Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: wirawan <[email protected]>

Date: Mon, 2 Mar 2009 21:45:03 
To: Tauziyah<[email protected]>
Subject: [Tauziyah] Peran "Lawrence Of Arabia" di Balik Berdirinya Kerajaan 
Saudi


*Peran "Lawrence Of Arabia" di Balik Berdirinya Kerajaan Saudi*

*Oleh : Redaksi <http://swaramuslim.net/> 16 Mar, 07 - 11:01 pm*

NB:

Link Foto King Fahd pakai SALIB MAWAR / ROSE CROSS (salah satu dari beberapa
jenis bentuk salib di dunia, selain ROSE CROSS, ada juga CRUX GEMMATA yang
dipopulerkan di sini oleh Dan Brown melalui DA VINCI CODE)

http://www.kingfahdbinabdulaziz.com/jpghi/f147.htm


Foto-foto terlampir.

[image: image][image: image]Menurut logika yang sehat, seharusnyalah
Kerajaan Saudi Arabia menjadi pemimpin bagi Dunia Islam dalam segala hal
yang menyangkut keIslaman. Pemimpin dalam menyebarkan dakwah Islam,
sekaligus pemimpin Dunia Islam dalam menghadapi serangan kaum kuffar yang
terus-menerus melakukan serangan terhadap agama Allah SWT ini dalam berbagai
bentuk, baik dalam hal *Al-Ghawz Al-Fikri* (*serangan pemikiran dan
kebudayaan*) maupun serangan *Qital*.

Seharusnyalah Saudi Arabia menjadi pelindung bagi *Muslim Palestina, Muslim
Afghanistan, Muslim Irak, Muslim Pattani, Muslim Rohingya, Muslim Bosnia,
Muslim Azebaijan*, dan kaum Muslimin di seluruh dunia. Tapi yang terjadi
dalam realitas sesungguhnya, mungkin masih jadi pertanyaan banyak pihak.
Karena harapan itu masih jauh dari kenyataan.

[image: image][image: image]*Craig Unger*, mantan deputi director New York
Observer di dalam karyanya yang sangat berani berjudul �*Dinasti Bush
Dinasti Saud*� <http://swaramuslim.com/more.php?id=5340_0_1_0_M> (2004)
memaparkan kelakuan beberapa oknum di dalam tubuh kerajaan negeri itu,
bahkan di antaranya termasuk para pangeran dari keluarga kerajaan (
www.houseofbush.com ).

�*Pangeran Bandar* yang dikenal sebagai �*Saudi Gatsby*� dengan ciri khas
janggut dan jas rapih, adalah anggota kerajaan Dinasti Saudi yang bergaya
hidup Barat, berada di kalangan jetset, dan belajar di Barat. Bandar selalu
mengadakan jamuan makan mewah di rumahnya yang megah di seluruh dunia. Kapan
pun ia bisa pergi dengan aman dari Arab Saudi dan dengan entengnya melabrak
batas-batas aturan seorang Muslim. *Ia biasa minum Brandy dan menghisap
cerutu Cohiba, � tulis Unger*.

Bandar, tambah Unger, merupakan contoh perilaku dan gaya hidup sejumlah
syaikh yang berada di lingkungan kerajaan Arab Saudi. �*Dalam hal gaya hidup
Baratnya, ia bisa mengalahkan orang Barat paling fundamentalis sekali pun*.
�

[image: image]Bandar adalah putera dari Pangeran Sultan, Menteri Pertahanan
Saudi. Dia juga kemenakan dari Raja Fahd dan orang kedua yang berhak
mewarisi mahkota kerajaan, sekaligus cucu dari (alm) King Abdul Aziz,
pendiri Kerajaan Saudi modern.

Bukan hanya Pangeran Bandar yang begitu, beberapa kebijakan dan sikap
kerajaan terakdang juga agak membingungkan. Siapa pun tak kan bisa
menyangkal bahwa Kerajaan Saudi amat dekat�jika tidak bisa dikatakan sekutu
terdekat�Amerika Serikat. Di mulut, para syaikh-syaikh itu biasa mencaci
maki Zionis-Israel dan Amerika, tetapi mata dunia melihat banyak di antara
mereka yang berkawan akrab dan bersekutu dengannya.

Barangkali kenyataan inilah yang bisa menjawab mengapa Kerajaan Saudi
menyerahkan penjagaan keamanan bagi negerinya�termasuk Makkah dan
Madinah�kepada tentara Zionis Amerika.

Bahkan dikabarkan bahwa Saudi pula yang mengontak *Vinnel Corporation* di
tahun 1970-an untuk melatih tentaranya, *Saudi Arabian National
Guard*(SANG) dan mengadakan logistik tempur bagi tentaranya. Vinnel
merupakan
salah satu *Privat Military Company* (PMC) terbesar di Amerika Serikat yang
bisa disamakan dengan perusahaan penyedia tentara bayaran.

Ketika umat Islam dunia melihat pasukan Amerika Serikat yang hendak
mendirikan pangkalan militer utama AS dalam menghadapi invasi Irak atas
Kuwait beberapa tahun lalu, maka hal itu tidak lepas dari kebijakan
orang-orang yang berada dalam kerajaan tersebut.

Langkah-langkah mengejutkan yang diambil pihak Kerajaan Saudi tersebut
sesungguhnya tidak mengejutkan bagi yang tahu latar belakang berdirinya
Kerajaan Saudi Arabia itu sendiri. Tidak perlu susah-susah mencari tahu
tentang hal ini dan tidak perlu membaca buku-buku yang tebal atau bertanya
kepada profesor yang sangat pakar.

Pergilah ke tempat penyewaan VCD atau DVD, cari sebuah film yang dirilis
tahun 1962 berjudul �*Lawrence of Arabia*� dan tontonlah. Di dalam film yang
banyak mendapatkan penghargaan internasional tersebut, dikisahkan tentang
peranan seorang letnan dari pasukan Inggris bernama lengkap *Thomas Edward
Lawrence*, anak buah dari Jenderal Allenby (jenderal ini ketika merebut
Yerusalem menginjakkan kakinya di atas makam Salahuddin Al-Ayyubi dan dengan
lantang berkata, �*Hai Saladin, hari ini telah kubalaskan dendam kaumku dan
telah berakhir Perang Salib dengan kemenangan kami!*�.

Film ini memang agak kontroversial, ada yang membenarkan namun ada juga yang
menampiknya. Namun produser mengaku bahwa film ini diangkat dari kejadian
nyata, yang bertutur dengan jujur tentang siapa yang berada di balik
berdirinya Kerajaan Saudi Arabia.

Konon kala itu Jazirah Arab merupakan bagian dari wilayah kekuasaan
Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, sebuah kekhalifahan umat Islam dunia yang
wilayahnya sampai ke Aceh. Lalu dengan bantuan Lawrence dan jaringannya,
suatu suku atau klan melakukan pemberontakan (bughot) terhadap Kekhalifahan
Turki Utsmaniyah dan mendirikan kerajaan yang terpisah, lepas, dari wilayah
kekhalifahan Islam itu.

Bahkan di film itu digambarkan bahwa klan Saud dengan bantuan Lawrence
mendirikan kerajaan sendiri yang terpisah dari khilfah Turki Utsmani.
Sejarahwan Inggris, *Martin Gilbert*, di dalam tulisannya *Lawrence of
Arabia was a Zionist*� seperti yang dimuat di Jerusalem Post edisi 22
Februari 2007, menyebut Lawrence sebagai agen Zionisme.

Sejarah pun menyatakan, hancurnya Kekhalifahan Turki Utsmani ini pada tahun
1924 merupakan akibat dari infiltrasi Zonisme setelah Sultan Mahmud II
menolak keinginan Theodore Hertzl untuk menyerahkan wilayah Palestina untuk
bangsa Zionis-Yahudi. Operasi penghancuran Kekhalifahan Turki Utsmani
dilakukan Zionis bersamaan waktunya dengan mendukung pembrontakan Klan Saud
terhadap Kekalifahan Utsmaniyah, lewat Lawrence of Arabia.

Entah apa yang terjadi, namun hingga detik ini, Kerajaan Saudi Arabia, walau
Makkah al-Mukaramah dan Madinah ada di dalam wilayahnya, tetap menjadi
sekutu terdekat Amerika Serikat. Mereka tetap menjadi sahabat yang manis
bagi Amerika.

Selain film �*Lawrence of Arabia*�, ada beberapa buku yang bisa
menggambarkan hal ini yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
Antara lain:

   - Wa�du Kissinger (Belitan Amerika di Tanah Suci, Membongkar Strategi AS
   Menguasai Timur Tengah, karya DR. Safar Al-Hawali�mantan Dekan Fakultas
   Akidah Universitas Ummul Quro Makkah, yang dipecat dan ditahan setelah
   menulis buku ini, yang edisi Indonesianya diterbitkan Jazera, 2005)

   - Dinasti Bush Dinasti Saud, Hubungan Rahasia Antara Dua Dinasti Terkuat
   Dunia (Craig Unger, 2004, edisi Indonesianya diterbitkan oleh Diwan, 2006)

   - Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia (George Lenczowski, 1992)

   - History oh the Arabs (Philip K. Hitti, 2006)


Sebab itu, banyak kalangan yang berasumsi bawah berdirinya Kerajaan Saudi
Arabia adalah akibat "pemberontakan" terhadap Kekhalifahan Islam Turki
Utsmani dan diback-up oleh Lawrence, seorang agen Zionis dan bawahan
Jenderal Allenby yang sangat Islamofobia. Mungkin realitas ini juga yang
sering dijadikan alasan, mengapa Arab Saudi sampai sekarang kurang perannya
sebagai pelindung utama bagi kekuatan Dunia Islam, wallahu a'lam.
(Rz/eramuslim)

Sumber : www. swaramuslim.com
http://swaramuslim.com/galery/more.php?id=A5523_0_18_0_M



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke