengan Dia (Allah)" (QS asy-Syura [42]: 11), dan > dalil 'aqli yang definitif, di antara sifat wajib bagi Allah adalah > mukhālafah lil-hawādits, yaitu Allah berbeda dengan segala sesuatu yang baru > (alam). Karenanya, Allah itu ada tanpa tempat dan tanpa arah. Dan Allah itu > tidak duduk, tidak bersemayam di 'Arasy, tidak memiliki organ tubuh dan > sifat seperti manusia. Dan menurut ijmak ulama salaf Ahlusunah wal Jamaah, > sebagaimana dikemukakan oleh al-Imam Abu Ja'far ath-Thahawi (227-321 > H/767-933 M), dalam al-'Aqīdah ath-Thahāwiyyah, orang yang menyifati Allah > dengan sifat dan ciri khas manusia (seperti sifat duduk, bersemayam, > bertempat, berarah, dan memiliki organ tubuh), adalah kafir. Hal ini > berangkat dari sifat wajib Allah, mukhālafah lil-hawādits. > > > > > Sementara Wahabi mengalami kerapuhan fatal dalam hal ideologi. Mereka > terjerumus dalam faham tajsīm (menganggap Allah memiliki anggota tubuh dan > sifat seperti manusia) dan tasybīh (menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya). > Padahal menurut al-Imam asy-Syafi'i (150-204 H/767-819 M) seperti > diriwayatkan olah as-Suyuthi (849-910 H/1445-1505 M) dalam al-Asybāh > wan-Nazhā'ir, orang yang berfaham tajsīm, adalah kafir. Karena berarti > penolakan dan pengingkaran terhadap firman Allah, "Tidak ada sesuatu pun > yang serupa dengan Dia (Allah)." (QS asy-Syura [42]: 11) > > > > > > C. Kerapuhan Tradisi > > Di antara ciri khas Ahlusunah wal Jamaah adalah mencintai, menghormati, dan > mengagungkan Rasulullah r, para Sahabat t, ulama salaf yang saleh, dan > generasi penerus mereka yang saleh seperti para habaib dan kiai yang > diekspresikan dalam bentuk tradisi semisal tawasul, tabarruk, perayaan > maulid, haul, dan lain-lain. > > > > > > Sementara kaum Wahabi mengalami kerapuhan tradisi dalam beragama, dengan > tidak mengagungkan Nabi r, yang diekspresikan dalam pengafiran tawasul > dengan para nabi dan para wali. Padahal tawasul ini, sebagaimana terdapat > dalam Hadis-Hadis sahih dan data-data kesejarahan yang mutawātir, telah > dilakukan oleh Nabi Adam u, para Sahabat t, dan ulama salaf yang saleh. > Sehingga dengan pandangannya ini, Wahabi berarti telah mengafirkan Nabi Adam > u, para Sahabat t, ahli Hadis, dan ulama salaf yang saleh yang menganjurkan > tawasul. > > > > > Bahkan lebih jauh lagi, Nashiruddin al-Albani�Culama Wahabi > kontemporer�Csejak lama telah menyerukan pembongkaran al-qubbah al-khadhrā' > (kubah hijau yang menaungi makam Rasulullah r) dan menyerukan pengeluaran > jasad Nabi r dari dalam Masjid Nabawi, karena dianggapnya sebagai sumber > kesyirikan. Al-Albani juga telah mengeluarkan fatwa yang mengafirkan al-Imam > al-Bukhari, karena telah melakukan takwil dalam ash-Shahih-nya. > > > > > Demikian sekelumit dari ratusan kerapuhan ideologis Wahabi. Dari sini, kita > perlu berhati-hati dengan karya-karya kaum Wahabi, sekte radikal yang lahir > di Najd. Dalam Hadis riwayat al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain, Nabi r > bersabda, "Di Najd, akan muncul generasi pengikut Setan". Menurut para > ulama, maksud generasi pengikut Setan dalam Hadis ini adalah kaum Wahabi. > Wallāhul-hādī. [BS] > > > > > > *) penulis adalah alumnus Pondok Pesantren Sidogiri, tinggal di Jember > > Tulisan ini dimuat di Buletin Sidogiri edisi 26 > > > > > > > > > Ulasan seorang santri atas perebutan tanah haram oleh Wahabi > > Menurut sejarah mengapa situs-situs sejarah peninggalan Rasulullah itu > dihancurkan Wahabi, bukan karena takut akan dikeramatkan oleh sebagian orang > tetapi ini ada unsur politik bahkan hingga saat ini...semua itu bermula > dengan pemberontakan oleh Abdul Aziz ibn Al Saud melakukan pemberontakan > tahun 1925 terhadap Syarif Makkah ketika itu: Syarif Hussain. Keturunan > Rasulullah lah yang turun temurun memelihara dua tanah haram sebelum wahabi > datang dan membunuhi ulama2 ahlussunah di Mekkah, menghancurkan makam para > Sahabat dan tempat2 bersejarah Rasulullah saw. Perebutan kekuasaan dilakukan > dengan jalan perang, di mana pihak wahabi/Ibnu Saud dibantu langsung oleh > orang kafir (Inggris) di antaranya seorang intelijennya yang terkenal > bernama Lawrence ([Yahudi?] ada filmnya: Lawrence of Arabia). > > Jadi sejak awal, pendirian Kerajaan Saudi dibantu oleh orang kafir yang > sangat dicurigai bahwa Yahudilah di belakang semua ini karena ketika itu > kabinet Inggris sangat dipengaruhi Yahudi. Dalam perang ini banyak terbunuh > ulama-ulama ahlussunah terutama keturunan Rasulullah SAW. Memang faham > wahabi sangat membenci keturunan Rasulullah SAW karena mereka tahu, salah > satu pilar kekuatan umat Islam sebenarnya ada pada keberkatan keturunan > Rasulullah SAW. Setelah merebut kekuasaan dan mendirikan kerajaan Saudi, > Ibnu Saud dan ulama-ulama wahabi berencana menghancurkan makam Baginda > Rasulullah SAW. > > Usaha ini dihentikan setelah mendapat protes dari seluruh dunia. Dari > Indonesia ada dikirim delegasi khusus dari NU yang diketuai KH. Wahab > Hasbullah pada tahun 1927. . Delegasi ini mengancam pemerintah Saudi agar > menghentikan usahanya tersebut, kalau tidak NU akan memobilisasi umat untuk > membebaskan Mekkah dan Madinah. Bahkan skrg Wahabi sedang gencar2nya > menyebarkan tuduhan Bid'ah terhadap sesama muslim yang sering membaca > Shalawat atau mengadakan Maulid Nabi... > > Setelah perebutan itu Syarif Hussain terpaksa lari ke Jordan dan diangkat > jadi raja di sana. kemudian kerajaan Saudi yg sekarang, adalah suatu > kerajaan yang berdiri dengan jalan perebutan kekuasaan dari Syarif Makkah > (Syarif Hussain) oleh Ibnu Saud. Penjagaan Haramain sudah beratus tahun > dipercayakan pada keturunan Rasulullah SAW. Padahal, faham wahabi sangat > mengharamkan perebutan kekuasaan dari pemerintah yang sah. Mereka menerapkan > hukuman mati untuk kudeta, tapi kerajaan mereka didirikan dengan cara ini. > > Sebelum itu awal abad 19 wahabi dari Nejed, Ibnu Saud sudah berhasil > merebut Mekkah, tapi berhasil diusir kembali oleh Jenderal Muhammad Ali dari > Mesir. > > Beberapa keterangan panjang tentang ini saya dapat bukan dengan baca buku, > tapi mendengar langsung dari ulama-ulama sufi Madinah keturunan Rasulullah > saw dan diantaranya dari Guru saya di Majelis yg memang mempunyai hubungan > dengan ulama2 di Mekkah. > > Kerajaan Saudi dan ulama-ulama wahabi di sana hingga saat ini tidak pernah > diketahui jelas memusuhi Israel dan Amerika. Malahan, raja-rajanya berteman > akrab dengan pemimpin-pemimpin Amerika. Perusahaan-perusahaan minyak di > Saudi sebagian besar adalah perusahaan Amerika yang nota bene milik orang > Yahudi. Aramco dan lain-lain itu milik Yahudi semuanya. Tokoh-tokoh kerajaan > Saudi menyimpan uang rejeki minyaknya ke bank-bank Yahudi di Amerika, Swiss, > dll. Tentu saja keuntungan dari perputaran uang ini tidak akan dipakai > Yahudi untuk memajukan Islam bukan? Tentu tidak! Malah keuntungannya dipakai > untuk menghancurkan Islam. Saudi mengizinkan tanah haram dipakai sebagai > pengkalan perang tentara kafir (Sekutu) untuk menghancurkan Iraq yang > beragama Islam. Dari sedikit fakta ini mestinya kita curiga. Adakah gerakan > wahabi ini murni dari Islam? Ataukah memang ia dibentuk/disuburkan oleh > Yahudi untuk menggerogoti Islam dari dalam? > > Menurut Kesimpulan-ku : > > " Tujuan dihancurkan sejarah peninggalan rasul agar kita tidak pernah > mengingat akan sejarah tentang Rasulullah dan keturunannya yg dapat > menumbuhkan semangat JIHAD kita dalam membela agama ISLAM, serta hilangnya > rasa Cinta kita terhadap Rasulullah, Sebab Apa? karena jika umat ISLAM > mengetahui sejarah ini, maka akan menjadi malapetaka untuk Kerajaan ARAB > SAUDI sekarang yg mempunyai catatan hitam tentang kerajaannya " > > Nb : Bahkan ulama2 Ahlussunah disana sering di-Intai oleh Mutowwe2 yg > diutus oleh Raja Arab, dan tidak segan2 ditangkap dan di-bui. > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > === > Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta > Informasi lengkap di: > http://www.media-islam.or.id > http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links > > > > [Non-text portions of this message have been removed]

