Selasa, 17 Februari 2009 , 01:02:00

DEPOK,(PRLM).-Pembangunan di Kota Depok terus gencar dilakukan, baik oleh
pihak pemerintah ataupun pihak swasta. Salah satunya seperti yang dilakukan
Yayasan Hilal Ahmar Indonesia, organisasi sosial-keagamaan yang berpusat di
Uni Emirat Arab (UEA). Yayasan ini pada akhir pekan lalu mendirikan masjid
sebagai fasilitas ibadah umat Muslim Depok di Perumahan Griya Kalibaru,
Kecamatan Sukmajaya. Masjid Islamadina ini merupakan masjid ke-20 yang
dibangun oleh Yayasan Hilal Amar Indonesia di kota Depok.

Koordinator Hilal Ahmar untuk Kota Depok, Muhammad Nurhadi mengatakan,
sepanjang tahun 2009, pihak yayasan berupaya membangun sekitar 1.200 masjid
di seluruh Indonesia dengan memanfaatkan tanah wakaf atau fasos-fasum milik
pemerintah. Pihak yayasan mengatakan, Masjid Islamadina ini merupaka masjid
ke-1.100 yang dibangun. Sebelumnya, yayasan telah membangun Masjid di
Kecamatan Sukmajaya berukuran 12x12 meter yang merupakan masjid kelima yang
dibangun yayasan.

Ke depan, Nurhadi berharap agar masjid dapat digunakan sebagai fasilitas
beribadah dan kegiatan sosial warga Depok. "Kami berharap nantinya masjid
tidak hanya sekadar digunakan untuk kepentingan ibadah ritual, tapi juga
kegiatan-kegiatan sosial warga," katanya.

Ketua Panitia Pembangunan Masjid Islamadina, Achmad Dinoto, menuturkan,
warga Perumahan Griya Kali Baru menyambut baik pembangunan tersebut.
Pasalnya, selama ini warga belum memiliki masjid sebagai sarana ibadah umat
muslim. Dia bercerita, pada Bulan Ramadhan lalu, warga sekitar melakukan
shalat tarawih dan subuh di lapangan. Oleh karena itu, dia sangat antusias
terhadap pembangunan masjid tersebut. "Karena itu kami semua merasa
bersyukur," ujar Dinoto.

Sementara itu, Mulyadi, staf Seksi Pemerintahan Kecamatan Sukmajaya,
mengatakan, pihak pemerintah selalu siap memberikan fasilitas dalam membantu
kegiatan warga, termasuk dalam hal pembangunan saran ibadah. Diakuinya,
pihak pemerintah juga memiliki keterbatasan dalam memberikan bantuan.
"Tentunya bantuan yang diberikan tidak selalu dalam bentuk materi. Namun,
pada prinsipnya kami siap membantu dengan kewenangan yang ada pada kami,"
tandasnya. (A-163/A-50)***

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke