MENUNDUKKAN HAWA NAFSU = JIHAD MELAWAN HAWA NAFSU
MEMBENTUK AKHLAQ LUHUR DAN BUDIPEKERTI YANG MULIA
No.11. Bersambung.
A’udzubillaahi minasy syaithaanir rajiim. Bismillahirrahmanirrahiim..
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
Bapak-bapak, Ibu-ibu, Saudara-saudara dan Adik-adikku yang insya Allah
dirahmati dan dimuliakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Ketahuilah bahwa, setiap orang Islam, setiap orang Muslim, Muslimat, Mukminin,
Mukminat, setiap orang yang beriman, itu bersaudara. Maka dari itu alangkah
baiknya sekiranya sesama Umat Mahammad s.a.w. saling nasihat menasihati supaya
Menta’ati ajaran Allah dan Rasul-Nya, Menta’ati segala Ketentuan-ketentuan-Nya
dan saling menasihati supaya menta’ati kebenaran, dan nasihat menasihati
supaya berbuat kesabaran.
(36)-KUFUR NI’MAT, ADZABNYA SANGAT PEDIH.
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: "Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".Al Qur’an,
Surat Ibrahim, surat ke 14 ayat No. 7
Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa
singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat
singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia
Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan
nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur
untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka
sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". Qs.27: 40.
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan
jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Qs.16:18
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu
mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu
menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat lalim dan sangat mengingkari
(nikmat Allah). Qs.14: 34
Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya,
dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya. Qs.’Adiyaat
(100): 6,7
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah,
mengerjakan amal yang saleh dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang
yang berserah diri?" Qs.Al Fushshilat (41): 33
(37)-LEMAH, TIDAK BERSEMANGAT, PEMALAS = MUNAFIK
Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat
lemah.Qs.4:28
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas
tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan
malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah
mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. Qs.An Nisaa’, surat ke 4, ayat
:142 Sholatnya malas.
(38)-MEMAAFKAN KESALAHAN ORANG LAIN, PERBUATAN YANG SANGAT MULIA
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta
berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. Qs. 7: 199
Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi
dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi
Maha Penyantun. Qs.2: 263
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan
hati mereka keras membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari
tempat-tempatnya, dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka
telah diperingatkan dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat
kekhianatan dari mereka kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak
berkhianat), maka maafkanlah mereka dan biarkanlah mereka, sesungguhnya Allah
menyukai orang-orang yang berbuat baik. Qs.Al Maa-idah (5): 12
Jika kamu menyatakan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan
sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha
Kuasa.Qs.4:149
Maka sesuatu apa pun yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di
dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang
yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakal. dan (bagi)
orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan
apabila mereka marah mereka memberi maaf. Qs.Asy Syura, surat ke 42, ayat:
36,37
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya
seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu)
orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,
dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah
menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Al Qur’an, surat Ali Imron,
surat ke3 ayat No. 133, 134
Berdasarkan Hadits Rasulullah s.a.w., “ Jadilah Orang Pema’af”.
Dari Abu Hurairah r.a. dari Rasulullah s.a.w. sabdanya: “Sedekah tidak akan
mengurangi harta seseorang. Seseorang yang pemaaf, Allah menambahkan kemuliaan
baginya. Dan seorang yang tawadhu’ (merendahkan diri) kepada Allah, maka Allah
menaikkan derajatnya”. HSM.2218
Marah adalah manusiawi, itu pendapat yang tidak benar. Marah boleh asal yang
terkendali. Marah tak terkendali, adalah perbuatan yang sangat-sangat tidak
terpuji, dan tidak bermoral. Menahan amarahnya, memaafkan orang (pemaaf) dan
meminta maaf demi Allah, adalah perbuatan yang sangat terpuji, maka Allah SWT
akan menambahkan kemuliaannya. Memaafkan orang, maka Allah juga memaafkan anda,
anda tidak mau memaafkan orang maka Allah juga tidak akan memaafkan anda, tidak
mengampuni dosa-dosamu. Allah SWT menaikkan derajat manusia bagi orang yang
merendahkan diri kepada Allah SWT. (tawadhu’).
(39)-MAKAN, MENGAMBIL HARTA ORANG, DENGAN CARA YG BATIL, KORUPSI
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu
dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan
suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya
Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Qs.An Nisaa’ (surat ke 4 ) ayat : 29
Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang
daripadanya, dan karena mereka memakan harta orang dengan jalan yang batil.
Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa
yang pedih. Al Qur’an, surat An Nisaa’, Surat ke 4, ayat : 161
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu
dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada
hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu
dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. Qs.2:188
(39A)-MAKAN HARTA ANAK YATIM = MAKAN BARA API NERAKA
Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah balig) harta mereka, jangan
kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka
bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu,
adalah dosa yang besar. Qs.An Nisaa’, Surat ke 4, ayat: 2
Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika
menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka
serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak
yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa
(membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara
itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu)
dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut.
Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu
adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah
sebagai Pengawas (atas persaksian itu).Qs.An Nisaa’ (4):6
Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara lalim, sebenarnya
mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang
menyala-nyala (neraka). Qs.An Nisaa’ (surat ke 4), ayat: 10
(40)-MAKSIAT-BERSUKARIA DALAM KEMAKSIATAN
Yang demikian itu disebabkan karena kamu bersuka ria di muka bumi dengan tidak
benar dan karena kamu selalu bersuka ria (dalam kemaksiatan). (Dikatakan kepada
mereka): "Masuklah kamu ke pintu-pintu neraka Jahanam, dan kamu kekal di
dalamnya. Maka itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong". Qs.
Al Mu’min (40): 75, 76
(41)-MALAS, KILLING TIME, ME-MUBADZIRKAN UMUR
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati
supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
Qs.Al Ashr (103): 1,2,3
Penyesalan setelah ajal menjemputnya. Qs.63:10,11
Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum
datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata:"Ya
Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang
dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang
saleh?" Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang
apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan. Qs.63:10,11
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas
tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan
malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah
mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. Qs.An Nisaa’ (4): 142
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling
daripadanya dan mereka berkata: "Bagi kami amal-amal kami dan bagimu
amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan
orang-orang jahil". Qs.Al Qoshosh (28):55
Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka
nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan
mereka tidak mengerjakan sholat, melainkan dengan malas dan tidak (pula)
menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan. Qs.9: 54
Orang-orang yang tidak mempergunakan waktunya untuk mencari amal saleh,
waktunya dipakai untuk keperluan yang mubadzir, nanti kalau mati sangat
menyesal, karena sudah diperlihatkan surga itu seperti itu lho, neraka itu
seperti itu lho (baca Qs.40:45,46) tempat kamu nanti disana, maka mereka minta
dikembalikan hidup ke dunia untuk mencari amal saleh.
(41A)-MALAS-Penyesalan bagi mereka yang menyia-nyiakan (mubadzirkan) waktu:
“Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya
Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh
terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah
perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari
mereka dibangkitkan . Qs. Al Mukminuun, surat ke 23, ayat: 99, 100
(41B)-MALAS-Teori Management Umur:
“Tidak menyia-nyiakan waktu untuk perkara-perkara yang tiada gunanya.
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang
khusyuk dalam shlatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan
dan perkataan) yang tiada berguna,”. Qs.Al Mukminuun, surat ke 23 ayat :1,2,3
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat
menasihati supaya mena’ati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi
kesabaran. Al Ashr (103):1,2,3
[74.42] "Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
[74.43] Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang
mengerjakan shalat, [74.44] dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,
[74.45] dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang
yang membicarakannya,
Semoga bermanfaat bagi yang membaca dan yang mengamalkannya.
Semoga Allah SWT selalu memberi petunjuk dan hidayah-Nya,
kepada saya sekeluarga,dan para pembaca semua, amin.
Subhaanaka-allaahumma wa bihamdika, Asyhadu an-laailaahailla anta,
Astaghfiruka wa atuubu ilaika...
Wassalamualaikum wr. wb.
Sukarman.
Warnai pesan status dengan Emoticon