Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Bissmillahirrohmaannirrohiim


Ada
Bagian orang lain dalam Kekayaanmu

 

 

“Cinta yang berlebihan terhadap harta dan kedudukan dapat

mengikis agama seseorang” (HR. Ath-Thusi).

 

Posisi
harta bagaikan boomerang. Tanpa kepiawaian menggunakannya, akan berakibat fatal
bagi sang pemilik. Mungkin kita pernah mendengar bahwa Qarun ditenggelamkan
bersama hartanya? Mungkin juga pernah mendengar Fir’aun menjadi sombong karena
memiliki harta dan kekuasaan? Atau pernah menyaksikan sendiri tetangga kaya
raya di kampung sibuk mengumpulkan harta sampai lupa kepada tetangganya yang
miskin? Bahkan, pernah mendengar barangkali kalau ada orang kaya yang pergi ke
Mekkah untuk berhaji sampai beberapa puluh kali, tapi melupakan tetangga
miskin? 

 

Bagi
mereka harta adalah segalanya. Tidak sadar bahwa harta adalah pemberian Allah
kepada hamba-Nya yang rajin berusaha. Akibatnya, mereka terlena dengan kekayaan
duniawi dan tidak mampu bersyukur atas segala pemberian-Nya. Syukur adalah
salah satu bentuk laku dan kata untuk meluapkan rasa terima kasih kepada sang
pemberi kekayaan, Allah Swt. Dengan memberikan hak fakir miskin yang ada di
dalam harta, sebetulnya kita sedang bersyukur.

 

Memberikan
pertolongan kepada fakir miskin tidak akan membuat kita menjadi miskin. Malahan
akan berlipatganda, sebab dirinya terus termotivasi mencari harta agar bisa
ber-zakat, infaq atau shadaqah. Kalau kita analogikan, memberikan sebagian dari
harta (zakat, infaq dan shadaqah) untuk orang miskin seperti kita akan memakan
pisang. Kulitnya harus kita kupas lebih dulu. Kemudian setelah dikupas, maka
kita sudah boleh memakannya. Kalau pun di makan dengan kulit-kulitnya, kita
lebih bodoh daripada monyet. Wong monyet juga kalau makan pisang dibuang dulu
kulitnya.

 

Nah,
menunaikan zakat, infaq dan sedekah adalah usaha membuang kulit di dalam harta
kita. Kalau kita tidak ber-zakat, infaq dan sedekah sama dengan seseorang yang
memakan buah pisang dengan kulit-kulitnya. Ini artinya, kita tidak boleh meniru
Qarun yang rakus terhadap kekayaan sehingga tidak mau berbagi. Sebab, ketika
kita tidak mau berbagi dengan orang lain, keserakahan itu akan menyebabkan
berkurangnya amal, yang kelak akan mengantarkan kita memasuki neraka. 

 

Rasulullah
Saw. Bersabda: “Tiap muslim wajib bersedekah.” Para sahabat kemudian bertanya:
“Bagaimana kalau dia tidak memiliki sesuatu?.”

Nabi Saw. menjawab: “Bekerjalah dengan keterampilan tangan untuk kemanfaatan
dirinya lalu bersedekah.”



Mereka bertanya lagi: “Bagaimana kalau dia tidak mampu?” Nabi Saw menjawab:
“Menolong orang yang membutuhkan yang sedang teraniaya.”

 

Mereka
kemudian bertanya kembali: “Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?.”





Nabi
Saw menjawab: “Menyuruh berbuat ma’ruf.” Tanpa pernah bosan mereka bertanya:
“Bagaimana kalau dia tidak melakukannya?”



Nabi Saw menjawab, “Mencegah diri dari berbuat kejahatan itulah sedekah.”

(HR. Bukhari dan Muslim).

 

Dengan
kondisi kemiskinan di Indonesia yang mengkhawatirkan, zakat, infaq dan sedekah
adalah salah satu usaha mencegah kejahatan. Coba saja kalau orang kaya raya di
negeri kita tidak diwajibkan zakat, infaq dan sedekah. Boleh jadi, akan muncul
kecemburuan di lingkungan masyarakat hingga mengakibatkan merebaknya kejahatan.
Pencurian, perampokan, dan penjabretan adalah salah satu dampak dari
keserakahan seseorang. Selain itu, akan muncul juga kebencian warga miskin
terhadap orang kaya kalau Islam tidak mengajarkan manusia untuk zakat, infaq
dan sedekah.

 

Jadi,
kalau hidup di dunia memiliki kelebihan harta; sebaiknya bersyukur dengan
ber-zakat, infaq dan sedekah. InsyaAllah harta kita akan semakin berkah. 
Bertambah
dan berlipat-lipat ganda kebaikannya. Dalam sebuah keterangan dijelaskan, tiap
menjelang pagi hari dua malaikat turun ke bumi. Yang satu berdoa: “Ya Allah,
karuniakanlah bagi orang yang menginfakkan hartanya tambahan peninggalan.”
Malaikat yang satu lagi berdoa: “Ya Allah, timpakan kemusnahan bagi harta yang
ditahannya (dibakhilkannya).” (HR. Mutafaqun ‘Alaih).

 

Jelas
sekali bahwa hadits ini mengajarkan untuk memberikan hak warga miskin dalam
harta kita sebagai bentuk rasa syukur terhadap-Nya. Sedekah dilakukan agar kita
tersadar bahwa harta, kekayaan, dan jabatan harus dipergunakan secara arif dan
bijaksana. Ejawantah dari syukur kita terhadap pemberian-Nya adalah dengan
berbagi. Kalau saja kita bisa menangkap semangat dianjurkannya sedekah, niscaya
akan menjadi kekuatan ekonomi bagi umat dan seluruh manusia.

 

Sedekah
diwajibkan untuk melepaskan diri dari hal yang bersifat material; baik harta,
kekayaan, kesehatan, ataupun jabatan. Sebab, ketika kita masih terperdaya
dengan kekayaan dan jabatan, saripati agama dalam diri akan meredup sehingga
kita berubah menjadi manusia angkuh, serakah dan sombong. Sedekah, merupakan
kekuatan ekonomi yang mampu memberi kehidupan kepada seluruh umat manusia
menjadi berkah.


Apalagi,
sebagai bentuk syukur kita kepada-Nya, sedekah merupakan ladang kita beramal
shaleh. Seandainya sedekah merupakan salah satu bentuk syukur kita terhadap
nikmat-Nya, sudah pasti kita termasuk orang yang beriman. Makanya, dalam suatu
keterangan disebutkan bahwa syukur adalah sebagian dari iman, kemudian sebagian
lagi adalah ridha. Apalagi kalau ada semacam pembiasaan ber-sedekah. Boleh jadi
bentuk syukur orang kaya (zakat, infaq dan sedekah) bisa menjadi kekuatan
ekonomi yang dahsyat. 

 

Wallahua’lam

 

 

http://sukronabdilah.wordpress.com/category/renungan/




--- Pada Rab, 1/4/09, alh_10k <[email protected]> menulis:

Dari: alh_10k <[email protected]>
Topik: [tahajjud_call] Mari Berinfaq Shodaqoh
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 1 April, 2009, 2:10 AM











    
            MARI BERAMAL BERSAMA KAMI



Assalaamu'alaikum wr.wb.,



Dengan hormat, diberitahukan bahwa Pondok Pesantren Ar Rahman, yang

digagas oleh KH. AR. Fakhruddin (Alm), mendidik anak yatim dan anak

miskin untuk menjadi calon ulama, mubaligh, dan hafidz sekaligus

wirausahawan. Untuk pengembangannya, maka Ponpes Ar Rahman membutuhkan

dana yang cukup besar.



Ponpes Ar Rahman berlokasi di Kedungbule, Desa Trimurti, Kecamatan

Srandakan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.



Sehubungan dengan itu, kami mengharap kesediaan bapak/Ibu para dermawan

agar menjadi:



(a) Donatur tetap (bulanan) dengan model potong pulsa, Rp 2.000,- per

bulan.

Caranya? Ketik: REG<spasi>AR dan kirim ke 9386.

Berlaku untuk semua operator.

Jika berhenti berlangganan? Ketik: UNREG<spasi> AR dan kirim ke 9386.

Costumer Service: 0274-7493988.



(b) Kirim Infak ke Rek No. 137-00-0429509- 9 an.Sukriyanto/ Anis Sophia A,

Kantor Kas Bank MANDIRI Suryotomo, Yogyakarta.



Kami  akan berterima kasih sekali jika Bapak/Ibu para dermawan berkenan

mengajak keluarga, sanak saudara dan handai taulan untuk menjadi donatur

juga. Atas perkenannya kami haturkan terima kasih.



Semoga Allah SWT senantiasa memberi kesehatan, kebahagiaan, kemudahan

dalam memperoleh rizqi serta balasan yang baik dan melimpah. Amiin.



Jazakumullahu khairan katsi-ra

Wassalaamu'alaikum wr. wb.



Hormat kami,

M. Sukriyanto AR.

Hp: 08157999612



____________ _________ _________ _________ _______



SMS Yang Berpahala

"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang

menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang

miskin." (QS. Al-Maa'uun: 1-3)

Manfaatkan Handphone Anda untuk mendapatkan pahala.       Caranya?

Mudah. Cukup dengan mengirim SMS Donasi untuk Pondok Pesantren AL-HIKMAH

di Sumberjo, Karangmojo, Gunungkidul, DIY.

Mengirim donasinya juga mudah!

Ketik: ALH<spasi>10k        (artinya Anda donasi Rp 10.000,-)         A

T A U                Ketik: ALH<spasi>5k        (artinya Anda donasi Rp

5.000,-)           Untuk operator Indosat kirim ke 7890     Untuk

operator Telkomsel kirim ke 7263     Untuk operator TelkomFLEXI kirim ke

4262

Pondok Pesantren AL-HIKMAH adalah pondok yang membebaskan biaya alias

GRATIS bagi semua santrinya. Donasi Anda akan sangat berguna bagi kami,

guna mencetak generasi muda Islam yang berguna bagi agama dan negara.

Pondok Pesantren AL-HIKMAH, Dusun Sumberrejo, Kel./Kec. Karangmojo, Kab.

Gunungkidul, DIY.  Telp. 0274-7471913, 0274-7495589, 0811286456,

08882742523     Contact Person: Drs. KH. Harun Al Rosyid  



[Non-text portions of this message have been removed]




 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke