Dubai: Investasi 6 trilyun Dolar Di Bisnis Judi Di AS
Kamis, 11/12/2008 09:27 WIB Cetak |  Kirim 
Pemerintah setempat di Nevada tentu saja gembira bukan kepalang mendapat 
"hibah" dana demikian besar itu. Sebaliknya, Dubai World menuai banyak protes 
dan kritikan dari orang-orang muslim yang ada di negara itu dan sekitar Timur 
Tengah. Dengan dana sebesar itu, tidak heran jika Dubai World memiliki lebih 
dari 9,4% persen saham MGM.

Untuk melindungi diri dari serangan media Islam, beberapa pihak mengklaim bahwa 
Dubai World bukan perusahaan atau hanya holding company yang didirikan atas 
dasar syariah. Hanya siapapun tahu, Dubai merupakan Negara monarki dan 
otoriter. Jika tidak ada izin dari pemerintah setempat, maka tidak akan ada 
institusi keuangan di Dubai yangg berani melakukan investasi dalam bentuk 
apapun. Bagaimana sebenarnya Negara Dubai?

Sejarah dan Perkembangan Dubai

Dengan kekayaan yang melimpah, Dubai menjelma menjadi salah satu kota dengan 
pertumbuhan tercepat di dunia. Bayangkan, tahun 1991, Dubai masih berupa gurun 
dan nyaris kosong. Dubai tumbuh dengan pesat dalam jangka 10 tahun dan 
pertumbuhan itu merupakan yang tercepat sepanjang sejarah.

Pada tahun 1959, Syeikh Rashid bin Said al Maktoum meminjam berjuta-juta dolar 
dari negara tetangganya, Kuwait, untuk mengeruk muara sungai Dubai hingga cukup 
lebar dan dalam untuk dilayari kapal. Ia segera membangun beberapa dermaga, 
gudang dan merencanakan jalan, sekolah serta perumahan. Hasilnya, beberapa 
tahun kemudian Dubai menarik lebih banyak kapal laut dibanding Singapura, lebih 
banyak modal asing dibandingkan dengan negara-negara Eropa. Dubai didesain 
dengan sangat mewah, bergaya Manhattan, mempunyai pelabuhan kelas dunia, dan 
pusat-pusat perbelanjaan yang kolosal dan yang paling penting yang paling 
menarik minat orang luar adalah, bebas cukai. Putra Syeikh Rashid, Sheikh 
Mohammed bin Rashid al Maktoum kini memimpin Dubai.

Penduduk Dubai memiliki penduduk yang 99% beragama Islam, sementara sisa 1%-nya 
merupakan turis non-Muslim yang berkunjung ke Dubai. Kota ini merupakan 
satu-satunya kota yang menerima warga Israel untuk menjalankan bisnisnya di 
sana. Dubai menerima turis mancanegara tanpa mengenal ras, agama, ataupun 
bahasa.

Rata-rata setiap tahun tak kurang dari 6 juta turis asing berkunjung ke salah 
satu di antara 7 negara bagian Uni Emirat Arab itu. Padahal luas Dubai hanya 
berkisar 4.114 km2 dengan populasi penduduk tak lebih dari 1,5 juta jiwa. Itu 
pun mayoritas penduduk terdiri dari urban asal 100 negara di penjuru dunia. 
Arus turis itu bukan sesuatu yang mengherankan mengingat banyak perhelatan 
olahraga kelas dunia, seperti balap mobil F1 dan balap motor MotoGP, digelar di 
sini. (sa/iht)






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke