Wa`alaikum salam   Barangkali kunci untuk memahami ayat ini adalah kata
'tardha' =  'meridhoi/ rela'.   Apa yang akan diperbuat oleh orang2 yang
tak ridho/ rela? Terutama ketika mereka lebih kuat? Silahkan lihat
perbuatan mereka terhadap muslimin semenjak kemunduran Islam. Beda
ketika Islam yang berkuasa pada masa keemasannya. Mereka tak pernah
diperlakukan dengan hina kecuali benar2 berbuat makar. Itulah maksud
ayat yang memuat kata 'mereka tidak rela'.    Isyarat lanjutan bagi
muslimin dari ayat itu adalah berusaha keras memperbaiki keadaan dan
kekuatan kita. Tapi, jangan pula meniru perilaku mereka, tak ada paksaan
dalam beragama.  Sehingga bumi ini akan lebih beradab karena dikuasai
oleh manusia2 yang takut pada Allah.



--- In [email protected], Shofhi Amhar <shofhi.am...@...>
wrote:
>
> assalamu'alaikum.
> bismillahirrahmanirrahim.
>
> *[2:120]* Orang-orang *yahudi* dan Nasrani tidak akan senang kepada
kamu
> hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk
Allah
> itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti
kemauan
> mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi
menjadi
> pelindung dan penolong bagimu. (*AL BAQARAH (Sapi betina) ayat 120*)
>
> m. quraish shihab dalam tafsir al-mishbah menulis:
>
> ayat ini biasa juga dipahami sebagai bukti bahwa semua orang yahudi
dan
> nasrani tidak rela kecuali jika kaum muslimin mengikuti agama mereka.
> pemahaman semacam itu tidak sejalan dengan redaksi dan hubungan ayat,
tidak
> juga dengan makna-makna yang dikemukakan oleh mayoritas dan
ulama-ulama
> tafsir masa lalu seperti fakhruddin ar-razi, juga tafsir yang sangat
populea
> dab sederhana al-jalalain dan ulama tafsir masa kini seperti thahir
ibn
> 'asyur dalam tafsirnya, at-tahrir, serta muhammad sayyid thanthawi,
mantan
> mufti mesir yang kini adalah syeikh al-azhar. bahkan, ulama
kontemporer ini
> menulis bahwa, kata "hingga engkau mengikuti agama mereka" adalah
kinayah,
> yakni tidak menyebutkan secara tegas apa yang dimaksud tetapi menyebut
> sesuatu yang lain yang dapat mengantar kepada apa yang dimaksud.
redaksi ini
> mengambarkan keputusasaan menyangkut kemungkinan ahl al-kitab memeluk
agama
> islam. jadi sekali lagi, ayat ini tidak bisa dijadikan dasar bahwa ahl
> al-kitab berusaha mengkristenkan umat Islam, apalagi me-yahudi-kannya,
> karena agama yahudi bukan agama misi. bahwa ada yang berusaha untuk
maksud
> tersebut, tentu saja tidak dapat disangkal, namun bukanlah ayat ini
yang
> berbicara tentang hal tersebut.
>
> di sisi lain, karena ayat ini menggunakan redaksi yang menunjukkan
kepastian
> yang berlanjut terus-menerus, *tidak akan rela kepadamu (sepanjang
zaman)*,
> sedang terbukti kemudian bahwa ada dari bani israil yang memeluk agama
> islam, maka dengan demikian, yang dimaksud dengan orang yahudi dan
nasrani
> oleh ayat ini adalah orang-orang tertentu di antara mereka, bukan
semua ahl
> al-kitab. sedangkan makna sepanjang masa, dipahami dari kata lan, yang
> digunakan ayat di atas.
>
> m. quraish shihab juga menulis:
>
> perlu juga diingat juga diingatkan kembali bahwa ayat-ayat di atas
berbicara
> tentang orang-orang yahudi dan nasrani pada masa Rasul saw. keadaan
mereka
> sesudahnya tidak harus sama dengan masa ini.
>
> ---
> kesimpulan (dari saya):
> 1. tidak semua yahudi dan nasrani membenci Nabi saw. (dan kaum
muslimin)
> 2. kebencian yahudi dan nasrani bisa jadi suatu saat akan hilang
> ---
>
> ada tanggapan?
> --
> +++
> [5:50] apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum)
siapakah
> yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?
(AL
> MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 50)
> ---
> Wala' untuk Islam
> Amhar
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke