SIARAN PERS
LEMBAGA KEMANUSIAAN NASIONAL PKPU
Mengenal Pondok Gizi Ibu Sadar Gizi PKPU
JAKARTA - Permasalahan gizi, baik gizi kurang maupun buruk masih sering
dijumpai di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Data Dinkes 2005 menunjukkan
bahwa balita yang mengalami masalah gizi kurang berkisar 5.040.000 balita (28%)
dan gizi buruk berkisar 1.584.000 balita (8.8%).
Sedangkan menurut data Susenas 2007 terdapat 13% balita dengan status gizi
kurang dan 5,4% balita berstatus gizi buruk dari 18 juta balita. Permasalahan
pokoknya terdapat pada 6 faktor.
Pertama, pengetahuan ibu tentang gizi yang rendah. Kedua, pendapatan keluarga
yang rendah. Ketiga, persediaan pangan tingkat rumah tangga yang rendah.
Keempat, perilaku pengasuhan yang belum sehat. Kelima, konsumsi makanan yang
tidak mengikuti kaidah gizi dan kesehatan dan keenam, kondisi kesehatan anak.
Penanganan terhadap masalah (gizi kurang-gizi buruk) di masyarakat melalui
posyandu ternyata belum berjalan dengan baik dan pola penanganan dalam
mengatasi masalah gizi kurang dan buruk ini juga belum optimal.
Di posyandu, pemberian makanan tambahan (PMT) sebagai suatu aksi gizi, akan
tetapi masih sekedar untuk mengisi kegiatan posyandunya saja, belum sampai pada
substansi PMT itu sendiri yakni meningkatkan kualitas makanan bergizi agar
balita mengalami tumbuh kembang yang sehat.
Sisi lainnya, pola perbaikan gizi balita, sangat tergantung pada perilaku ibu
dalam pemberian makanan dan pengasuhan anak. Perilaku merupakan cerminan dari
pengetahuan ibu tentang gizi, pangan, kesehatan dan pemahaman terhadap tahapan
tumbuh kembang anak.
Kenyataannya, masih banyak ibu-ibu yang belum mengerti arti pentingnya gizi
pada anak. Untuk itu, pola pendampingan secara langsung dalam upaya perbaikan
gizi merupakan langkah kebijakan gizi yang harus kita jalankan secara
berkelanjutan.
Disinilah dirasakan penting adanya Pondok Gizi Budarzi (Ibu Sadar Gizi), yaitu
sebuah program perbaikan gizi yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat
(Community Development) dalam menangani masalah-masalah gizi suatu masyarakat.
Program Pondok Gizi Budarzi (PG Budarzi) sendiri merupakan program pelayanan
gizi masyarakat yang berorientasi pada pemeliharaan kesehatan dan gizi balita,
pembangunan kesadaran masyarakat khususnya ibu untuk menerapkan kaidah gizi dan
kesehatan dalam menyusun menu keluarga khususnya balita, mendampingi dan
melayani serta memanfaatkan potensi lokal dalam upaya meningkatkan dan
memperbaiki status gizi masyarakat.
Lingkup kegiatan Pondok Gizi Budarzi meliputi scaning status gizi, scanning
kualitas konsumsi, pemberian makanan tambahan, konsultasi gizi dan kesehatan,
pendampingan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
Wilayah-wilayah yang menjadi lokasi program Pondok Gizi Budarzi adalah DI
Yogyakarta di Kecamatan Pundong, di Kabupaten Klaten Jawa Tengah (di wilayah
Puskesmas Manisrenggo, Jogonalan 1 dan 2, dan Prambanan), di Kabupaten Aceh
Utara NAD (wilayah puskesmas Syamtalira Aron, puskesmas Meurah Mulia dan
Puskesmas Langkahan) di DKI Jakarta (Manggarai, Tomang, Pondok Bambu, Klender,
Duren Sawit dan Jagakarsa).
Sebuah kesempatan yang sangat berharga dalam upaya peningkatan derajat
kesehatan dan gizi Balita di bumi persada Indonesia khususnya kaum dhuafa yang
hingga kini masih memiliki masalah di bidang gizi balita. Resiko yang paling
besar adalah adanya “Lost Generation“.
Hanya ada satu cara untuk menurunkan tingginya angka gizi kurang dan gizi buruk
di negera yang kita cintai yakni kebersamaan kita dalam memerangi masalah gizi.
Yaitu dengan memberikan yang terbaik bagi masyarakat (khususnya dhuafa) yang
memiliki Balita, dengan membantu mereka dalam upaya peningkatan derajat
kesehatan dan gizi balita.
Cecep Y. Pramana
Media Center
Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Pusat
Jl. Raya Condet No. 27-G Batu Ampar Jakarta Timur 13520
Telp: 021-87780015
Fax: 021-87780013
Web : www.pkpu.or.id
Informasi Pondok Gizi Budarzi PKPU dan Kerjasama:
Wildhan Dewayana, ST (Direktur Penghimpunan PKPU-0811890043)
Ir. Alwan Bukhori (Manajer Layanan Gizi PKPU-08158513020)
Alfiqih Taufiq (Ketua Tim Aksi Gizi Sejuta Balita PKPU-081383189094)
Nb: Kami ucapkan terimakasih atas perhatiannya.
[Non-text portions of this message have been removed]