Betul itu pak...Jaman sekarang, hampir tak ada lagi yang mau "bekerja tanpa pamrih" seperti yang dahulu sering disampaikan guru sekolah dasar saya...
Coba kalo polisi atau petugas rumah sakitnya diberi amplop dengan beberapa lembar uang 50 ribuan... Atau yang korbannya adalah kerabat pejabat, artis atau orang terkenal... Pasti beres segala urusan... Walaupun sudah digaji pake uang rakyat !!! ________________________________ From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of A Nizami Sent: Monday, February 23, 2009 2:25 PM To: syiar-islam; [email protected]; [email protected]; Saksi Subject: [syiar-islam] Puskesmas Menolak - Korban Perkosaan 5 Hari Terlantar Pingsan di Pos Ronda Assalamu'alaikum wr wb, Di tengah berbagai iklan kampanye pemilu yang memuat kesuksesan berbagai parpol pendukung pemerintah dalam mensejahterakan rakyat, muncul berita tak sedap. Devi, seorang perempuan dibius dan diperkosa. Namun Puskesmas Pamulang menolak menerima dengan alasan bukan warga setempat. Polisi juga tidak memeriksa karena berpendapat korban masih pingsan. Akibatnya Devi tergolek 5 hari (mungkin hingga saat ini) di pos ronda yang terbuka dengan bantuan seadanya dari warga setempat. Harusnya Puskesmas menerimanya karena Devi adalah manusia. Tugas mereka harusnya menolong manusia. Jika tak mampu, beri rujukan ke RS terdekat. Begitu pula polisi. Harusnya mereka mengayomi dan melindungi masyarakat. Begitu ada wanita diperkosa dan pingsan, harusnya mereka melindunginya dan membawa ke RS untuk dapat perawatan. Bukan membiarkan begitu saja. Para petugas Puskesmas dan Polisi adalah petugas negara yang digaji pakai uang rakyat. Harusnya mereka melayani rakyat. Bukan tidak peduli pada rakyatnya. "Barangsiapa diserahi kekuasaan urusan manusia lalu menghindar (mengelak) melayani kaum lemah dan orang yang membutuhkannya maka Allah tidak akan mengindahkannya pada hari kiamat. (HR. Ahmad)" http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=52393&ik=2 <http://www.poskota.co.id/news_baca.asp?id=52393&ik=2> Wanita Dibius 5 Hari Pingsan Minggu 22 Februari 2009, Jam: 7:49:00 TANGERANG (Pos Kota) - Mengenaskan. Wanita korban pembiusan tergolek selama lima hari di pos ronda, Jalan Setia Budi, Gang Delima 1, RT 01/01 Kelurahan Pamulang Timur, Tangerang. Diduga wanita malang itu juga diperkosa dan harta bendanya dirampok. Korban, Devi, 30, hingga Sabtu (21/2) sore belum juga siuman. Untuk memulihkan kondisi tubuhnya, pengurus RT setempat bersama warga membawa Devi ke RS Bhineka Bhakti Husada, Pamulang, pukul 16.15. Yani, 22, warga, menjelaskan pada Senin (16/2) pagi, korban datang untuk menanyakan alamat seorang wanita rekannya yang sama-sama berasal dari Cirebon, Jawa Barat. "Ia bilang hendak diajak kerja sama," katanya. Saat datang pertama kali ke tempat itu, Devi membawa tas serta HP. Karena tak berhasil bertemu orang yang dicari, Devi lalu pamit. Katanya ia akan pulang ke Cirebon. Diduga, di tengah jalan inilah korban bertemu dengan pembius hingga tak sadarkan diri lalu memperkosanya. Pada Selasa (17/2) pagi, Devi ditemukan warga tergeletak di pinggir Jalan Setia Budi, Pamulang Timur. Oleh seorang pria, wanita itu dibawa ke pos ronda. Namun kali ini semua barang bawaan Devi, termasuk HP sudah lenyap. Selain itu, Devi juga tidak bisa diajak bicara. DIBAWA KE PUSKESMAS Ketua RT 01/01, Muhamad TS bersama warga pada Rabu (18/2) membawa Devi ke Puskesmas Pamulang untuk diobati. Namun pihak puskesmas menolak mengobati Devi dengan alasan wanita itu tidak mempunyai KTP atau tanda pengenal apa pun. "Akhirnya ia kami bawa kembali ke pos ronda. Warga pun mengobati secara perlahan, termasuk memberi makan dan minuman ringan," katanya. Di lain pihak, warga juga melapor ke Polsek Pamulang. Namun, petugas mengaku belum bisa memeriksa. Sejak itulah, Devi dibaringkan di pos ronda. "Pada Kamis (19/2), ia dimandikan Ibu Pungut dibantu ibu yang lain. Melihat kondisinya warga menduga ia diperkosa," kata Yani. Menurut Muhamad TS, sejak Devi dibawa ke pos ronda, ia belum bisa bercerita. Hanya sekali-kali sadar dan berbicara sedikit. "Warga patungan untuk membeli obat, makanan maupun minuman," tukasnya. Kapolsek Pamulang, AKP Heru Purnomo, berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut. "Soal adanya laporan warga ke polisi, belum ditindaklanjuti karena yang bersangkutan belum sadar. Kalau dia sadar, baru kami minta keterangan," ujarnya. (tiyo/M4/ok)@ === Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490 ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900 Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id <http://www.media-islam.or.id> Ingin belajar Islam? Kirim email ke: [email protected] <mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com> Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/ <http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/> CONFIDENTIALITY This e-mail message and any attachments thereto, is intended only for use by the addressee(s) named herein and may contain legally privileged and/or confidential information. If you are not the intended recipient of this e-mail message, you are hereby notified that any dissemination, distribution or copying of this e-mail message, and any attachments thereto, is strictly prohibited. If you have received this e-mail message in error, please immediately notify the sender and permanently delete the original and any copies of this email and any prints thereof. ABSENT AN EXPRESS STATEMENT TO THE CONTRARY HEREINABOVE, THIS E-MAIL IS NOT INTENDED AS A SUBSTITUTE FOR A WRITING. Notwithstanding the Uniform Electronic Transactions Act or the applicability of any other law of similar substance and effect, absent an express statement to the contrary hereinabove, this e-mail message its contents, and any attachments hereto are not intended to represent an offer or acceptance to enter into a contract and are not otherwise intended to bind the sender, Sanmina-SCI Corporation (or any of its subsidiaries), or any other person or entity. [Non-text portions of this message have been removed]

