MAKA MENJADI PENTING, DIINGATKAN DAN DISADARKAN UMAT 

JANGAN PILIH PARTAI YANG SEPERTI BERSIH KELIHATANNYA

JANGAN PILIH PARTAI YANG DUKUNG MENTERI TOKOH KAPITALISME PEREMPUAN

JANGAN DUKUNG PARTAI YANG DUKUNG CAPRES/CAWAPRES PEREMPUAN

 

SIMPLE

 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of A Nizami
Sent: 27 Februari 2009 8:39
To: syiar-islam; [email protected]; [email protected];
Saksi; Forsimpta
Subject: [Sabili] Pilihlah Pemimpin yang Saleh. Bukan yang Banyak Uang.

 


Assalamu'alaikum wr wb,

Dalam satu wawancara di TV, Inu Kencana (Dosen STPDN) menyatakan bahwa
dia ditawari jadi calon Gubernur dan Calon Bupati oleh satu parpol yang
berbau Islam. Namun sayangnya menurut Inul untuk jadi calon Bupati, dia
dimintai uang Rp 3 milyar. Sementara untuk jadi calon Gubernur dimintai
uang Rp 8 milyar. Karena tidak punya uang, Inu pun mundur.

Pengurus parpol tersebut ketika dimintai keterangan sedikit membantah..
Katanya uang itu adalah dana untuk kampanye. Jadi kalau anggaran untuk
kampanye misalnya Rp 8 milyar, diminta calon itu sanggupnya bayar
berapa. Karena "tidak cocok", akhirnya orang sebaik Inu gagal
dicalonkan.

Di antara calon dari parpol tersebut yang berhasil maju di antaranya
adalah dari institusi Polri.

Namun jika kita pikir-pikir, jika polisi dan dosen dimintai uang
milyaran rupiah untuk jadi calon bupati atau calon gubernur, apakah
parpol tersebut tidak sadar dia menyuruh orang jadi koruptor untuk jadi
pemimpin? Berapa sih penghasilan polisi atau dosen? Apalagi survey TII
baru-baru ini menyatakan Polri sebagai lembaga terkorup.

Bagaimana bisa didapat pemimpin yang bersih jika calon pemimpin dimintai
uang milyaran rupiah padahal mereka cuma PNS atau polisi? Kalau pun
mereka bisa pinjam uang milyaran rupiah, jika berhasil mereka bukan
berbakti pada rakyatnya tapi justru "balas budi" kepada donaturnya. Jika
gagal, mereka bisa stress seperti satu calon bupati di Jawa Timur yang
jadi gila.

Dalam Islam yang harus dijadikan pemimpin adalah orang yang amanah,
cerdas, benar, dan pintar berkomunikasi. Bukan orang yang banyak uang.
Nabi Muhammad adalah orang sederhana, demikian pula Sayidina Ali. Abu
Sofyan jauh lebih kaya. Toh ummat Islam memilih orang yang sederhana
seperti Nabi Muhammad SAW dan Sayidina Ali sebagai pemimpin. Bukan Abu
Sofyan.

Apabila Allah menghendaki kebaikan bagi suatu kaum maka dijadikan
pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang bijaksana dan dijadikan
ulama-ulama mereka menangani hukum dan peradilan. Juga Allah jadikan
harta-benda di tangan orang-orang yang dermawan. Namun, jika Allah
menghendaki keburukan bagi suatu kaum maka Dia menjadikan
pemimpin-pemimpin mereka orang-orang yang berakhlak rendah. DijadikanNya
orang-orang dungu yang menangani hukum dan peradilan, dan harta berada
di tangan orang-orang kikir. (HR. Ad-Dailami)

Hendaknya ummat Islam memilih pemimpin yang saleh dan berilmu sehingga
mereka bisa memimpin dan menunjuki ummatnya. Bukan pemimpin yang korup
atau awam dalam agama/umum sehingga justru rakyatnya yang menunjuki
pemimpinnya.

Orang yang memilih pemimpin yang awam atau berakhlak buruk, akan
berakhir di neraka karena disesatkan oleh pemimpin mereka:

"Pada hari ketika muka mereka dibolak-balikan dalam neraka, mereka
berkata: "Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat
(pula) kepada Rasul." 
"Dan mereka berkata;:"Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati
pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan
kami dari jalan (yang benar)." [Al Ahzab:66-67]

Kadang ada orang yang meski dikenal sebagai ustad, namun Islamnya tidak
kaaffah (menyeluruh). Dia bisa mengajari murid-muridnya soal shalat,
puasa, dan haji dengan baik. Tapi dalam hal ekonomi, dia justru
mengikuti kaum Yahudi dan Nashara dengan mengikuti sistem Neoliberalis
Kapitalis yang menyengsarakan ummat manusia..

Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi
sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke
lubang biawak pun kamu ikut memasukinya. Para sahabat lantas bertanya,
"Siapa 'mereka' yang baginda maksudkan itu, ya Rasulullah?" Beliau
menjawab, "Orang-orang Yahudi dan Nasrani." (HR. Bukhari)

Sebagai contoh ada elit parpol dakwah yang berwenang memimpin komisi DPR
di bidang ESDM, ternyata kebijakan migas yang ditempuh mengikuti
kepentingan pasar sehingga migas harganya meroket, sering langka, dan
menyengsarakan seluruh rakyat. Dia membiarkan migas Indonesia dikuasai
oleh perusahaan2 migas dari negara2 kuffar yang membantai ummat Islam di
Iraq dan Afghanistan.

Padahal pemimpin Islam harus mengikuti sunnah Nabi yang
"Menasionalisasi" sumber air yang dimiliki orang Yahudi hingga bisa
dinikmati gratis oleh ummat Islam. Nabi Muhammad tidak pernah membiarkan
kekayaan alam yang dimiliki ummat Islam dikuasai oleh musuh Islam.
Bahkan Nabi pernah mengusir kaum Yahudi dari Madinah karena mereka
berkhianat ingin membunuh ummat Islam.

Pemimpin Islam harus mengikuti sunnah Nabi secara menyeluruh. Bukan cuma
masalah shalat, puasa, dan haji, tapi juga sistem ekonomi memakai sistem
ekonomi Islam. Sebagai contoh tidak layak ummat Islam dalam hal harga
minyak mengikuti harga pasar komoditas NYMEX yang tidak sesuai dengan
Islam karena sebagian besar jual-beli hanya dilakukan oleh para spekulan
tanpa ada perpindahan tempat dari penjual ke pembeli. Padahal dalam
Islam harus ada perpindahan tempat ke pembeli hingga barang mengalir
langsung dari produsen ke distributor, retailer, dan pembeli/pemakai.
Ada pun di pasar Komoditas kontrak minyak cuma berputar2 selama 72 bulan
antar spekulan hingga harga minyak membubung dari US$ 24/barrel jadi US$
147/barrel. Padahal 80% minyak di produksi sendiri oleh Indonesia dengan
biaya lifting hanya US$ 10/barrel.

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan,
dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan
itu musuh yang nyata bagimu." [Al Baqarah:208]

Meminta uang kepada seseorang agar jadi calon itu mirip seperti suap:

Allah melaknat penyuap, penerima suap dan yang memberi peluang bagi
mereka. (HR. Ahmad)

Keberhasilan beberapa calon seperti Walikota Depok yang mengalahkan
saingannya yang punya dana lebih banyak menunjukkan bahwa uang banyak
bukan penentu kemenangan dalam pemilu. Rakyat lebih memilih calon
pemimpin yang populer dan bersih ketimbang calon pemimpin yang banyak
uang tapi image-nya tidak bersih..

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

===
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id <http://www.media-islam.or.id> 
Ingin belajar Islam?
Kirim email ke: [email protected]
<mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com> 

Pemanasan global? Apa sih itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
http://id.answers.yahoo.com <http://id.answers.yahoo.com> 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke