Oleh Ihsan Tandjung




Mengajak manusia ke jalan Allah ta'aala merupakan aktifitas yang sangat
mulia. Allah ta'aala menyebutnya sebagai "ucapan yang paling baik". Namun
tidak banyak muslim yang mau dan sanggup melakukannya. Pada umumnya seorang
muslim dihalangi oleh seribu satu alasan untuk tidak melakukannya. Ada
alasan yang sangat umum yaitu "nanti si non-muslim tersinggung". Itulah
sebabnya Allah ta'aala membekali kita dengan firmanNya: "...dan berdebatlah
(beradu argumenlah) dengan mereka dengan cara yang baik."(QS AnNahl ayat
125) Artinya, Allah ta'aala Maha Tahu bahwa sangat mungkin ajakan kita
tersebut mendatangkan penolakan dari obyek da'wah. Tapi itu bukan alasan
untuk tidak berda'wah..!



Seorang muslim tatkala menyampaikan da'wah Islam harulah memiliki optimisme
dan harapan hanya kepada Allah subhaanahu wa ta'aala. Ia harus selalu
mengingat bahwa kewajibannya hanyalah menyampaikan. Adapun soal obyek
da'wahnya mau menerima atau tidak, maka ini bukan urusan si muslim. Soal
seseorang memperoleh hidayah atau tetap sesat sepenuhnya terserah Allah
subhaanahu wa ta'aala.





Åöäøó ÑóÈøóßó åõæó ÃóÚúáóãõ Èöãóäú Öóáøó Úóäú ÓóÈöíáöåö æóåõæó ÃóÚúáóãõ
ÈöÇáúãõåúÊóÏöíäó



" Sesungguhnya Rabbmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang
tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang
mendapat petunjuk." (QS AnNahl ayat 125)



Hal lain yang juga harus selalu diingat oleh seorang muslim yang mengajak
orang lain agar ikut jalan Allah ta'aala ialah: "Jangan remehkan ucapan
Anda." Siapa tahu, justru melalui lisan Anda seseorang memperoleh hidayah.
Anda tidak akan pernah tahu apakah ucapan Anda mendatangkan taufiq dan
hidayah Allah ta'aala sebelum Anda mencobanya..!



Ada seorang kawan saya yang sewaktu lulus SMA pergi untuk kuliah ke luar
negeri. Saat ia pertama kali tiba di London kemampuan berbahasa Inggrisnya
masih belum lancar. Waktu itu sedang bulan Ramadhan. Hari-hari pertama tiba
di Inggris ia ikut sebuah bus Tour Wisata keliling kota London. Saat datang
waktu makan siang bus itu berhenti di sebuah restoran dan semua turis turun
untuk makan siang. Termasuk kawan saya orang Indonesia muslim tersebut.



Semua penumpang bus wisata makan di restoran tersebut kecuali kawan saya
karena ia sedang puasa. Maka ketika melihat ia tidak makan si Guide
(penunjuk jalan) seorang berkebangsaan Inggris mendekatinya dan bertanya:
"Why aren't you eating?" (Mengapa kamu tidak ikut makan?).



Dengan bahasa Inggris yang terbatas iapun menjawab: "I am Muslim. This is
Ramadhan. I am fasting." (Saya seorang muslim. Ini bulan Ramadhan. Saya
sedang puasa)



Tiba-tiba dengan nada mengejek si penunjuk jalan itupun berkata: "Oh,
rupanya Anda datang dari sebuah negera muslim. Negara yang miskin sehingga
kamu tidak sanggup makan..."



Lalu kawan kitapun menjadi marah dan tersinggung. Tapi bagaimana caranya
mengungkapkan kemarahan dalam suatu bahasa yang belum dikuasai? Akhirnya ia
hanya bisa berkata: "Wait, one year... I will explain to you the beauty of
Islam…" (tunggulah satu tahun, nanti aku jelaskan padamu indahnya ajaran
Islam). Maksudnya ia ingin diberi kesempatan belajar bahasa Inggris dahulu
selama setahun, baru nanti ia akan jelaskan secara panjang lebar apa itu
sebenarnya ajaran Islam nan indah ini.



Sesudah satu tahun kawan saya inipun memenuhi janjinya. Ia datangi si
penunjuk jalan untuk menjelaskan Islam kepadanya. Namun apa yang terjadi?
Begitu mereka berjumpa satu sama lain, tiba-tiba si guide orang Inggris ini
menyapa kawan kita orang Indonesia ini dengan ucapan: "Assalaamu'alaikum,
brother...!"



Maka kawan saya ini terkejut dan bertanya: "Anda sudah masuk Islam?"



"Iya benar, saya sudah masuk Islam, " kata si orang Inggris.



"Waduh, saya baru saja mau menjelaskan kepada Anda apa itu Islam, " kata
kawan saya.



"Anda terlambat, saudaraku..." kata si Inggris.



Maka si orang Indonesiapun bertanya: "Bagaimana ceritanya Anda sampai
memeluk Islam?"



"Saya masuk Islam sejak Anda mengatakan 'I will explain to you the beauty of
Islam'... Maka sayapun bertanya-tanya apa memang di dalam Islam ada
keindahan? Saya selama ini hanya tahunya Islam itu identik dengan terorisme
dan segala yang hitam dan jelek.. Maka karena saya penasaran sayapun belajar
Islam. Dan alhamdulillah, saya mendapat hidayah dari Allah ta'aala..."



Subhanallah...! Maka, saudaraku, bersegeralah. Ajaklah teman kerja Anda,
tetangga Anda atau barangkali saudara Anda yang non-muslim ke dalam rahmat
Allah ta'aala... Jangan remehkan ucapan Anda. Siapa tahu lewat lisan Anda
Allah ta'aala akan limpahkan hidayah iman-Islam kepada seseorang.....



Sumber: Eramuslim.com. Minggu, 17/08/2008 16:14 WIB

http://www.eramuslim.com/suara-langit/undangan-surga/jangan-remehkan-ucapan-anda.htm


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
http://www.syiarislam.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke