Wa'alaikum salam wr wb,
Kalau satu draft khusus yang detail dan komprehensif saya belum buat. Tapi 
beberapa fragmen tentang ekonomi saya sudah menulis.

1. Intinya Ekonomi Islam itu tidak spekulatif. Uang/barang harus berputar 
lancar dari produsen>distributor>retailer>pembeli. Oleh karena itu spekulasi 
pasar saham, uang, dan komoditas harus dihentikan karena merugikan orang banyak 
(kerap menimbulkan krisis ekonomi).

http://syiarislam.wordpress.com/2007/11/26/mengapa-jual-beli-saham-itu-haram/
“Dari Ma’mar bin Abdullah ra, Rasulullah bersabda: “Tidak ada yang menimbun 
(agar harga naik), kecuali orang yang berdosa” (HR Muslim)

2. Hajat-hidup orang banyak, seperti makanan, minuman, energi itu harus 
terjangkau oleh rakyat. Tidak mengikuti harga spekulan pasar, Sebagai contoh 
Nabi menyuruh sahabat membeli dan menggratiskan air yang sebelumnya 
dikomersialisasikan oleh orang Yahudi.

http://media-islam.or.id/2008/09/16/paham-ekonomi-neoliberalisme-bertentangan-dengan-islam/

3. Kekayaaan alam itu milik bersama. Tidak boleh dimonopoli oleh sekelompok 
pengusaha, apalagi dari negeri kafir harbi. Hasilnya untuk kemakmuran rakyat. 
Bukan untuk segelintir kapitalis/pemilik saham/uang.

Kaum muslimin berserikat (memiliki bersama) dalam tiga hal, yaitu air, 
rerumputan (di padang rumput yang tidak bertuan), dan api (migas/energi). (HR. 
Ahmad dan Abu Dawud)


4. Mandiri. Mengelola ekonomi sendiri. Tidak bergantung kepada orang kafir 
harbi. Mayoritas pekerja di perusahaan asing adalah rakyat Indonesia. Anak2 
Indonesia sering jadi juara dunia olimpiade sains dan matematika. Bahkan PT 
INKA juga sudah bisa bikin mobil (tinggal presiden mau dukung/tidak). Jadi 
Indonesia/ummat Islam harusnya bisa mandiri.

“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, 
maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu 
khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari 
karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha 
Bijaksana.” [At Taubah:28]

5. Tidak bergantung kepada hutang. Meski Nabi di beberapa hadits disebut pernah 
berhutang, tapi Nabi selalu berdoa agar tidak dibelenggu oleh hutang. Saat ini 
hutang Indonesia US$ 125 milyar (Rp 1.500 trilyun). Jauh di atas APBN yang cuma 
Rp 1.037 trilyun. Ini besar pasak daripada tiang. Dan pemberi hutang tsb cukup 
pintar untuk mengeruk lebih banyak misalnya memaksa Indonesia melakukan 
privatisasi dan menyerahkan kekayaan alamnya sehingga menurut PENA Rp 2000 
trilyun/tahun mengalir ke luar negeri. Harusnya ini bisa memakmurkan rakyat 
Indonesia.

6. Tidak mengkomersialisasikan Ilmu/Pendidikan. Boleh dikata Nabi Muhammad 
sangat mementingkan ilmu/pendidikan dan keutamaan orang yang mengajar dgn 
pahala yg terus mengalir. Nah ummat Islam jangan sampai akhirnya turut 
mengkomersialisasikan ilmu/pendidikan sehingga mayoritas rakyat Indonesia yang 
miskin jadi semakin bodoh.

===
Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam?
Kirim email ke: [email protected]


--- Pada Kam, 19/3/09, Iim Rohiman <[email protected]> menulis:

> Dari: Iim Rohiman <[email protected]>
> Topik: Re: [Saksi] Visi Ekonomi Parpol Islam Tidak Jelas
> Kepada: [email protected], "syiar-islam" <[email protected]>, 
> [email protected], [email protected], "Forsimpta" 
> <[email protected]>
> Tanggal: Kamis, 19 Maret, 2009, 9:24 PM
> Wa'alaikum pak Nizami, uraian mail di
> bawah cukup menggelitik
> 
> 
> 
> Mungkin pak Nizami or rekan2 lain ada yang punya draft
> terbaik bagaimana
> menuju rakyat Indonesia yang makmur;
> Versus HTI, atau Versus Salafy dll. Insya-Alloh akan
> menjadi
> pembelajaran untuk kita (baca;ana), ini bukan dalam
> kerangka bedebat
> dsb.
> 
> Ada yang punya, silahkan di sharing!
> 
> Wassalam.
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]]
> On Behalf Of A Nizami
> Sent: Friday, March 20, 2009 10:52 AM
> To: syiar-islam; [email protected];
> [email protected];
> Saksi; Forsimpta
> Subject: [Saksi] Visi Ekonomi Parpol Islam Tidak Jelas
> 
> 
> Assalamu'alaikum wr wb,
> Saat ini boleh dikata Visi Ekonomi Parpol Islam tidak
> jelas. Kalau
> mengenai masalah aliran sesat, pornografi, atau judi
> mungkin parpol
> Islam masih paham dan vokal soal itu. Tapi kalau menyangkut
> masalah
> ekonomi, sepertinya Parpol Islam belum menguasai Sistem
> Ekonomi mana
> yang sesuai dengan Islam, sehingga akhirnya Indonesia
> terjerumus ke
> dalam Sistem Ekonomi Kapitalis Neoliberalisme yang lebih
> menguntungkan
> Yahudi/AS ketimbang rakyat Indonesia/Ummat Islam. Padahal
> harusnya kita
> memeluk Islam secara Kaaffah (menyeluruh). Tidak
> setengah-setengah.
> 
> Sebagai contoh, 90% migas kita justru dikuasai perusahaan
> asing yang
> mayoritas dari AS, Negara kafir harbi yang saat ini
> membantai ummat
> Islam di Iraq dan Afghanistan dan merupakan pendukung utama
> negara
> Israel yang juga membantai Muslim di Palestina. Emas,
> Perak, Tembaga,
> dan kekayaan alam kita juga dikuasai perusahaan asing
> negara tersebut.
> 
> Dari Migas, perusahaan negara-negara asing mendapat 40%.
> Itu jika mereka
> tidak menipu bangsa Indonesia. Sebab Amien Rais sendiri
> mengatakan,
> bagaimana kita tahu berapa banyak gas yang dihasilkan kalau
> hasilnya
> langsung dialirkan melalui pipa ke Singapura? Kemudian dari
> Emas, perak,
> tembaga, dan sebagainya perusahaan asing tersebut mendapat
> 85% sementara
> 240 juta rakyat Indonesia hanya dapat 15%. Tak heran jika 6
> dari 10
> perusahaan terkaya di dunia adalah perusahaan-perusahaan
> Migas yang
> beroperasi di Indonesia, di antaranya Exxon Mobil yang
> pendapatannya
> pada tahun 2007 mencapai US$ 452 Milyar (Rp 5.420 Trilyun),
> sementara
> mayoritas rakyat Indonesia termiskinkan.
> 
> Sadar/tidak sadar sebagian pemimpin Indonesia/Islam justru
> jadi kaki
> tangan perusahaan-perusahaan asing/kafir harbi.
> 
> Saya lihat justru parpol yang tidak mengusung nama Islam,
> seperti
> Gerindra, yang membawa sistem Ekonomi Islam meski
> namanya/jargonnya
> tidak berbau Islam. Maaf, ini bukan kampanye, tapi sekedar
> pembelajaran
> bagi kita semua agar parpol Islam lebih bagus dan lebih
> jelas visi
> Ekonomi mereka hingga benar-benar memakai sistem Ekonomi
> yang sesuai
> Islam. Kefakiran dekat dengan kekufuran. Jadi Ekonomi
> sangat penting.
> 
> Jika kita ingin mengetahui Sistem Ekonomi Islam seperti
> apa, ada baiknya
> membaca paparan Sistem Ekonomi Islam yang dipaparkan oleh
> Hizbut Tahrir.
> Mereka telah melakukan studi dan mempelajari hadits-hadits
> yang
> berkaitan dengan Ekonomi Islam dengan baik sekali. Bahkan
> Hizbut Tahrir
> juga bekerjasama dengan Ekonom Rakyat dari UGM seperti Dr
> Revrisond
> Baswir dan Dr. Ichsanuddin Noorsy.
> 
> Prabowo mengatakan bahwa Indonesia tidak pantas jadi negara
> miskin
> karena Indonesia mempunyai kekayaan alam yang banyak.
> Indonesia harus
> mandiri.
> Menurut PENA, perusahaan asing berhasil mendapat Rp 2.000
> Trilyun/tahun
> dari kekayaan alam di Indonesia.
> 
> Nah kemandirian ekonomi ini sebetulnya sejalan dengan ayat
> Al Qur'an di
> bawah. Allah melarang orang-orang kafir memasuki kota
> Mekkah. Padahal
> sebelumnya perekonomian penduduk Mekkah sangat bergantung
> pada mereka.
> Toh Allah mengingatkan agar kita tidak takut miskin.
> 
> "Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang
> yang musyrik itu
> najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam
> sesudah tahun ini.
> Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti
> akan memberimu
> kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki.
> Sesungguhnya
> Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." [At Taubah:28]
> 
> Ternyata memang penduduk Mekkah bisa bertahan. Bahkan ummat
> Islam
> akhirnya jadi jaya.. Saat ini Iran yang diembargo AS dan
> tidak "dibantu"
> (baca: diperas) oleh AS justru lebih makmur dan mandiri
> daripada
> Indonesia. Jadi ironis sekali jika bangsa Indonesia yang
> mayoritas
> Muslim menyerahkan kekayaan alamnya pada negara kafir harbi
> seperti AS.
> 
> Nabi Muhammad dan para sahabat tidak pernah menyerahkan
> kekayaan alam
> ummat Islam pada negara Romawi dan Persia sehingga ketika
> berhadapan
> dengan mereka, ummat Islam bisa menang.
> 
> Pertambangan emas itu sudah berjalan ribuan tahun. Jadi
> teknologinya
> sudah dikuasai bangsa Indonesia. Demikian pula dengan
> pertambangan Migas
> yang sudah ratusan tahun. Mayoritas pekerja di perusahaan2
> asing di
> Indonesia adalah putera Indonesia. Anak-anak Indonesia
> sering jadi juara
> Olimpiade Sains dan Matematika dunia. Oleh karena itu
> bangsa Indonesia
> sebetulnya mampu untuk mandiri! Lihat kemampuan bangsa
> Indonesia seperti
> PT INKA yang sebetulnya sudah mampu membuat mobil di:
> 
> http://infoindonesia.wordpress.com
> 
> Harusnya pemerintah menyisihkan Rp 10 trilyun dari APBN
> yang besarnya Rp
> 1.037 trilyun sehingga pasar kendaraan bermotor yang
> nilainya sekitar Rp
> 200 trilyun/tahun bisa dikuasai bangsa Indonesia. Ini akan
> menghemat
> devisa dan membuka lapangan kerja.
> 
> Prabowo juga mengajak untuk berpegang pada ekonomi rakyat
> yang berpihak
> pada rakyat. Bukan pada perusahaan-perusahaan
> besar/asing/"Pasar".
> 
> Aneh jika ada pejabat Parpol Islam yang menjadi Ketua
> Komisi DPR yang
> membawahi ESDM atau Pertambangan, tapi ternyata kebijakan
> Migas yang
> dibuatnya mengikuti kepentingan Pasar/USAID, bukan rakyat
> Indonesia
> sehingga harga migas di Indonesia naik mengikuti harga
> Pasar Komoditas
> di NYMEX New York yang penuh dengan para spekulan
> komoditas. Harusnya
> sebagai pimpinan pejabat itu bisa membuat kebijakan yang
> mengutamakan
> kepentingan rakyat dan bernafaskan Islam. Minimal seperti
> kata ahli
> perminyakan Dr Kurtubi, harga minyak Indonesia bisa dijual
> berdasarkan
> Harga Pokok Penjualan (Ongkos + Sedikit keuntungan). Bukan
> berdasarkan
> Harga Pasar Spekulan NYMEX yang lebih tinggi..
> 
> Padahal Nabi Muhammad untuk hal-hal yang jadi kebutuhan
> rakyat seperti
> air, tidak mengikuti pasar. Tapi justru menggratiskannya
> kepada rakyat.
> Ketika seorang Yahudi menjual air dengan harga tinggi ke
> pada rakyat
> Madinah, Nabi meminta sahabat untuk membeli sumur air milik
> Yahudi
> tersebut. Sumur air tersebut dibeli, kemudian airnya
> dibagikan gratis
> untuk rakyat
> 
> Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang
> menguasai hajat
> hidup orang banyak dikuasai oleh negara UUD 45 Pasal 33
> ayat 2
> Dalam Islam, negara memenuhi kebutuhan vital bagi rakyatnya
> secara
> gratis. Bukan menjual dengan harga "Pasar" yang
> dipermainkan oleh para
> spekulan!
> Selain itu, air, padang rumput, dan api (energi) menurut
> Islam adalah
> milik ummat Islam bersama. Bukan justru diserahkan kepada
> orang-orang
> kafir harbi!
> 
> Kaum muslimin berserikat (memiliki bersama) dalam tiga hal,
> yaitu air,
> rerumputan (di padang rumput yang tidak bertuan), dan api
> (migas/energi). (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
> 
> Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya
> dikuasai oleh
> negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran
> rakyat UUD 45
> Pasal 33 ayat 3
> 
> Menurut Pancasila dan Islam Kekayaan Alam yang merupakan
> kebutuhan vital
> rakyat banyak dikelola negara. Bukan MNC yang menjual ke
> rakyat
> Indonesia dengan harga setinggi-tingginya atau Harga
> Dunia!
> 
> Prabowo juga berani mengatakan bahwa Bursa Saham itu tidak
> lebih dari
> ajang perjudian. Memang Bursa Saham, Pasar Uang, dan juga
> Pasar
> Komoditas saat ini merupakan ajang spekulasi/judi yang
> banyak menyedot
> uang dan bisa menghancurkan perekonomian dunia.
> 
> Terlepas kita memilih Prabowo atau tidak, tapi harusnya
> Parpol Islam
> membawa Visi Ekonomi Islam. Bukan Sistem Ekonomi yang
> dibuat oleh kaum
> Yahudi dan Nasrani seperti Sistem Ekonomi Kapitalis
> Neoliberalis.
> Minimal Parpol Islam harus memiliki Visi Ekonomi Rakyat dan
> Kemandirian.
> Ummat Islam harus Kaaffah dan memakai Sistem Ekonomi Islam.
> Bukan yang
> lain!
> Agar mendapat simpati rakyat, Partai Islam tidak hanya
> mengandalkan
> sentimen agama Islam. Tapi juga memberi solusi untuk
> mengatasi
> kemiskinan lewat sistem Ekonomi Islam sehingga selruh
> rakyat Indonesia
> bisa hidup makmur.
> 
> Patutkah ummat Islam mengikuti paham Ekonomi  Yahudi
> dan Nasrani dan
> meninggalkan Hukum Allah?
> 
> "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam
> keseluruhan,
> dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan.
> Sesungguhnya syaitan
> itu musuh yang nyata bagimu." [Al Baqarah:208] 
> 
> "Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki? Hukum
> siapakah yang lebih
> baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?" [Al
> Maa-idah:50]
> Ini adalah gambaran Sistem EKonomi Kapitalis Neoliberalis
> yang diusung
> oleh orang-orang Liberal (satu grup dengan JIL) yang
> merupakan kaki
> tangan AS:
> 
> Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem
> Kapitalis
> Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan
> BUMN,
> Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan
> pengurangan peran
> negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti
> pendidikan,
> kesehatan, dan sebagainya.
> "Pasar Modal" (Pasar Uang, Pasar Saham, dan Pasar
> Komoditas) adalah
> prioritas utama
> Neoliberalisme dikembangkan tahun 1980 oleh IMF, Bank
> Dunia, dan
> Pemerintah AS (Washington Consensus)
> Neoliberalisme lebih mengutamakan sektor keuangan (Makro)
> daripada
> sektor riel. Di Indonesia sekitar Rp 60 T/tahun untuk
> pemilik SBI/SUN
> Memberikan "kebijakan" pinjaman hutang dengan syarat
> agenda
> Neoliberalisme bagi dunia
> Penghargaan diberikan bagi negara yang taat dan hukuman
> bagi yang
> membangkang
> Pematokan Kurs (Pegged Rate) uang dihapus diganti dengan
> "Kurs
> Mengambang" (Floating Rate)
> Agar nilai uang stabil pemerintah membayar sekitar Rp 60
> Trilyun setiap
> tahun ke pemegang SBI dan ORI
> Hancurnya Rupiah tahun 1998 dari Rp 2.200/1 USD hingga Rp
> 11.670/1 USD
> akibat "Kurs Mengambang" dari Neoliberalisme
> Penghapusan "Subsidi" BBM dan Listrik yang menaikan harga.
> Bensin tahun
> 1998 sekitar Rp 700/liter jadi Rp 6.000 di 2008 (Naik
> 76%/tahun)
> Penjualan BUMN/BUMD ke Swasta/MNC. PAM, Indosat, Telkom,
> Krakatau Steel
> dijual ke Swasta/Asing. RS Pemerintah ke Swasta
> Privatisasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jadi BHMN. Uang
> masuk/kuliah
> di UI Rp 200 ribu pada tahun 1998 jadi Rp 25 juta dan Rp
> 7,5 juta per
> semester tahun 2008 (Naik 365%/tahun)
> Lihat lebih jauh tentang paham sistem ekonomi
> Neoliberalisme yang
> bertentangan dengan Islam yang diusung oleh orang2 Liberal
> di bidang
> ekonomi (saudara JIL):
> http://media-islam.or.id/2008/09/16/paham-ekonomi-neoliberalisme-bertent
> angan-dengan-islam/
> http://kabarislam.wordpress.com
> 
> Wassalam
> ===
> Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490
> ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
> Informasi selengkapnya ada di:
> http://www.media-islam.or.id
> Ingin belajar Islam?
> Kirim email ke: [email protected]
> 
> 
>       Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman,
> Dapat Disesuaikan dan
> Gratis.http://downloads.yahoo.com/id/firefox
> 
> 
> _______________________________________________
> Saksi mailing list
> [email protected]
> http://ji-indonesia..com/mailman/listinfo/saksi_ji-indonesia.com
> 
> _______________________________________________
> Saksi mailing list
> [email protected]
> http://ji-indonesia.com/mailman/listinfo/saksi_ji-indonesia.com
> 


      Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya? Temukan jawabannya di Yahoo! 
Answers! http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke