Obama oh Obama ...!

Ternyata PR dan *lips service* Obama jauh lebih canggih dari Bush yang
'culun' ... tapi *at the end of the day*, sama saja: Pro Israel, pro
zionisme! Sebuah kenyataan pahit yang harus ditelan semua pihak yang
mengelu-elukan naiknya Obama ke tampuk no 1 kekuasaan di negeri Paman Sam
(yang amat kuat lobby Yahudinya), sekaligus semua pihak yang menentang
zionisme yang setali tiga uang dengan rasisme.

Benar belaka pengamatan sejumlah pengamat yang jeli dengan sepak terjang
Obama dan tahu persis watak politk Amerika yang selama ini selalu
menganakemaskan Israel: perubahan yang diteriakkan Obama bukanlah perubahan
untuk dunia, bukan untuk afro-amerika, bukan untuk kulit berwarna, bukan
untuk kalangan pembela hak asasi manusia ... tapi untuk Amerika Serikat
sebagai sebuah kekuatan politik, dan tentu untuk karir sang Obama.

Obama oh Obama ...!

Semoga saya tidak menyesal dengan keluhan ini.

salam,
Satriyo

-- 
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest
>> al-Ra'd [13]: 28
 Amerika Boikot Konferensi PBB tentang Rasisme

*Washington* -- Pemerintah Obama "dengan menyesal" menyatakan akan memboikot
konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Rasisme di Jenewa, 20-25 April
2009. Boikot dilakukan lantaran Amerika keberatan atas bahasa yang digunakan
dalam dokumen final pertemuan yang menyinggung Israel.

Keputusan boikot diambil setelah terjadi perdebatan yang panas selama
sepekan di Departemen Luar Negeri Amerika. Israel dan lobi Yahudi senang
atas boikot itu. Sebaliknya, kalangan pembela hak asasi manusia dan sebagian
komunitas Afrika-Amerika yang menginginkan Obama mengirim delegasi resmi
marah.

Sejak Februari lalu, pemerintah Amerika telah mewanti-wanti tak akan datang
ke konferensi bila tak dilakukan perubahan signifikan terhadap draf
pernyataan.

Beberapa revisi sebetulnya telah dapat dirundingkan, misalnya pencabutan
catatan kritis yang spesifik tentang Israel dan tentang penistaan agama,
sehingga juru bicara Departemen Luar Negeri, Robert Wood, menyampaikan
"penghargaan yang mendalam".

Namun, menurut Wood, pernyataan itu masih menguatkan temuan dalam Konferensi
Dunia Menentang Rasisme pertama di Durban, Afrika Selatan, yang tak diterima
Amerika.

Kendati memboikot, Wood menegaskan Amerika "sungguh-sungguh berkomitmen
untuk mengakhiri rasisme dan diskriminasi rasial" dan "akan bekerja sama
dengan seluruh rakyat dan bangsa untuk membendung rasisme dan diskriminasi
di mana pun berada".

Konferensi PBB itu diperkirakan berlangsung panas ketika membahas isu
Israel-Palestina seperti yang terjadi delapan tahun yang lalu, terutama
karena bakal hadirnya Presiden Mahmoud Ahmadinedjad dari Iran, yang dikenal
ingin menghancurkan Israel.

Delapan tahun yang lalu, Amerika di bawah pemerintah Bush dan Israel, keluar
dari sidang lantaran muncul catatan yang menyamakan zionisme dengan rasisme.
Catatan itu belakangan dicabut, tapi semangat anti-semit tetap muncul dalam
pernyataan akhir.

Kelompok pro-Israel di Amerika terang-terangan menentang partisipasi Amerika
dalam konferensi tersebut. *AP | WWW.UN.ORG.DURBANEVIEW2009 | NUGROHO
DEWANTO*

http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/04/20/Internasional/krn.20090420.162987.id.html


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke