assalaamu'alaikum.
bismillaahirrahmaanirrahiim.

berikut artikel di
http://www.khilafah1924.org/index.php?option=com_content&task=view&id=530&Itemid=47.
obama sudah kayak godot saja. orang AS menaruh harapan yang tinggi
terhadap obama. sayang, harapan itu akan berujung kekecewaan, insya
Allah. semakin sedikit berharap, semakin sedikit kecewa. tak berharap,
tak kecewa.
---------------------

CATATAN SEPUTAR PELANTIKAN OBAMA

Oleh : Kusman Shadiq (Washington DC)

Pengantar Redaksi : Redaksi menerima kiriman e-mail menarik dari
Kusman Shadiq, rekan redaksi dan aktivis Hizbut Tahrir Indonesia yang
saat ini sedang berada di Washington DC. E-mail tersebut berisi
paparan dan analisis seputar pelantikan Obama. "Ada sinyal kegagalan,"
kata Shadiq mengomentari realitas politik masa depan di AS terkait
pelantikan Obama. Kegagalan seperti apa? Dan bukankah Obama membawa
angin surga berupa rasa optimistis? Lalu bagaimana bisa masa depan AS
berpeluang gagal? Simaklah laporan berikut untuk mengetahui
jawabannya. (redaksi www.khilafah1924.org).

Hari Selasa kemarin (20/1), lebih dari 3 juta orang menyemut di
Washington DC untuk menyaksikan acara pelantikan (inauguration) Barack
Obama sebagai Presiden AS yang ke-44. Saya menyempatkan diri datang ke
sana sekedar untuk mengetahui secara langsung opini dan ekspresi warga
AS terhadap Obama.

Kebetulan jaraknya hanya 20 menit dari tempat tinggal saya naik
Metrotrain. Di setiap sudut jalan, terlihat para tentara dan polisi
bersenjata lengkap, khususnya di area Pensylvania Avenue yang menjadi
jalan utama penghubung Capitol Hill dengan White House. Sementara di
seluruh puncak gedung yang dekat dengan Capitol Hill dan White House
terlihat para tentara yang mengawasi setiap gerak gerik massa yang ada
dibawahnya. Menurut berita di Washington Post (18/1), senjata berat
termasuk peluru kendali penghancur pesawat juga disiapkan disana untuk
mengantisipasi serangan pesawat seperti yang terjadi di WTC.

Ada dua hal yang bisa saya catat dari acara pelantikan ini. Pertama,
masyarakat AS saat ini berada dalam kecemasan terhadap situasi ekonomi
yang makin memburuk. Makanya Obama yang terkenal dengan kampanyenya –
change , we can believe in - menjadi satu-satunya harapan bagi mereka
untuk memperbaiki ekonomi yang sedang sekarat ini. Saya dapat
informasi dari salah seorang pengunjung bahwa sejak jam 2 dini hari
para pengunjung sudah mulai datang, padahal acara baru dimulai jam 10
dan suhu mencapai minus 10 derajat celcius. Dia menambahkan, bahwa
massa yang hadir pada pelantikan ini jauh lebih besar dibandingkan
dengan pelantikan saat Bill Clinton dan George W Bush. Tampaknya warga
AS memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap Obama untuk mengakhiri
krisis ekonomi ini, sehingga mereka berjibaku hadir untuk memberikan
dukungan saat pelantikan.

Kedua, besarnya acara pelantikan ini tidak terlepas dari upaya
propaganda AS di dunia international. Ini terlihat dari agresifnya
iklan-iklan tentang pelantikan yang dilakukan oleh pemerintah AS
melalui media massa seperti Washington Post, New York Time, CNN,
FoxNews, CBS, dan lainnya. Bahkan di Metrotrain dan Metrobus juga
dipasang iklan-iklan pelantikan ini. Salah satu bunyi iklan itu adalah
: 'sejarah terbesar perubahan dunia akan dimulai dari Washington 20
Januari 2009', sangat bombastis. Dengan banyaknya massa yang hadir dan
berbagai entertaintment pada pelantikan ini serta disiarkan secara
langsung ke seluruh dunia melalui jaringan CNN, FoxNews, CBS, dan
lainnnya, maka hanya dalam waktu 2 jam warga dunia mengenal Obama
sebagai presiden AS yang baru dengan dukungan penuh dari masyarakat
AS. Pelantikan ini tampaknya dijadikan sebagai momen awal oleh AS
untuk memperbaiki citra buruknya yang carut marut di bawah Bush.

Sinyal Kegagalan
Hadirnya jutaan masyarakat yang datang untuk memberikan support pada
acara pelantikan Obama ini hanya salah satu dari indikasi besarnya
harapan masyarakat AS terhadap Obama. Indikasi lain terlihat dari
hasil polling yang dilakukan oleh ABC News Poll dengan sampling error
3 persen. Hasil polling tersebut dimuat di Washington Post (18/1)
dibawah judul "Nation's Hopes High for Obama, Poll Shows". Berdasarkan
polling tersebut, dukungan dan harapan masyarkat AS terus meningkat
terhadap Obama. Pada November 2008, terdapat 67 persen masyarakat AS
yang mendukung dan berharap pada Obama, kemudian meningkat menjadi 76
persen pada Desember 2008. Terakhir pada Januari 2009, meningkat
menjadi 80 persen. Ketika responden ditanya tentang siapa presiden AS
yang paling disukai ternyata Obama menempati ranking teratas yaitu
sebanyak 79 persen. Sementara Jimmy Carter yang dilantik pada Januari
1977 itu menempati ranking kedua yakni sebanyak 78 persen.

Tngginya harapan pada Obama itu tentu sangat terkait dengan makin
memburuknya kondisi ekonomi AS saat ini. Menurut polling ABC News itu,
hanya 5 persen responden yang menyatakan bahwa ekonomi AS saat ini
masih baik. Sementara 95 persen responden lainnya menyatakan hal yang
sebaliknya.

Secara faktual, sebenarnya Obama akan menemui kesulitan besar untuk
memenuhi great expectations masyarakat AS itu. Pertama, tim ekonomi
Obama baru mulai bekerja secara efektif 20 Januari 2009. Padahal
resesi ekonomi terus meluncur dengan cepat menumbangkan
perusahaan-perusahaan besar di AS. Raksasa otomotif Chrysler, Ford,
dan General Motor mulai limbung juga diterjang resesi ini. Chrysler
beberapa waktu lalu telah mengumumkan penutupan manufakturing-nya di
seluruh Amerika Utara. Sedangkan Ford pada bulan Januari ini berencana
menghentikan aktivitas 10 cabang pabriknya di AS.

Hampir tiap hari Washington Post memberitakan tentang rontoknya
perusahaan besar di AS, sementara rontoknya perusahaan kecil sudah
tidak menjadi berita karena berjibun jumlahnya. Terakhir, masyarakat
AS cukup terkejut dengan berita bangkrutnya perusahaan raksasa retail
Circuit City yang diumumkan di Washington Post (18/1), hanya dua hari
sebelum pelantikan Obama. Padahal sebelumnya, Circuit City dinyatakan
sehat dibandingkan dengan Linens'n Thing dan Sharper Image yang telah
lebih dulu mencatatkan dirinya sebagai perusahaan retail yang sedang
sekarat hingga akhirnya tidak tertolong menemui kebangkrutannya.
Circuit City akan menutup cabangnya di 567 lokasi di AS dan akan
merumahkan karyawannya sekitar 30.000 orang.

Obama sendiri terlihat mulai cemas. Dalam beberapa pidatonya, dia
sering mengeluarkan statement yang bernada pesimis, berbeda dengan
pidatonya ketika masa kampanye dulu. Misalnya, dia mulai sering
mengatakan bahwa recovery ekonomi yang akan dijalankan oleh timnya
kemungkinan akan berjalan lambat karena resesi ekonomi saat ini
berjalan sangat cepat. Itu menunjukkan bahwa Obama dan tim ekonominya
mulai memberikan sinyal awal atas kemungkinan gagalnya memperbaiki
resesi ekonomi AS yang makin dalam dan meluas ini.

Kedua, kabinet Obama dan tim ekonominya terdiri dari orang-orang lama
khususnya dari partai Demokrat yang dulu bekerja pada masa
pemerintahan Bill Clinton. Mereka tidak memiliki pengalaman yang
memadai untuk mengatasi krisis seperti saat ini yang dicatat sebagai
krisis paling dahsyat yang menimpa AS selama 30 tahun terakhir. Belum
lagi minimnya akses mereka terhadap base data dalam aktivitas ekonomi
dan politik yang terjadi di AS selama 8 tahun terakhir. Karena base
data tersebut ada di tangan politisi dan ekonom partai Republik yang
bekerja dibawah pemerintahan Bush. Kedua partai ini bersaing sangat
hebat di AS, sehingga tentu saja pihak Republik akan membatasi akses
pihak Demokrat dibawah Obama terhadap data-data penting yang mereka
miliki. Sebab kalau Obama gagal akan menjadi poin kemenangan bagi
pihak Republik.

Ketiga, sampai saat ini belum ada ide fundamental yang ditawarkan oleh
tim ekonomi Obama yang secara logis bisa menjadi solusi terhadap
resesi ekonomi ini. Obama sendiri bahkan hanya bicara pada tataran
populis, seperti penyelesaian masalah pengangguran melalui pembukaan
lapangan kerja baru. Padahal belum jelas seperti apa strategi
pembukaan lapangan kerja baru tersebut ditengah kasus lay-off atau PHK
yang terus bertambah detik demi detik. Secara sederhana tentu mudah
difahami bahwa masalah pengangguran itu hanya gejala saja dari
sakitnya ekonomi. Sumber penyakitnya sendiri tentu saja dipicu oleh
kegiatan spekulatif nonproduktif seperti transaksi derivatif di pasar
uang, bursa valas, bursa saham dan bursa berjangka komoditas,
transaksi ekonomi yang berbasis riba, serta persoalan mata uang yang
tidak lagi ditopang oleh nilai intrinsiknya. Itulah sistem ekonomi
kapitalisme yang mengikat semua aktivitas ekonomi di AS.

Karena sekarang ini hanya terjadi perubahan personal pemerintahan di
AS, padahal yang sakit adalah sistemnya, maka kemungkinan gagal jauh
lebih besar daripada kemungkinan untuk berhasil. Tentu tidak mustahil
bagi Obama untuk mengalami nasib seperti Bush yang dihujat oleh
pendukungnya sendiri pada saat berakhir masa pemerintahannya, karena
gagal memenuhi janjinya. Wallaahu a'lam bi ash-shawab. [  ]

K. Shadiq,
di Babakan Washington DC. (21/01/2009)

-- 
+++
[5:50] apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum)
siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang
yakin? (AL MAA-IDAH (HIDANGAN) ayat 50)
---
Wala' untuk Islam
Amhar

------------------------------------

===
Paket Umrah Mulai US$ 1.490
Paket ONH Plus 2009 (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi lengkap di:
http://www.syiarislam.wordpress.com
http://www.media-islam.or.id
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke