--- Pada Rab, 26/11/08, Fahmi Amhar <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: Fahmi Amhar <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [daarut-tauhiid] Fw: Mengapa kita membaca AlQuran meskipun kita tidak 
mengerti  satupun artinya ?
Kepada: [EMAIL PROTECTED]
Tanggal: Rabu, 26 November, 2008, 9:21 PM










    
            ----- Original Message ----- 

____________ _________ _________ _________ _________ _________



Why do we read Quraan, even if we can ' t understand a single Arabic

word ?



Mengapa kita membaca AlQuran meskipun kita tidak mengerti satupun

artinya ?



This is a beautiful story :



Ini suatu cerita yang indah :



An old American Muslim lived on a farm in the mount ai ns of eastern

Kentucky with his young grandson. Each morning Grandpa wakeup early

sitting at the kitchen table reading his Quran.



Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di

suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky dengan cucu

lelakinya yg masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan

membaca Quran di meja makan di dapurnya.



His grandson wanted to be just like him and tried to imitate him in

every way he could. One day the grandson asked, "Grandpa! I try to

read the Qur ' an just like you but I don ' t understand it, and what

I do understand I forget as soon as I close the book. What good does

reading the Qur ' an do?" 



Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba

untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya

bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur ' An seperti yang

kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku

lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih keb ai kan dari membaca Qur

' An?



The Grandfather quietly turned from putting coal in the stove and

replied, "Take this coal basket down to the river and bring me back a

basket of water."



Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di tungku pemanas

sambil berkata , " Bawa keranjang batubara ini ke sung ai dan bawa

kemari lagi penuhi dengan ai r."



The boy did as he was told, but all the water leaked out before he got

back to the house. 



Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi

semua ai r habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.



The grandfather laughed and s ai d, "You ' ll have to move a little

faster next time," and sent him back to the river with the basket to

try ag ai n. This time the boy ran faster, but ag ai n the bas ket was

empty before he returned home.



Kakek tertawa dan berkata, "L ai n kali kamu harus melakukukannya

lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sung ai dengan

keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi

tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah.



Out of breath, he told his grandfather that it was impossible to carry

water in a basket, and he went to get a bucket instead. The old man s

ai d, "I don ' t want a bucket of water; I want a basket of water.



Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil

membawa ai r dari sung ai dengan keranjang yang sudah bolong , maka

sang cucu mengambil ember sebag ai gantinya.



Sang kakek berkata, " Aku tidak mau satu ember ai r ; aku hanya mau

satu keranjang ai r.



You ' re just not trying hard enough," and he went out the door to

watch the boy try ag ai n. At this point, the boy knew it was

impossible, but he wanted to show his grandfather that even if he ran

as fast as he could, the water would Leak out before he got back to

the house.



Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu

untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali

bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek

nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, ai r tetap akan

bocor keluar sebelum ia samp ai ke rumah.



The boy ag ai n dipped the basket into river and ran hard, but when he

reached his grandfather the basket was ag ai n empty. Out of breathe,

he s ai d, "See Grandpa, it ' s useless!" "So you think it is useless?"



Sekali lagi sang cucu mengambil ai r ke dalam sung ai dan berlari

sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia samp ai didepan

kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, "

Lihat Kek, percuma!" " Jadi kamu pikir percuma?"



The old man s ai d, "Look at the basket." The boy looked at the basket

and for the first time realized that the basket was different. It had

been transformed from a dirty old coal basket and was now clean,

inside and out.



Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya. " Sang cucu menurut, melihat

ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa

keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari 

keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. "



"Son, that ' s what happens when you read the Qur ' an. You mi ght

not understand or remember everything, but when you read it, you will

be changed, inside and out. That is the work of Allah in our lives.



"Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur ' An. Kamu

tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membaca

nya lagi, kamu akan berubah, didalam dan diluar dirimu .



" If you feel this em ai l is worth reading, please forward to your

contacts/friends. Prophet Muhammad ( p.b.u.h) says: "The one who

guides to good will be rewarded equally"



Jika kamu merasa em ai l ini patut dibaca, maka lanjutkanlah ke

teman-temanmu. Seperti sabda Nabi Muhammad( SAW) :

" Bagi siapa saja yang membawa keb ai kan maka akan mendapat ganjarany

yang sama "




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Coba Yahoo! Messenger baru

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke