Dari Moderator: Saya lihat pemberitaan di TV, meski demonstran pro pembentukan propinsi Tapanuli ada yang bawa spanduk ini bukan isu agama, tapi saya lihat korban yang terbunuh Muslim. Demikian pula rata2 tokoh yang menolak pembentukan propinti Tapanuli.
Sebaliknya yang pro pembentukan propinsi Tapanuli (Protap) saya lihat mayoritas Kristen. Mungkin ada yang bisa menyelidiki lebih jauh mengenai hal ini. Wassalam http://thufailalghifari.multiply.com/reviews/item/169/Di_Balik_terbunuhnya_Ketua_DPRD_Sumatera_Utara_-_Misi_Tersembunyi_Pemurtadan_dan_Cita_-_c... Di Balik terbunuhnya Ketua DPRD Sumatera Utara - Misi Tersembunyi Pemurtadan dan Cita - cita Kota Injil Kristen Harbi!Feb 23, '09 12:08 AM for everyone Category:OtherPENDAHULUAN Sejak tahun 2003 isu pembentukan Propinsi Tapanuli sudah mulai dikemukakan oleh sekelompok orang yang berasal dari Tapanuli khususnya Tapanuli Utara. Sekelompok orang yang dimaksud itu adalah para tokoh masyarakat dan LSM maupun elit politik yang secara kesukuan berasal dari Tapanuli Utara yang setelah terjadi pemekaran Kabupaten berubah menjadi Tapanuli Utara, Toba Samosir dan Humbang Hasundutan. Para elit politik tersebut yang terdiri dari anggota DPRD TK I dan DPRD Tk. II, maupun anggota DPR Pusat Berta kalangan LSM dengan sangat gigih secara intensif menyuarakannya atau memperjuangkan agar propinsi Tapanuli Utara dapat direalisasikan. Sejak akhir tahun 2005 suara pembentukan Propinsi Tapanuli tersebut makin gencar diopinikan melalui media massa, khususnya pada Harian SIB yang menjadi medianya orang Tapanuli. Desakan tersebut makin menguat setelah melalui tuntutan mereka ke DPR Tk. I Sumut bahkan ke DPR Pusat. Merasa tidak puas karena belum berhasilnya tuntutan tersebut, mereka memperalat untuk orang-orang Tapanuli (Batak) yang beragama Islam untuk sama-sama menyuarakan atau memperjuangkannya sampai akhirnya pada posisi akhir April 2007 mereka melakukan unjuk rasa ke DPR Tk. I Sumut dan kantor Gubernur Sumut, bahkan aksi mereka sudah bersifat anarkis, sehingga membuat citra buruk bagi mereka itu sendiri. Pro Kontra pembentukan Propinsi Tapanuli Belum lagi sampai pada pembentukan Protap (Propinsi Tapanuli), istilah Tapanuli Baja sudah menimbulkan persoalan. Secara bahasa (batak) Tapanuli = tapa dan nuli yang berarti tempat pemandian yang indah, atau tempat mandi dewa. Arti yang lain adalah kanibal = pemangsa sesama dan nama Tapanuli juga adalah nama kantor keresidenan Belanda pada masa penjajahan (Tulisan Dr. SHW Hopu Ugami Sianipar pada Harian Medan Pos Selasa, 24 April 2007). Menurut Dr. SHW Hopu Ugami Sianipar bahwa ide pembentukan Protap adalah ibarat angan-¬angan si Bittoa yang hanya duduk dibawah pohon yang tidak tabu bahwa masih ada dunia dibalik bukit tempat tinggalnya. Katanya lagi Protap tidak akan mungkin terbentuk walau seribu panitia yang memperjuangannya dan seribu organisasi yang akan demonstrasi, protap akan berlumuran darah dan gereja jangan jadi alat politik. Pendapat lain tentang pembentukan Protap adalah dari In Sabar M. Sihite Ketua Gema MKGR Sumut yang menyatakan Protap belum layak, jangan terlalu dipaksakan.. Yang lebih aneh adalah dari POT (Persatuan Gereja Indonesia) juga mengatakan belum saatnya Protap di bentuk dengan alasan SDA yang tersedia belum mampu untuk membiayai kalau Protap itu terbentuk, namun pernyataan ini perlu dipelajari apakah ini merupakan pernyataan yang sebenarnya atau malah sebaliknya, karena yang namanya orang kafir selalu bermuka dua atau munafik. Sementara yang mendukung perjuangan protap ini antara lain adalah para ketua dan angora DPRD Kabupaten Taput, Toba Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, Pakpak Barat, sebagian anggota DPRD Tapteng, LSM-LSM sebagian elit politik yang berasal dari suku Batak, tokoh masyarakat Batak (GM Panggabean) dan terakhir Forum Komunikasi Kesatuan Gereja-Geraja Sumatera Utara (FKKGSU) yang barn terbentuk. Semua gereja yang ada di SU bergabung dalam Forum ini. Ketika FKKGSU berkunjung ke Pimpinan SIB ketua umumnya menyatakan bahwa perjuangan untuk Protap ini adalah "Proyek Allah" untuk mensejahterakan masyarakat Tapanuli, Apalagi yang memperkuat dukungan dan perjuangan mereka untuk protap ini yaitu adanya rekomendasi dari Ketua DPRD SU tanggal 24 April 2007. namun rekomendasi tersebut sebenarnya bukanlah atas kemauan Ketua DPRD-SU sendiri, tetapi adalah hasil kesepakatan antara Pimpinan Dewan dan Pimpinan Fraksi dalam menyahuti 10.000 massa yang berunjuk rasa (H. Nailul Amalfi Anggota FPP-DPRD-SU, Harian Medan Pos 8 Mel 2007). Tidak cukup sampai disitu, pada rapat Pengurus DPRD-SU tanggal 3 Mei 2007 di ruang Martabe kantor Gubsu, para ketua DPRD Kabupaten / Kota pendukung Protap menolak menghadiri siding dengan menyatakan bahwa Rekomendasi ketua DPRDSU dan Gubsu sudah cukup sebagai dasar mengajukan usulan Protap ke pusat (Presiden/Mendagri clan DPRRI). Bahkan informasi terakhir yang penulis dapatkan bahwa Ephorus dan Sekjen HKI (Huria Kristen Indonesia) menyatakan rekomendasi Ketua DPRD-SU dan Gubsu dan dukungan dari daerah-daerah sudah cukup untuk pembentukan Protap, tinggal berjuang dan menunggu keputusan DPR dan Pemerintahan Pusat. Bahkan mereka mengharapkan agar Protap dalam tahun 2007 ini juga sudah disahkan dengan UU. Setiap ormas yang berjuang untuk kepentingan rakyat adalah pahlawan. Menurut mereka lagi dengan adanya Protap akan mempercepat pembangunan wilayah Pantai Barat Sumut dan akan menghilangkan peta kemiskinan di Tapanuli. setelah rekomendasi ini jangan ada lagi yang mengeluarkan pertanyaan yang tidak 1vofesiona'i (Harian SIB Selasa 8 Mei 2007). Namun peijuangan pendukung Protap mendapat reaksi balik yang ditandai dengan adanya aksi tandingan oleh ribuan massa rakyat yang berasal dari Tapanuli dengan menamakan dirinya STPDN (Sibolga, Tapteng, Pakpak Barat, Dairi dan Nias). Mereka bukan saja demo (baca:aksi damai)ke DPRD tapi juga kekantor Gubsu dan Harian SIB. Aksi damai yang dilakukan massa STPDN membuahkan hasil yaitu: keluarnya rekomendasi tolak Pembetukan Protap dengan nomor : 2523/18/Sekr-2007 tanggal 8 Mei 2007 yang ditanda tangani oleh Ketua DPRD SU H. Abdul Wahab Dalimunthe, sementara menurut Harian SIB terbitan 9 Mei 2007 rekomendasi yang pertama telah diterima oleh DPR-RI, padahal setelah dibaca lebih jauh ternyata yang menerimanya adalah Panitia Ad Hock (PAH) I dan MID DPR. Dengan demikian berarti sudah ada 2 (dua) rekomendasi Ketua DPRD-SU yaitu - Rekomendasi yang menyetujui Protap atas tekanan aksi 10.000 massa yang anarkis - Rekomendasi yang menolak Protap setelah adanya aksi damai yang menolak Protap. Pembentukan/ Pemekaran Daerah Menurut PP 129 Tahun 2000 Dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 129 tahun 2000, tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria pemekaran, Penghapusan clan Penggabungan Daerah disebutkan antara lain: 1. Pada Pasal 3 BAB III, syarat-syarat pembentukan Daerah diantaranya adalah a.Kemampuan ekonomi b.Potensi daerah 2. Pada BAB V, pasal 16 Ayat (1) Pembentukan Daerah sebagai berikut : a. Pembentukan Daerah harus di dalam oleh penelitian awal yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah. b.Usul Pembentukan Propinsi di sampaikan kepada Pemerintah cq. Menteri Dalam Negeri clan otonomi Daerah dengan dilampirkan hasil penelitian Daerah dan Persetujuan Propinsi clan DPRD Kabupaten/Kota yang berada di wilayah Propinsi dimaksud, yang dituangkan dalam Keputusan DPRD. c. Apabila Presiden menyetujui usul dimaksud, rancangan undang-undang pembentukan daerah disampaikan kepada DPR-RI untuk mendapat persetujuan. Ada apa dibalik ide Pembentukan Protap ? Dari uraian yang disebutkan diatas dan setelah mempelajari PP Nomor 129 tahun 2000 tentunya kita merasa terusik untuk mengetahui apa pentingnya sampai-sampai mereka begitu ngotot/bersikukuh ntuk memperjuangkan terbentuknya Protap. Padahal dalam PP tersebut tidak ada peluang untuk terbentuknya Protap. Hal ini disebabkan bahwa Tapanuli yang terdiri dart 7 (tujuh) Kabupaten (Taput, Tapteng, Sibolga, Dairi, Pak Pak Barat, Humbang Hasundutan dan Samosir) adalah daerah yang minus SDA, bahkan hingga saat ini ke, 7 (tujuh) Kabupaten/Kota tersebut sangat susah untuk membiayai dirinya sendiri kecuali mengharap DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus) dari pusat yang sebenarnya juga belum mencukupi. Ujung-ujungnya rakyatlah yang akan menanggung bebannya berupa pajak dan pungutan-pungutan lainnya yang dilegalkan melalui PERDA, sementara para pejabatnya Bupati/Wakil Bupati dan anggota DPRD lah yang menikmatinya. Dengan demikian maka ide pembentukan protap ini adalah : 1. Kepentingan elit politik Elit politik inilah yang sebenarnya menginginkan kekuasaan baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif, sementara rakyat kalangan menengah kebawah tidak. Mereka tahu betul bahwa Daerah Tapanuli minus SDA, namun mereka hanya mengharap dana untuk pembangunan Tapanuli dari DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus) dari pusat. 2. Kepentingan agama Penduduk Tapanuli mayoritas beragama Nasrani dari berbagai sekte, yang terbesar adalah Katolik dan Protestan yang punya hubungan hirarki ke vatikan dan ke Amerika. Para pemeluknya amat loyal kepada pemimpin Gereja mereka sekalipun mereka bukan orang yang taat beragama. Keloyalan mereka bukan saja dari kalangan menengah kebawah tapi justru dari orang-orang yang mempunyai kedudukan di Pemerintahan dan legislatif, bahkan diantara mereka ada yang jadi trader misionaris seperti Rudolf M. Pardede (Gubsu), RE Nainggolan (Kepala Bappedasu), Edward Simanjuntak (Asisten Bidang Pemerintahan Kantor Gubernur SU) dan lain-lain. Kalau kita surut ke belakang pada masa penjajahan Belanda, bawah Tapanuli lebih mudah dikuasai penjajah, apalagi setelah tewasnya Raja Sisingamangaraja sebagai pahlawan yang konon beragama Islam (Simbol/lambang beraksara Arab). Belanda telah menjadikan Tapanuli termasuk Siantar atau Simalungun sebagai pusat misionaris di wilayah Indonesia bagian Barat, yang ditandai dengan berdirinya sekolah-sekolah atau zending Misionasir. Dari sanalah mereka menyebarkan agama nasrani yang rencananya akan menjadikan Sumatera dalam tempo 25 tahun suclah memeluk agama Nasrani dan Indonesia 50 tahun. Rencana ini mereka tidak tercapai bahkan sebaliknya banyak orang Tapanuli yang kemudian masuk Islam. Sama halnya pada masa Daulah Islam abad ke 16 M gerakan atau serangan misionasi selalu mengalami kegagalan, namun berkat kegigihan kader-kader mereka akhirnya mereka menuai keberhasilan, yaitu walaupun secara ibadah ritual umat Islam tetap memeluk agamanya, tapi dari segi pemikiran dan perasaan tidak lagi Islam. Aqidah dan Syariat Islam sebagai solusi dalam pemecah setiap problematika dan tuntunan dalam segala aspek kehidupan telah ditinggalkan. Begitu juga untuk Indonesia mereka tidak akan pernah berhenti bahkan makin gigih sampai nantinya mereka mencapai keberhasilan. Lambat tapi pasti, walaupun dengan berbagai cara termasuk menuntut berbagai hak melalui lembaga Pemerintahan, jalan kekerasan dan paksaan terus mereka lakukan. Buktinya adalah banyak sekolah-sekolah mulai dari TK sampai dengan Perguruan Tinggi telah mereka dirikan diberbagai daerah di Indonesia dengan predikat dan prestasi yang lebih balk dibanding sekolah dan perguruan Tinggi Pern.erintah apa lagi jika dibanding dengan milik ormas Islam dan dari populasi penduduk terjadi penurunan persentasi umat Islam dari 95% menjadi 82% saat ini. Diberbagai daerah di seluruh Indonesia termasuk daerah yang penduduknya mayoritas muslim pun mereka terus berupaya menguasai fungsi-fungsi strategic semisal Kepala Daerah (Gubernur dan Bupati/Walikota), Lembaga Penegak Hukum dan KepoIisian/militer bahkan sampai ke Presiden, kalaupun yang terpilih orang Islam tapi pemikirannya kapitalis sekuler yang dapat mereka manfaatkan dan kendalikan; Contoh kasus terakhir adalah dilaksanakannya CCA = Konferensi Gereja-Gereja se Asia di Medan yang rencanya akan dibuka oleh Presiden SBY, namun tidak jadi karena bersamaan dengan isu terjadi bencana alam di berbagai daerah lalu digantikan oleh Menag, sebelumnya juga telah diadakan Pasparwari yang dibuka oleh Presiden SBY. Contoh lain yang pernah ada di Indonesia diantaranya ialah - Ketika Indonesia merdeka orang-orang kristen menduduki jabatan penting dalam pemerintahan dan memiliki pengaruh besar dalam percaturan politik bahkan sejak masa rezim Suharto hingga Megawati. - Mereka mampu mengupayakan perubahan mukadimah UUD RI dari "Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya" menjadi "Ketuhanan Yang Maha Esa". - Dengan basil perjuangan mereka juga, pada tahun 1973 keluarnya UU Perkawinan. Mendukung RUU Peradilan Agama 1989. - Mereka bahkan memanfaatkan Presiden RI Abdul Rahman Wahid dalam berbagai hal untuk kepentingan mereka. - Konflik horizontal sejak tahun 1997 yang melibatkan pemeluk Islam dan Kristen diberbagai wilayah di Indonesia seperti di Kalbar, Timtim, NTT, Arnbpn, Irian, Poso dan Maluku. Ini adalah buah dari kristenisasi yang diperovokasi / digerakkan oleh asing. - Serangan misisonaris/Nasrani ini tentunya tidaklah berdiri sendiri, tapi sejak dari awal penjajahan di Indonesia dan serangan misionaris di Daulah Islam pada abad 16 M adalah merupakan sekenario global negara-negara kapitalis sekuler dengan menggunakan tiga cara dalam metode (thoriqah) imperialisnya yaitu gold = emas/harta kekayaan, glori = kekuasaan dan gospel = pengijilan/ isionasi. Untuk kasus perjuangan pembentukan Protap diduga sangat kuat merupakan bagian dari sekenario global kapitalisme, sampai akhirnya diketahui kalau Protap ini berhasil maka Protap ini akan dijadikan pusat kristen di Asia Pacific, inilah grand plannya. Wajarlah kalau mereka berusaha sekuat daya dan tenaga yang ada, bahkan bukan tidak mungkin mereka akan menggunakan tangan asing untuk menekan Pemerintah Indonesia. Begitu juga kalau protap ini sudah jadi mereka juga akan meminta bahkan menekan pemerintah pusat agar membantu mereka terutama dari segi dana dan menuntut hal-hal lainnya dalam rangka memuluskan grand plantnnya. Walhasil Protap nantinya akan menjadi duri dalam daging di Negara Indonesia yang sebelumnya juga memang sudah banyak durinya yang hingga saat ini belum dapat dikeluarkan. Artinya makin menambah panjang deretan persoalan di negeri yang berpenduduk muslim terbesar diplanet bumi ini. Ingat! bila mereka sedikit banyak menuntut, kalau banyak menindas bahkan membunuh. Kondisi ini tentunya akan memperbanyak tantangan dan hambatan bagi perjuangan menegakkan syariat dan khilafah di negeri ini. "Sesungguhnya orang-orang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah, mereka akan menafkahkan harta itu, Kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. dan ke dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan (Q.S. Al Anfal : 36). PEMBENTUKAN PROPINSI DALAM DAULAH ISLAM Dalam Sistem Pemerintahan Islam juga dikenal apa yang disebut dengan propinsi atau kewilayahan. Setiap Propinsi/Wilayah di pimpin oleh seorang wali, bahkan ada pada tingkat yang lebih rendah lagi yaitu Imalah/keamilan/kabupaten/kota. Pembagian wilayah akan dibuat sesuai kebutuhan yaitu luasnya negara/Daulah Islam. Adanya wilayah-wilayah dalam sistem Islam sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW, hingga masa-masa akhir pemerintahan islam di Turki. Pembentukan propinsi ataupun kabupaten bukanlah atas desakan daerah apalagi rekomendasari dari DPRD Tk II, tetapi berdasarkan kebijakan khalifah clan atau adanya daerah usriyah ataupun kharajiyah. Khalifah merupakan kepemimpinan umum bagi seluruh kaum muslimin, sedangkan Gubernur/Wali diangkat clan diberhentikan oleh khalifah. Jadi khalifah mempunyai kewenangan yang sangat lugs dalam islam karena memang umat telah menyerahkan kewenangan itu kepadanya namun tetap dalam koridor Al Qur'an dan Sunnah Rasulnya. Wali/Gubernur menjalankan tugas/ kewenangannya yang diamanahkan oleh Khalifah kepadanya seperti kewenangan politik dalam negeri, kewenangan administrasi dan teknis lain-lainnya. Jadi Wali sesungguhnya adalah wakil khalifah, sehingga dia senantiasa melaksanakan tugas-tugas yang diwakilkan khalifah berdasarkan aclad inabah (aqad untuk mewakili). Dalam melaksanakan tugasnya wali bertanggung jawab pada Khalifah terutama kepada Allah karena semata-mata menjalankan perintah Allah, begitujuga pada tingkat anvil (bupati/walikota) dan seterusnya ke bawah. KHATIMAH Ide pembentukan Protap adalah bagian dari sekenario global Kapitalis sekuler dengan menggunakan misionaris sebagai ujung tombaknya. Misinionaris inilah yang akan dan telah terbukti meluruskan jalan bagi imperialisme di dunia Islam seperti Indonesia.. Dalam strategisnya mereka menggunakan berbagai cara bahkan dengan berbaju sosialis komunis. Jalan mules misionaris ini akan mereka dapatkan ketika ada beberapa hal pada diri umat Islam Pertama: Kebodohan Umat Islam tidak faham tentang Islam itu sendiri, kecuali hanya sebatas ritual ibadah, akhlak dalam artian sempit, dan sedikit tentang Aqidah Ruhiyah. Umat tidak faham bahwa Islam juga sebagai mabda. Kedua: Kemiskinan Kemiskinan terjadi karena dua hal yaitu : a.Miskin secara pribadi/keluarga karena lemah baik fisik maupun pemikiran. b.Miskin yang terjadi karena kemiskinan struktural, ini akibat sistem kapitalis yang diterapkan oleh negara. Ketiga : Konflik Konflik antar sesama ormas/parpol/golongan Islam yang disebutkan dengan konflik,internal umat Islam. Ini juga terjadi karena tidak faham Islam dan adanya kepentingan Untuk mengatasi berbagai persoalan yang melilit umat Islam, termasuk ide dibalik Protap ini maka umat Islam bai! pribadi/keluarga dan masyarakat (bukan masyarakat menurut istilah sebenarnya) tetap berpegang teguh pada aqidah dan syariat Islam meskipun Daulah belum berdiri. Secara personal kita juga berkewajiban menjalin/melindungi keluarga, kerabat dekat maupun jauh dari serangan misionaris baik dengan jalan membantu yang miskin maupun mencerdaskan mereka yang bodoh. Khusus untuk ide Protap ini seluruh komponen clan elemen umat Islam hares bersuara lantang menolak dan menentang pembentukannya dengan cara yang sesuai syarait Islam. " Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman. (Q.S. An Nisa : 141) kiriman : Pengelana Hidup - Anak Medan "Manusia yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa, paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan silaturahmi." (Muhammad SAW). kampusku Blogku [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ === Paket Umrah Mulai US$ 1.490 Paket ONH Plus 2009 (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 Informasi lengkap di: http://www.media-islam.or.id Ingin belajar Islam? Kirim email ke [email protected]! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

