HAKEKATNYA MEMAKAI JILBAB
Berdasarkan perspektif Al Qur’an dan Hadits.
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakutuh.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara dan Adik-adiku yang insya Allah
dimuliakan dan dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'aala.
Dengan adanya reformasi disegala bidang, kebebasan yang kebablasan, bahkan
sampai ke kaum hawa, pada khususnya oknum-oknum: ”Sebagaimana artis-artis,
sebagian penyanyi-penyanyi dangdut, bakhan sebagian para isteri-isteri
pejabatpun ikut reformasi kebebasan berpakaian”, yaitu dengan memakai pakaian
yang sangat minim, berpakaian seronok, bahkan pakai BH yang kendor yang
payudaranya dilihatkan separo, ada yang CD nya sengaja diperlihatkan, apalagi
pahanya yang aduhai, rambutnya di sasak seperti punuk unta, ada yang pakai kain
kerudung namun rambutnya dikeluarkan separo, semua itu agar dilihat orang dan
supaya menarik penonton, supaya menarik masyarakat, sengaja sebagian
onderdilnya, sebagian sparepartnya yang sensitif atau bagian-bagian tertentu
sengaja dipamerkan di TV-TV swasta, supaya dilihat oleh orang banyak, justru
merasa bangga dengan pamerannya tersebut, mungkin dari itulah generasi muda
kaum hawa ikut reformasi pakai baju yang sangat minim
memamerkan tubuhnya, bahkan untuk kebebasan berpakaianpun, kebebasan beraksi,
sebagian wanita menolak undang-undang parno graphia. Na’udzubillahi mindzalik,
Astaghfirullaahil’adziim. Masya Allaah, Subhanallaah?
Jamane wis tuwo rek!
Disini saya mengingatkan kepada keluarga dan anak-anak saya khususnya dan
bagi pembaca umumnya (kaum hawa) yang mengakui beragama islam, yang mengaku
orang muslimah, untuk mengetahui apa "Hakekat memakai jilbab”, walaupun
tulisan ini sudah berapa kali saya kirim kepada para pembaca lewat email.
Sebagai orang muslimah, sebagai orang yang mengaku beragama Islam sudah
seharusnya menta’ati, segala ketentuan-ketentuan Allah dan Rasul-Nya,
menjalankan segala perintah-Nya, menjauhkan / menjauhi segala larangan-Nya,
semua itu seharusnya dilaksanakan dengan ikhlah dan ridho Allah agar kita semua
mendapat derajat takwa yang tinggi disisi Allah SWT.
Marilah kita instrospeksi diri kita, keluarga kita, anak-anak kita, apakah kita
ini sudah masuk agama Islam secara menyeluruh, apakah kita ini sudah menjadi
Muslimah yang baik, Apakah kita ini sudah menjadi orang yang beriman, Apakah
kita ini sudah menjadi orang yang bertakwa?? Marilah kita instrospeksi diri
kita sendiri.
Jikalau ada seorang atau beberapa orang (laki-laki- maupun perempuan) yang
mengakui beragama Islam, tetapi melarang kepada: “Istrinya, saudari-saudarinya,
anak-anak gadisnya, karyawati-karyawatinya, siswi-siswinya,
mahasiswi-mahasiswinya dan lain sebagainya”, melarangnya memakai jilbab,
berarti orang itu kafir terhadap ayat-ayat Al Qur’an. Qs.24:31,60; Qs.33:59;
Qs.7:26; Qs.4:13 dan Hadits Shahih Muslim No.2004, Hadits Shahih Bukhari No.
1952.
BERDASARKAN AL QUR’AN
Kafir terhadap ayat-ayat Al Qur’an, neraka tempatnya. Qs.4:56; Qs.18:103 s/d
106
Kafir terhadap ayat-ayat Al Qur’an, tidak akan bisa masuk surga, kecuali sudah
ada unta yang bisa masuk lubang jarum. Qs.7:40.
Melanggar ketentuan-ketentuan Allah dan Rasul-Nya ditanggung masuk neraka.
Qs.4:14
BERDASARKAN HADITS
Hadish Shahih Imam Bukhary No. 1952
Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah s.a.w.bersabda: “Setiap umatku masuk
kedalam surga, selain orang yang enggan”. Mereka bertanya: “Ya Rasulullah!
Siapakah yang enggan itu?” Jawab beliau: “Siapa yang mematuhi perintahku masuk
surga dan siapa yang melanggar perintahku, maka sesungguhnya orang itu enggan.”
"HAKEKAT MEMAKAI JILBAB"
Tanya jawab seorang ibu rumah tangga (Ibu RT) dan seorang anak gadis
(ABG)-(Annisa).
Annisa : Aku berguman (wajah wanita ini cerah dan bersinar layaknya bidadari):
“Ibu, wajah ibu sangat muda dan cantik”.
Ibu RT: “Alhamdulillah, sesungguhnya kecantikan itu datang dari lubuk hati”.
Annisa : “Tapi ibu kan udah punya anak enam, tapi masih kelihatan cantik”.
Ibu RT: “Subhanallah, sesungguhnya keindahan itu milik Allah SWT dan bila Allah
SWT berkehendak, siapakah yang bisa menolaknya.”
Annisa : “Ibu, selama ini aku selalu disuruh memakai jilbab oleh ibuku, namun
aku selalu menolak karena aku pikir nggak masalah aku nggak pakai jilbab asal
aku tidak macam macam dan kulihat banyak wanita memakai jilbab namun
kelakuannya melebihi aku yang tidak memakai jilbab, hingga aku nggak pernah mau
untuk pakai jilbab, menurut ibu bagaimana?”
Ibu RT: “Duhai Annisa, sesungguhnya Allah SWT menjadikan seluruh tubuh wanita
ini perhiasan dari ujung rambut hingga ujung kaki, segala sesuatu dari tubuh
kita yang terlihat oleh bukan mahrom kita, semuanya akan diminta
pertanggungjawabannya dihadapan Allah SWT diakhirat nanti, di Yaumul Hisab
nanti, di Pengadilan Tuhan nanti; Jilbab adalah hijab untuk wanita.”
Ibu RT: “Coba Anisa kau dengarkan dan kau tulis, Ibu bacakan Firman Allah SWT
yang tercatat didalam Al Qur’an yang artinya”:
Pertama: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian
untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa
itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda
kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat”.Qs.Al A’Raaf (7) ayat 26.
Kedua: “ Perintahkanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya,
kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau
putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara
laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra
saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang
mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan
(terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan
janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang
beriman supaya kamu beruntung. Qs.An Nuur (24): 31.
Ketiga: “Hai Nabi perintahkanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu
dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk
dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi
Maha penyayang.” Qs.Al Ahzab (33) ayat 59.
Coba Anisa kau dengarkan dan kau tulis, Ibu bacakanan hadits shahih dari Imam
Muslim : Dari Abu Hurairah r.a. katanya Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
“Ada dua macam penduduk neraka yang keduanya belum kelihatan olehku. Yang ke 1
(pertama). Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, yang dipergunakan untuk
memukul orang. Yang ke 2 (kedua). Wanita-wanita yang berpakaian, tetapi sama
juga dengan bertelanjang, karena pakaiannya terlalu minim, terlalu tipis atau
tembus pandang, terlalu ketat, atau pakaian yang merangsang kaum pria, karena
sebagian auratnya terbuka, dan wanita-wanita yang mudah dirayu atau suka
merayu, rambut mereka disasak bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak
dapat masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Pada hal bau surga
dapat tercium dari jarak yang sangat jauh.” H.R.Muslim No.2004
Annisa : “Tapi yang kulihat banyak wanita yang memakai jilbab yang kelakuannya
nggak enak, nggak karuan.”
Ibu RT: “Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau arti dari jilbab itu sendiri
yang harus kita pahami dan takutlah akan siksa di Neraka Jahanan, di akhirat
nanti, satu hari di akhirat = 1000 tahun didunia. Qs.22:47..
Annisa : “Apa hakekatnya jilbab itu bu?”
Ibu RT: “Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin. Hijab mata kamu dari
memandang lelaki yang bukan mahrom kamu. Hijab lidah kamu dari berghibah
(berghosib) dan kesia-siaan, usahakan selalu berdzikir kepada Allah SWT. Hijab
telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu
maupun masyarakat. Hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk
tetanggamu. Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh. Hijab
kaki kamu dari melangkah menuju tempat-tempat maksiat. Hijab pikiran kamu dari
berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu. Hijab hati kamu
dari sesuatu selain Allah SWT, Hijab jilbab kamu adalah untuk menutup segala
perhiasan tubuhmu yang akan mengundang nafsu orang. Semua itu akan
menjerumuskan kamu kejurang kenistaan yang akhirnya lamu akan dimasukkan
kedalam “NERAKA JAHANAN” yang kekal selama-lamanya.
Apabila kamu sudah bisa menghayati segala perintah Allah dan Rasul-Nya, wajib
dikerjakan, menta’ati segala ketentuan-ketentuan-Nya, menghayati memakai
jilbab yang kamu pakai, maka Allah SWT akan menyinari hati kamu, Cahaya Allah
yang akan membimbing kamu menuju kepada keta’atan kepada Allah dan Rasul-Nya
dan menta’ati segala ketentuan-ketentuan-Nya, sesuai perintah Allah dan
Rasul-Nya, itu adalah rahmat, hidayah dari Allah SWT yang membuka pintu hati
kamu, untuk memakai jilbab sehingga kamu sudah bisa menghayati perintah Allah
SWT seperti ibu bacakan diatas tadi itulah ” hakekat memakai jilbab.”
Annisa : “Ibu aku jadi jelas sekarang dari arti jilbab, mudah mudahan aku bisa
pakai jilbab, namun bagaimana aku bisa melaksanakan semuanya Bu?”.
Ibu RT: “Duhai Anisa bila kamu sudah bisa memakai jilbab itulah karunia,
rahmat dan hidayah yang datang dari Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat, yang
Maha Penyayang, yang Maha Pengampun, bila kamu menyukuri rahmat itu kamu akan
diberi kekuatan iman untuk melaksanakan amalan amalan jilbab hingga mencapai
kesempurnaan yang diinginkan Allah SWT.
Duhai Anisa, ingatlah akan satu hari dimana seluruh manusia akan dibangkitkan
dari kuburnya. Ketika ditiup terompet yang kedua kali, pada saat ruhruh manusia
seperti anai-anai yang bertebaran dan dikumpulkan dalam satu padang yang tiada
batas, yang tanahnya dari logam yang panas, tidak ada rumput maupun tumbuhan.
Ketika matahari didekatkan di atas kepala kita namun keadaan gelap gulita.
Ketika seluruh Nabi ketakutan. Ketika ibu tidak memperdulikan anaknya, anak
tidak memperdulikan ibunya, bapak tidak bisa menolong anaknya, anak tidak bisa
menolong bapaknya, sanak saudara tidak kenal satu sama lain lagi, kadang satu
sama lain bisa menjadi musuh, satu amal saleh akan lebih berharga dari segala
sesuatu yang ada dialam dunia ini.
Ketika manusia berbaris dengan barisan yang panjang dan masing masing hanya
memperdulikan nasib dirinya, dan pada saat itu ada yang berkeringat karena rasa
takut yang luar biasa hingga menenggelamkan dirinya, dan rupa rupa bentuk
manusia bermacam macam tergantung dari amalannya, ada yang melihat ketika
hidupnya namun buta ketika dibangkitkan, ada yang berbentuk seperti hewan, ada
yang berbentuk seperti syetan, semuanya menangis, menangis, dan menangis karena
hari itu Allah SWT murka, belum pernah Allah SWT murka sebelum dan sesudah hari
itu, hingga ribuan tahun manusia didiamkan Allah SWT dipadang mahsyar yang
panas membara hingga Timbangan Mizan digelar itulah hari Yaumul Hisab, itulah
Hari Pengadilan Tuhan..
Ibu RT: “Duhai Annisa, bila kita tidak berusaha untuk beramal salih yang salih
mulai hari ini, entah bekal apa yang akan kita bawa nanti, entah dengan apa
nanti kita menjawab bila kita di sidang oleh Yang Maha Perkasa, Yang Maha
Besar, Yang Maha Kuat, Yang Maha Agung, Yang Maha Adil, Allah Azza Wa Jalla. Di
Yaumul Hisab nanti! Di Hari Perhitungan nanti!! Apabila sewaktu-waktu Malaikat
Maut menjemput ajal kita, karena kapan ajal kita akan dijemput kita tidak tahu
Anisa. Kapan saja pun akan terjadi bila ajal sudah tiba.”
Bapak-Bapak, Ibu-ibu, Saudara-Saudaraku, Adik-adikku, Istriku, Anak-anakku dan
khususnya para kaum hawa, yang insya Allah dimuliakan dan dirahmati oleh Allah
SWT.
Saya mengharap artikel ini dapat menjadi pembuka hijab yang menutupi hati
kita, hati para pembaca, agar dapat menerima petunjuk dan hidayah dari Allah
Azza Wa Jalla. Semoga meresap dihati yang membacanya dan semoga Allah SWT
senantiasa memberi petunjuk, memberi Rahmat, dan hidayah-Nya bagi yang membaca
dan menghayatinya.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan iman kepada kita (para pembaca
artikel ini) untuk selalu menta’ati Allah dan Rasul-Nya dan segala
ketentuan-ketentuan-Nya, dan semoga mendapat derajat takwa yang tinggi, selamat
didunia sampai di akhirat nanti, mendapat pertolongan dan syafa'at di hari
yaumul hisab dan mendapat surga yang tinggi, amien.
Kesempurnaan milik Allah SWT, kekurangan, kesalahan, kekhilafan, ketidak
sopanan, ketersinggungannya, semua itu saya mohon maaf dan semoga Allah SWT
mengampuni saya, atas kesalahan yang tidak saya sengaja, amin.
Alhamdulillahirrabbil’alamin. Allaahu a'lam bish shawab, billaahi taufik wal
hidayah. Wassalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh. Sukarman..
Sumber bacaan:
Al Qur’an dan terjemahnya,
Hadits shahih Imam Bukhari dan Muslim.
Email dari tetangga yang saya terima..
Semua disadur menjadi artikel tersebut diatas.
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/