www.nurulyaqin.org
       
      Wednesday, 10 December 2008  
      ???? ???? (9 ????)

      ???? ???? ?? ??? ??? ???? ????? ???? ???? ???? ???? ?????. ???? ???? ??? 
?? ???? ?????? ?? ???????? ???? ?? ????? ???????? ??? ???????. ???? ???? ??? ?? 
??? ?????? ??? ?????? ???? ???????? ???? ???? ??? ?? ????? ?????? ?????? ?????? 
???????? ???? ???? ??? ?? ????? ??? ??? ?????? ??????? ???? ?? ????? ??????? 
?????? ??? ????? ???? ???????? ???? ???? ??? ?? ?????? ?? ?????? ?????? ?? 
?????? ?????? ????? ????? ????????. ???? ????? ?? ??? ??? ???? ????? ????? ???? 
???? ???? ?????.

      ????? ??? ?? ?? ?? ????? ?? ????? ???????? ??? ???? ?? ?? ???? ??????? 
???????. ????? ?? ?? ??? ??? ???? ???? ?? ???? ??? ???? ????? ????? ????? ????? 
???????? ????? ?? ????? ???? ?????? ???? ????? ????? ???????? ??? ???? ???? 
??????? ??? ????? ?????? ?? ???? ????? ?????????.



      Allahu Akbar sebanyak langkah jamaah haji yang tawaf sepanjang masa 
beredar.

      Allahu Akbar segemuruh talbiyah yang berkumandang sejak zaman Ibrahim AS 
hingga matahari berhenti berputar.

      Allahu Akbar sejumlah batu-batu jumrah yang terus menerus dilempar

      Allahu Akbar sejumlah tetesan darah kurban persembahan dari hati yang 
bergetar.

      Allahu Akbar, Laa Ilaaha IllahLlaah waLlaahu Akbar, Allahu Akbar wa 
Lillaahil Hamd. 




      Puja dan puji syukur kehadirat Allah yang Akbar, Yang telah menghapuskan 
kesedihan dari jiwa yang miskin dan terbiar. Sholawat dan salam semoga 
dilimpahkan kepada Rasul junjungan Muhammad SAW, Imam bagi orang-orang yang 
sabar.





      Hadirin Jamaah sholat Idul Adha yang dirahmati Allah.

      Ribuan tahun yang lalu, saat Mekah belum bergelar kota dan masih sunyi 
lengang. Ada sebuah kemah yang berduka. Kesedihan yang terpancar dari dalam 
kemah itu telah menjadikan gunung batu yang mengelilingi Mekah kian membeku. Di 
dalam kemah itu Ibrahim AS termenung dalam kegundahan hati yang amat mendera. 
Kerongkongan bagai tersekat dan darah bagai berhenti mengalir. Betapa tidak. 
telah turun perintah Allah dalam bentuk mimpi yang amat berat. Ringan rasanya 
dilempar ke dalam api raja Namrud sepuluh kali, daripada perintah yang baru 
ini. Namun Ibrahim AS meneguhkan semangatnya. Beliau amat meyakini bahwa Allah 
SWT tidak akan memerintahkan sesuatu yang salah. Beliau juga meyakini bahwa 
dirinya dan juga anaknya hanyalah setitik debu dalam semesta ciptaan Allah. 
Maka biarlah kehendak Allah Yang Maha Pencipta yang ditegakkan dan bukan 
kehendak dirinya.



      Maka dengan hati yang pecah berderai dan muka pucat tak berdarah, Ibrahim 
AS memanggil anaknya Ismail AS. Diutarakannya perintah Allah itu dengan 
kata-kata yang diabadikan Allah dalam al-Quran hingga akhir zaman.

      ?? ???? ??? ??? ?? ?????? ??? ?????? ????? ???? ????

      "Duhai ananda, sesungguhnya aku  melihat (perintah Allah) dalam mimpi 
bahwa aku menyembelihmu. Maka duhai bagaimanakah pendapatmu?" (As-Shaffat 37: 
102)



      Tidak kuasa Ibrahim AS melihat muka anak kesayangannya. Ismail adalah 
putera yang telah lama ditunggu. Wajahnya amat tampan, sifatnya lembut dan 
bahasanya sopan. Allah menggelarinya sebagai "Ghulamun Halim" (anak yang 
lembut). Namun ditengah ketegangan itu, Ismail AS mengeluarkan ucapan yang amat 
sejuk. Ucapan yang berangkat dari keimanan, kepasrahan dan ketawakalan kepada 
Allah. Ucapan keramat itu juga diabadikan Allah pada ayat yang sama:

      ?? ??? ???? ?? ???? ?????? ?? ??? ???? ?? ????????

      "Duhai ayahanda, laksanakanlah apa yang diperintahkan (Allah), niscaya 
kau dapati ananda InsyaAllah termasuk orang-orang yang sabar." (As-Shaffat 37: 
102)



      Luluh rasanya jiwa Ibrahim berhadapan dengan kepasrahan Ismail. Maka saat 
itu juga anak dan bapak itu berjalan gontai menuju sebuah tempat di padang 
pasir yang keras dan ganas bernama Mina. Mina adalah sarang syeitan yang bisa 
menggoda manusia hingga hilang ingatan (Muna). Baru saja sampai di 'Aqabah 
Iblis menghadang dengan belitan lidahnya yang berbisa. 

                  "Hei Ibrahim, kemana fikiranmu. Tuhan macam apakah itu yang 
menyuruh seorang Bapak menyembelih anaknya sendiri? Sadarlah Hei Ibrahim."

                  Tergoncang keimanan Ibrahim. Sebuah logika berbisa yang mampu 
meruntuhkan akidahnya. Saat itu turunlah malaikat Jibril. Ia tidak datang untuk 
mengajarkan jawaban. Ia langsung memerintahkan Ibrahim AS mengambil tujuh butir 
batu dan melempar Iblis dengan batu itu, sehingga tersebutlah lontaran itu 
dengan jumratul Aqabah.

                  Godaan Iblis tersebut semakin menguatkan niat Ibrahim. Godaan 
tersebutlah yang justru telah menguras seluruh keegoan dirinya di hadapan 
Tuhan. Allah mengesahkan keikhlasan dan ketulusan anak dan bapak itu dalam 
firman-Nya.

      ???? ????? ???? ??????

      "Saat keduanya telah tulus pasrah, dan Ismail telah meletakkan pipinya di 
atas batu."



      Saat itulah Ibrahim As menggenggam belatinya yang tajam dan berkilat 
ditimpa cahaya matahari. Dengan mengucapkan Bismmillahi Allahu Akbar, belati 
tajam itupun disentuhkannya di leher Ismail yang suci. Dengan memejamkan 
matanya yang basah Ibrahim AS menggerakkan belati tajam itu. 
Duhai..Bayangkanlah, perasaan seorang ayah saat harus melakukan hal itu. 



      Allahu Akbar Wa Lillahil Hamd.

      Allah adalah Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Tidak ada 
kezaliman setetespun terjadi dalam menunaikan perintah-Nya. Bahkan seluruh 
perintah-Nya adalah maslahat dan tiada mudharat. Dengan kecepatan cahaya Allah 
menggantikan kedudukan Ismail dengan seekor domba yang besar. Maka telah 
luluslah kedua Nabi dari ujian yang amat berat itu.



      Ma'asyiral Muslimin Jamaah Sholat Idul Adha yang dirahmati Allah.



      Cerita di atas bukan dongeng yang dikarang oleh manusia. Justeru cerita 
di atas adalah kejadian benar yang dituturkan Allah dalam al-Quran, untuk 
menjadi prasasti peringatan bagi semua makhluk tentang puncak penghambaan 
seorang manusia kepada pencipta-Nya. Pelajaran-pelajaran berharga bertaburan 
sepanjang batang cerita itu seperti berikut:



        1.. Kisah Ibrahim dan Ismail menuturkan kepada kita tentang peranan 
ayah yang berhasil menanamkan prinsip kehidupan dalam hidup ini kepada anaknya. 
Dan prinsip tersebut adalah bahwa kita ini wujud dalam eksistensi kehidupan 
karena diadakan dan diciptakan oleh Allah. Maka dari itu, yang harus di 
besarkan adalah kehendak dan perintah Allah. Selain dari kehendak Allah 
semuanya kecil, termasuk urusan harta, urusan pekerjaan, urusan anak-urusan 
isteri, bahkan nyawa kita sendiri. 


      Disamping seorang Nabi, Ibrahim adalah seorang ayah yang berhasil. 
Keberhasilannya tidak diukur dengan sejauh mana anaknya Ismail mampu 
mengumpulkan harta dunia, atau pangkat yang tinggi. Namun keberhasilannya 
diukur dengan sejauh manakah Ismail mampu memenuhi kehendak Allah. Kepasrahan 
Ismail saat mengatakan "Duhai ayahanda, lakukakan sajalah apa yang 
diperintahkan Allah, niscaya engkau dapati aku InsyaAllah termasuk dalam 
golongan orang yang sabar.



      Apa kabar anak-anak kita hari ini? Sudahkah mereka berhasil menidakkan 
kehendak peribadi demi menegakkan kehendak Allah? Sudahkah kita berhasil 
menanamkan dalam hati mereka akan kebesaran Allah. Atau jangan-jangan kita 
hanya berhasil menterjemahkan makna Allahu Akbar sebagai Allah adalah Tuhan 
yang Maha  Besar. Namun saat mereka menyebutkan kalimat itu puluhan kali dalam 
solat, hati mereka tidak mengingat Allah sedikitpun. Hati mereka mengingat 
dunia dengan seluruh kesenangannya. Sehingga kalimat Allah Maha Besar itu tidak 
bermakna apa-apa lagi pada diri mereka.



        1.. Pengorbanan Ibrahim adalah pengorbanan habis-habisan untuk Tuhan. 
Ibrahim mengajarkan kita bahwa tujuan hidup ini adalah menghamba kepada Allah. 
Dalam menghamba dan menyembah Allah, kita mendekatkan diri kepada-Nya dengan 
berbagai bentuk ibadah. Kadang-kadang kita mempigurakan suatu ibadah hanya 
dengan nilai kulitnya saja. Sehingga kita sering mengatakan bahwa ibadah zakat 
memerlukan pengorbanan harta, haji memerlukan pengorbanan fisik dan harta, 
solat memerlukan pengorbanan waktu dan sebagainya. Jarang sekali kita 
mengetahui bahwa dalam setiap bentuk ibadah, sesungguhnya pengorbanan  yang 
diminta Allah agar niat kita menjadi suci dan amal kita diterima adalah 
pengorbanan hati dan perasaan. Jika Allah telah benar-benar cinta kepada 
hamba-Nya, maka ujian Allah akan datang dalam bentuk pengorbanan emosi, hati 
dan perasaan. 


      Sesungguhnya pengorbanan terberat Nabi Ayub bukanlah saat ia menderita 
sakit bertahun-tahun. Tapi justeru ketika isteri tercintanya melanggar 
perintahnya dan terpaksa harus meninggalkannya. Sesungguhnya pengorbanan Nabi 
Yusuf bukanlah saat ia dipenjara bertahun-tahun. Tetapi saat ia terkenang ayah 
dan ibunya dan membeku dalam kerinduan yang tidak tertahankan. Dan sesungguhnya 
pengorbanan Muhammad SAW pada saat perang  Badar bukanlah karena memikirkan 
jumlah musuh yang besar, namun justru sakitnya perasaan saat puluhan orang 
munafik yang ikut dalam kafilah perang menarik diri dan mengkhianati. 
Sesungguhnya pengorbanan berat Ibrahim bukanlah saat ia terpaksa harus 
mengorbankan nyawanya dalam kobaran api Namrud, tapi justru saat ia 
diperintahkan untuk menyembelih putera kesayangannya Ismail. Meskipun Nabi, 
Ibrahim juga seorang manusia yang punya rasa punya hati. Pergorbanan rasa, 
emosi dan hati, itulah yang benar-benar diregut Allah.



      Maka ingatlah, dalam setiap dimensi ibadah dan penyembahan kepada Allah, 
bukanlah pengorbanan harta, darah, keringat, waktu atau uang yang paling berat. 
Namun justru pengorbanan emosi, hati dan perasaan itulah yang terberat. Jika 
kita masih diuji dengan  waktu, tenaga dan harta maka sesungguhnya kita belum 
menjadi manusia pilihan yang dicintai Allah. Sebab sejarah menceritakan betapa 
manusia pilihan Allah diuji dengan cobaan yang jauh lebih tinggi dari itu.



      Semoga dengan tersungkurnya hewan ternak yang kita sembelih hari ini, 
Allah terima ibadah kita dan Allah siimpan pahala ibadah kita di taman syurga. 

      Semoga dengan menetesnya darah ke muka bumi saat hewan ternak melenguhkan 
nafas terakhirnya, terjungkal pulalah kiranya ego dan ketakaburan kita di 
hadapan Allah. Bayangkanlah jika Allah tidak Maha Pengasih dan Maha Penyayang, 
tentu putera kitalah yang  seharusnya tersungkur  di tempat penyembelihan itu.



      Semoga semua pengorbanan seluruh umat Muhammad pada hari ini, meneduhkan 
kemurkaan Allah dan mendatangkan keberkahan dan rahmat Allah. Agar hidup ini 
lebih kita maknai dengan lebih tekun mengumpulkan pahala demi menyambut 
perjumpaan dengan Allah.



      ???? ???? ??? ??????? ???? ?????? ?? ???? ??? ?? ?????? ??????

       ?????? ???????

      ???? ???? (9 ????)

      ???? ???? ???? ?????? ???? ???? ?????? ?????? ??? ?????? ?????? ???? ???? 
??????. ????? ??? ???? ?????? ??? ????????? ???????? ????? ???? ???????? ?????? 
???????. ????? ?? ?? ??? ??? ???? ???? ?? ???? ??? ????? ?? ????? ???? ??????? 
?? ??? ????. ???? ????? ????? ???? ??????? ?? ???? ????? ???? ??? ??? ?????? 
???? ??????? ????. ???? ???? ?? ??? ??? ??? ????? ?????: ?? ???? ???????? ????? 
??? ?????? ?? ???? ????? ????? ????  ???? ?????? ??????. ????? ??? ??? ????? 
??? ??? ????? ?????? ???? ??? ??????? ??????.

       ????? ???? ???????? ????????? ??????? ???? ????????. 

      ????? ?? ?????? ??? ???? ????? ??????. ????? ???? ??? ???????? ??????? 
????? ???????. ????? ???? ??? ????? ?? ???? ???? ?????? ????? ??? ?????? ???? 
?? ??????? ????? ??? ?????? ???? ????? ??????? ????? ?????? ????? ??? ?? ?? 
???? ????? ????? ???? ??? ?? ?? ??.



      Ya Allah, takdirkanlah agar kami selalu berada dalam teduhan kiswah 
Ka'bah-Mu. 
      Ya Allah ikat saja nama kami pada  kaki-kaki mereka yang sedang berlari 
dari Safa ke Marwa, bertawaf mengengelilingi Ka'bahMu, agar dosa-dosa kami 
turut pula engkau ampuni.

      .Ya Allah, anugerahkan seluruh umat Islam yang mengerjakan haji pada 
tahun ini kemabruran yang bersumber dari telaga Rahmat-Mu.

      Ya Allah, terima pulalah kiranya pengorbanan kami di sini..

      Pengorbanan tetesan darah para pejuang yang menegakkan kebenaran

      Pengorbanan perasaan para pendakwah di jalan-Mu.

      Pengorbanan para hamba-Mu saat mengalirkan darah sembelihannya.

      Ya Allah, dengan tersungkurnya hewan-hewan kurban tersebut,

      Kau benamkanlah pula jarum ego dan nafsu dalam jiwa kami.

      Jadikanlah kami hamba-Mu yang tulus dan cinta kepada-Mu.

      Dekatkan hati kami kepada agama-Mu, dan biarkan Nabi kami serta kakeknya 
Ibrahim, memeluk kami dalam mimpi dan menghapuskan kesedihan kami.



      ???? ???? ??? ??? ??? ?????? ?????? ??? ????? ??? ??? ?????? ??????.

       ???? ???? (3????) ???? ???? ???? ?????.

      ??????? ????? ????? ???? ???????.





      Cikarang 8 Desember 2008.

      Disampaikan di Mesjid At-Taufiq Perumahan Taman Sentosa, Cikarang, Bekasi.
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke