Segala puji hanya milik Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa. Shalawat dan salam
semoga senantiasa tercurah kepada Rasulullah tercinta, Muhammad bin
Abdullah, segenap keluarga, para sahabat dan umatnya yang setia.

Ibnu Mas'ud meriwayatkan:



"Rasulullah  membuat garis dengan tangannya lalu bersabda, 'Ini jalan Allah
yang lurus.'

Lalu beliau membuat garis-garis di kanan kirinya, kemudian bersabda, 'Ini
adalah jalan-jalan yang sesat tak satu pun dari jalan-jalan ini kecuali di
dalamnya terdapat setan yang menyeru kepadanya.

Selanjutnya beliau membaca firman Allah , 'Dan bahwa (yang Kami perintahkan
ini) adalah jalanKu yang lurus maka ikutilah dia janganlah kamu mengikuti
jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari
jalanNya. Yang demikian itu diperintah-kan oleh Allah kepadamu agar kamu
bertakwa." (Al-An'am: 153) (Hadits shahih riwayat Ahmad dan Nasa'i).

*Pilih Jalan Lurus atau Jalan – jalan Sesat?*

æóÞóÇáóÊö ÇáúíóåõæÏõ ÚõÒóíúÑñ ÇÈúäõ Çááøåö æóÞóÇáóÊú ÇáäøóÕóÇÑóì ÇáúãóÓöíÍõ
ÇÈúäõ Çááøåö Ðóáößó Þóæúáõåõã ÈöÃóÝúæóÇåöåöãú íõÖóÇåöÄõæäó Þóæúáó ÇáøóÐöíäó
ßóÝóÑõæÇú ãöä ÞóÈúáõ ÞóÇÊóáóåõãõ Çááøåõ Ãóäøóì íõÄúÝóßõæäó


 Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang
Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka
dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang
terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? (QS.
At Taubah : 30)


 Orang-orang Yahudi berkata : "Uzair itu putera Allah"

Orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah"... mereka meniru
perkataan orang-orang kafir yang terdahulu

Orang-orang Demokrasi berkata : “*Suara rakyat adalah suara tuhan*”... mereka
meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Yaitu orang-orang kafir
dari Yunani atau barat.


 *Keadaan Kaum Musyrikin Kelak*


 Perhatikan perkataan atau jawaban orang – orang yang menyekutukan Allah SWT
di Yaumul Hisab kelak.

æóíóæúãó íõäóÇÏöíåöãú Ãóíúäó ÔõÑóßóÇÆöí ÞóÇáõæÇ ÂÐóäøóÇßó ãóÇ ãöäøóÇ ãöä
ÔóåöíÏò


 ...Pada hari Tuhan memanggil mereka: "Dimanakah sekutu-sekutu-Ku itu?",
mereka menjawab: "Kami nyatakan kepada Engkau bahwa tidak ada seorangpun di
antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)". (QS. Fush
Shilat : 47)


 Perhatikan lagi :”.... *tidak ada seorangpun* di antara kami yang memberi
kesaksian (bahwa Engkau punya sekutu)"


 Begitulah, kalau mengikuti *pemahaman manusia* yang sesat dan menyesatkan,
dan selalu merasa dirinya sudah paling benar padahal ia tidak mau melihat
kebenaran. Lalu bagaimanakah menyekutukan Allah SWT itu? Ketahuilah,
menyekutukan-Nya itu macamnya sangat banyak. Dan nampaknya yang paling tak
disadari manusia adalah sesuai paragraf – paragraf di bawah.


 ÇÊøóÎóÐõæÇú ÃóÍúÈóÇÑóåõãú æóÑõåúÈóÇäóåõãú ÃóÑúÈóÇÈðÇ ãøöä Ïõæäö Çááøåö
æóÇáúãóÓöíÍó ÇÈúäó ãóÑúíóãó æóãóÇ ÃõãöÑõæÇú ÅöáÇøó áöíóÚúÈõÏõæÇú ÅöáóÜåðÇ
æóÇÍöÏðÇ áÇøó ÅöáóÜåó ÅöáÇøó åõæó ÓõÈúÍóÇäóåõ ÚóãøóÇ íõÔúÑößõæäó


 Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan
selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam,
padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang
berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka
persekutukan. (QS. At Taubah : 31)


 Ketika ayat ini dibacakan dihadapan shahabat ‘Adiy Ibnu Hatim, asalnya
beliau ini Nasrani sedang beliau datang kepada Rasul dalam keadaan masih
Nasrani. Dan ketika mendengar ayat ini dengan vonis-vonis di atas, maka
‘Adiy Ibnu Hatim berpikir: Kami (maksudnya: dia dan orang-orang Nasrani)
tidak pernah shalat, sujud kepada alim ulama kami, atau kepada pendeta kami,
lalu kenapa Allah memvonis kami musyrik, kami melanggar Laa ilaaha illallaah
dst. Jadi dalam benak ‘Adiy Ibnu Hatim bahwa yang namanya kemusyikan itu
adalah shalat, sujud atau memohon kepada selain Allah. Sehingga mereka tidak
mengetahui bahwa yang mereka lakukan selama ini adalah kemusyrikan, mereka
heran… sebenarnya apa kemusyrikan yang dilakukan dan bagaimana bentuknya
sehingga kami disebut telah mentuhankan alim ulama ?

Maka Rasulullah *shalallahu ‘alaihi wasallam* berkata: “*Bukankah orang –
orang alim dan para rahib kalian itu menghalalkan apa yang telah Allah
haramkan lalu kalian ikut-ikutan menghalalkannya?, bukankan mereka
mengharamkan apa yang telah Allah halalkan kemudian kalian juga
mengharamkannya?*”, lalu ‘Adiy berkata: “*Ya !*”, maka Rasul berkata: *“Itulah
bentuk peribadatan (orang nasrani) terhadap mereka*”

Lengkapnya adalah sbb:

Mengenai penafsiran ayat ini, at-Tirmidzi telah meriwayatkan dari Adi bin
Hatim, bahwa dia berkata: “Ya Rasulullah, mereka itu tidak menyembah mereka
(orang-orang alim dan para rahib).” Maka beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam
pun menjawab: “Tidak demikian, sesungguhnya orang – orang alim dan para
rahib menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal bagi mereka, lalu
mereka mengikuti orang – orang alim dan para rahib itu, maka yang demikian
itu merupakan *penyembahan* kepada orang-orang alim dan para rahib tersebut.
(Sumber : Tafsir Ibnu Katsir)


 Lihat juga yang dicap sebagai orang musyrik QS Al-An ‘aam: 121 tapi
sebelumnya baca dulu riwayat ini :

Dalam hadits Ibnu ‘Abbas yang diriwayatkan Al Hakim dengan sanad yang
shahih: “Orang-orang Quraisy datang kepada Rasul: *“Hai Muhammad, kambing
mati siapa yang membunuhnya ?”*, beliau berkata: *“**Allah yang mematikannya
**”*, lalu mereka berkata: *“Kambing yang kalian sembelih kalian katakan
halal, sedangkan kambing yang disembelih Allah dengan Tangan-Nya yang mulia
dengan pisau dari emas (maksudnya bangkai) kalian katakan haram ! berarti
sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah”*.

Dan ucapan ini adalah bisikan atau wahyu syaitan kepada mereka dan
ketahuilah: “Jika kamu menuruti mereka (ikut setuju dengan hukum dan aturan
mereka yang bertentangan dengan hukum dan aturan Allah) sesungguhnya kamu
tentulah menjadi orang-orang yang musyrik”.

Dalam hal ini ketika orang mengikuti hukum yang bertentangan dengan aturan
hukum Allah disebut musyrik, padahal hanya dalam satu hal saja, yaitu
penghalalan bangkai. Sedangkan orang yang membuat hukumnya disebut syaitan,
dan hukum tersebut pada dasarnya adalah wahyu syaitan atau bisikan syaitan,
kemudian digulirkan oleh wali-wali syaitan dari kalangan manusia, dan orang
yang mengikuti hukum-hukum tersebut disebut sebagai orang musyrik…!


 *Tafsir Ibnu Katsir*


 “Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah
ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu
kefasikan. Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar
mereka membantah kamu; dan *jika kamu menuruti mereka*, sesungguhnya kamu
tentulah menjadi orang-orang yang *musyrik*” (QS Al-An ‘aam: 121)


 “dan jika kamu menuruti mereka”, yaitu dalam memakan bangkai

“sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang *musyrik*”

Demikian pula apa yang dikemukakan oleh Mujahid, adh-Dhahhak dan beberapa
orang dari kalangan salaf.

Firman Allah:


 “dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi
orang-orang yang *musyrik*”

Artinya, Jika kalian *berpaling dari perintah*, dan *Syariat Allah* bagi
kalian, kepada ucapan selain dari-Nya, lalu kalian mendahulukan ucapan
selain dari-Nya itu, maka yang demikian itu merupakan perbuatan *syirik*.
Seperti Firman-Nya:

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai *Rabb
* (tuhan) selain Allah (QS. At-Taubah: 31)

Mengenai penafsiran ayat ini, at-Tirmidzi telah meriwayatkan dari Adi bin
Hatim, bahwa dia berkata: “Ya Rasulullah, mereka itu tidak menyembah mereka
(orang-orang alim dan para rahib).” Maka beliau Shallallahu Alaihi Wa Sallam
pun menjawab: “Tidak demikian, sesungguhnya orang – orang alim dan para
rahib menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal bagi mereka, lalu
mereka mengikuti orang – orang alim dan para rahib itu, maka yang demikian
itu merupakan *penyembahan* kepada orang-orang alim dan para rahib tersebut.
(Sumber : Tafsir Ibnu Katsir)


 *Pilih Jalan Lurus Atau Jalan – Jalan Sesat?*


 Ingatlah...ingatlah...Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam sudah
berpesan:

*...*Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada suatu kaum dari umatku *mengikuti
orang-orang musyrik* dan beberapa kelompok dari umatku *menyembah berhala**.
* Hadits ini diriwayatkan oleh *Al-Barqani dalam Shahihnya*

Bukankah demokrasi adalah mengikuti orang – orang musyrik?!

Penganut Agama Demokrasi mengatakan, ini untuk menghindari bahaya yang lebih
besar. Supaya Nasrani tidak menguasai kita.

Pikirkanlah lagi, bahaya apa yang lebih besar daripada kita ditipu oleh
Setan?

Bahaya apa yang lebih besar daripada kelak kita dicap musyrik Dan juga hapus
segala amalnya?

Bahaya apa yang lebih besar daripada kekal di neraka jahanam?


 *Ingatlah Peribadatan Kaum Fir’aun*


 Dan anda seharusnya juga memahami bahwa peribadatan kaum Fir'aun kepadanya
adalah bukan dengan shalat dan do'a kepadanya, akan tetapi dengan kepatuhan,
ketaatan, kesetiaan kepada produk hukumnya:

*"**Maka Fir'aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka
patuh kepadanya...** ".* (Az Zukhruf: 54)

Fir'aun dan para pembesar kaumnya berkata perihal Musa dan Harum *'alaihimas
salam:*

*"**Dan mereka berkata: "Apakah (patut) kita percaya kepada dua orang
manusia seperti kita (juga), Padahal kaum mereka (Bani Israil) adalah
orang-orang yang menghambakan diri kepada kita?**"* (Al Mukminun: 47)

Para ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat: *"**Orang-orang yang menghambakan
diri**"* adalah orang-orang yang mentaati, sebagaimana firman-Nya:

*"**Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu
tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata
bagi kamu**".* (Yasin: 60)

Makna menyembah syaitan adalah mengikuti atau mentaati syaitan.


 *Sesembahan dan Pengikutnya Kelak Saling Bermusuhan dan Berbantahan*


 Mari kita lihat firman Allah SWT lain yang kelak pasti akan terjadi, dan
semoga kita bukan termasuk orang yang syirik atau menyekutukan Allah SWT:

(Ingatlah) suatu hari (ketika itu). Kami mengumpulkan mereka semuanya,
kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan):
"Tetaplah kamu dan sekutu-sekutumu di tempatmu itu". Lalu Kami pisahkan
mereka dan berkatalah sekutu-sekutu mereka: "Kamu sekali-kali tidak pernah
menyembah kami. (QS. Yunus : 28)

Dan juga, perhatikan surat Maryam 82 yang artinya :

... Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan
(pengikut-pengikutnya) terhadapnya,dan mereka (sembahan-sembahan) itu akan
menjadi musuh bagi mereka.


 Di awal artikel, orang – orang musyrik entah karena tidak tahu, atau karena
ketakutan atau alasan lain yang rumit atau yang mungkin tidak ketahui,
mereka berdalih kepada Allah SWT :

...tidak ada seorangpun di antara kami yang memberi kesaksian (bahwa Engkau
punya sekutu)". (QS. Fush Shilat : 47)

Kemudian di QS. Yunus : 28, “...berkatalah sekutu-sekutu mereka: "Kamu
sekali-kali tidak pernah menyembah kami.”


 *Mayoritas Manusia Mempersekutukan Allah SWT*


 Tapi kalau pun akhirnya mereka tahu, bahwa berhukum kepada hukum kafir,
menyetujui diberlakukannya hukum kafir secara syariat mengakibatkan
kekafiran. Sedangkan secara aqidah membatalkan keimanan dan penganutnya
dianggap orang musyrik.


 Kalau pun mereka yang menganut agama demokrasi tetap membantah, biarkanlah.
Di hadapan Allah SWT saja orang – orang musyrik tetap merasa tidak bersalah
bahwa ketika hidupnya mereka mempersekutukan Allah, apalagi cuma di hadapan
manusia yang sering lupa dan banyak dosa.


 Perhatikan juga QS Yusuf : 106 dan QS Ar-Ruum : 42

æóãóÇ íõÄúãöäõ ÃóßúËóÑõåõãú ÈöÇááøåö ÅöáÇøó æóåõã ãøõÔúÑößõæäó

Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam
keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). QS Yusuf :
106


 Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)."
QS Ar-Ruum : 42


 Sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

"Artinya : Tidak akan datang kepadamu suatu masa, kecuali masa sesudahnya
akan lebih buruk, sampai kalian bertemu dengan Tuhanmu, (yakni datangnya
kiamat)".

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Al-Fitan, dari hadits Anas,
secara marfu'.


 Apakah Agama Demokrasi menjanjikan masa depan yang lebih baik?

Bukankah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sudah mengisyaratkan
jawabannya?

Silahkan memilih...


 Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam, melalui sabdanya :

"Artinya : Malam dan siang tidak akan sirna sehingga Al-Lata dan Al-Uzza
telah disembah. Lalu Aisyah bertanya : 'Wahai Rasul, sungguh aku mengira
bahwa tatkala Allah menurunkan firman-Nya : "Dia-lah yang telah mengutus
Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar untuk
dimenangkan-Nya atas segala agama walaupun orang-orang musyrik tidak
menyukai, hal ini itu telah sempurna (realisasinya)". Beliau menjawab : "Hal
itu akan terealisasi pada saat yang ditentukan oleh Allah".

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam-Imam yang lain.


 Menutup perjumpaan kali ini, Allah berfirman yang artinya, Allah Pelindung
orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran)
kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya
ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan
(kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
(QS. 2 : 257)


 ...zhulumati ila alnnuuri...

Oleh karena itu, Allah SWT menyebutkan kata *an-nuur* (cahaya) dalam bentuk
tunggal dan menyebutkan kata *azh – zhulumat* (kegelapan) dalam bentuk
jama’, karena kebenaran itu hanyalah satu sedangkan kekufuran mempunyai
jenis yang beragam dan semuanya adalah bathil.


*Teriring salam dan do’a bagi para ‘ulama dan du’at Tauhid,*

*Yang selalu menggelorakan semangat penegakkan Tauhid dan Jihad*

*Di seluruh penjuru dunia, - semoga Allah menjaga mereka –*

*Semoga Allah memenangkan para mujahidin atas musuh – musuhnya*

*Di setiap tempat dan semoga Allah melindungi mu’minin yang lemah*

*Dari penindasan kaum kuffar di seluruh penjuru bumi,*

*Aamiin*...

Akhir kata kalau ada yang tersinggung, atau ada kesalahan mohon dimaafkan.
Wallahu a’lam

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

Wirawan


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------


===
Paket Umrah Mulai US$ 1.490
Paket ONH Plus 2009 (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900
Informasi lengkap di:
http://www.media-islam.or.id
Ingin belajar Islam? Kirim email ke [email protected]

Dapatkan buku-buku Islami di DemiMasa Online Bookstore http://www.demimasa.co.id

Jual Rumah Baru di Otista Kampung Melayu Jakarta Timur Rp 650 juta. Info: 
http://agusnizami.wordpress.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke