Intinya amar ma'ruf nahi munkar itu harus dilakukan setiap orang sesuai 
kemampuannya.

Jangan diam melihat kemungkaran, siapa pun dia.

Jika tidak, kita semua kena getahnya.
Sebagai contoh, karena 90% kekayaan alam dikuasai asing, maka mayoritas rakyat 
Indonesia hidup miskin. Sulit berusaha. Kejahatan meningkat dan terjadi di 
mana2.

Itu yang merasakan semuanya.

===

Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.490

ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900

Informasi selengkapnya ada di:

http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam?

Kirim email ke: [email protected]

--- Pada Sel, 21/4/09, faisal Tofwandi <[email protected]> menulis:

Dari: faisal Tofwandi <[email protected]>
Topik: Bls: [syiar-islam] Re: Indonesia Lebih Parah - Bls: Pelajaran dari 
Potret Buram AS: apakah faktor ekonomi sedemikian  menentukan?
Kepada: "A Nizami" <[email protected]>
Cc: [email protected]
Tanggal: Selasa, 21 April, 2009, 11:27 PM

Mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran adalah kewajiban setiap Muslim 
dan Muslimah .. 
 
Coba kita ambil pelajaran dari kaum Nabi Saleh .. ( Bangsa Tsamud )
Hanya karna segolongan orang yang mendustakan seruan Nabi Saleh dan Membunuh 
Unta Nabi Saleh .... , Maka Satu Kaum musnah terkena Azab Allah .... 
 
Sekali lagi ..  Hanya karna satu golongan atau kelompok .... ,  dan gak ada 
yang mencegah .... 
 
Coba .. kita perhatikan Bangsa Indonesia ... bukankah .. hampir sama .... ?
 
Amar ma;ruf nahi mungkar tidak cukup hanya seperti ini ... 
Emangnya Siapa yang mambuat UU .. ?  , siapa yang memimpin pemerintahan ... ?
Pastinya kalangan elite yang "diatas sono " 
 
JADI .. TETEP harus ada yang melakukan amar ma'ruf nahi mungkar .. di " 
Kalangan Atas sana .. " ! 
Kita punya Mahasiswa .. , hendaklah seorang mahasiswa menjalankan perannya .. 
untuk ini .. 
 
Ada Partai Politik .... , Lewat Parpol kita bisa beri dukungan untuk menaikan 
orang orang yang berkualitas dan dapat mencegah kemungkaran ... ( Karna 
Indonesia sudah terlanjur menganut system seperti ini.. jadi jangan Biarkan 
hanya karna Ini .. , kita mengkambing hitamkan system untuk tidak berperan 
disini  ... )  
 
Ber Amar ma'ruf nahi mungkar harus disemua lini .. golongan dan peran ... 
Apakah itu Mahasiswa .. , Masyarakat .. , Pengusaha ... dan terlebih lagi 
Aparatur negara ... semua harus ambil bagian disini ... 
 
Jangan biarkan segelintir orang yang melakukan kemungkaran ,,, tapi seluruh 
rakyat terkena Imbasnya .... 

 
faisal.Cool

--- Pada Sen, 20/4/09, A Nizami <[email protected]> menulis:


Dari: A Nizami <[email protected]>
Topik: [syiar-islam] Re: Indonesia Lebih Parah - Bls: Pelajaran dari Potret 
Buram AS: apakah faktor ekonomi sedemikian menentukan?
Kepada: [email protected], [email protected], 
[email protected], "lisi" <[email protected]>, 
[email protected], "syiar-islam" <[email protected]>
Tanggal: Senin, 20 April, 2009, 11:44 AM









Kita tidak perlu jadi anggota DPR atau pejabat untuk melakukan amar ma'ruf nahi 
mungkar. Memerintahkan kebaikan dan mencegah kejahatan.

Seandainya 15% kekayaan alam kita untuk para pejabat dan PNS sehingga mereka 
tidak perlu korupsi lagi, sementara 85% yang semula masuk ke kantong asing kita 
rubah jadi masuk ke kantong rakyat Indonesia dengan Nasionalisasi ala Chavez di 
Venezuela atau Arab Saudi yang menasionalisasi perusahaan migas tahun 1974, 
maka rakyat Indonesia akan sangat makmur.

Dengan menyelamatkan kekayaan alam yang masuk ke kantong asing sebesar Rp 2000 
trilyun/tahun, hutang luar negeri Indonesia yang Rp 1600 trilyun bisa dilunasi 
dalam setahun saja.

Kita bisa mengungkapkan itu ke teman2 kita, ke saudara2 kita, ke milis2, ke 
blog2 kita (contoh saya di www.infoindonesia. wordpress. com). Maka insya Allah 
sebagian besar rakyat Indonesia akan sadar.

Percuma kita menjanjikan sekolah gratis, rumah sakit gratis,
 dsb karena kalau kita tidak punya cukup uang hal itu tak akan bisa terwujud. 
Sebagai contoh SD dan SMP memang gratis (meski buku tetap mahal). Tapi sebagai 
gantinya SMA dan PTN jadi mahal luar biasa. UI yang dulu uang masuk dan 
semester hanya rp 200 ribu, sekarang uang masuk sampai Rp 75 juta dan 
persemester rp 7,5 juta. Jauh di atas PTS macam BSI yang hanya Rp 1 juta (uang 
masuk) dan Rp 1 juta (uang semester).

Mari kita bersama2 beramar ma'ruf nahi mungkar semampu kita.

Hendaklah kamu beramar ma'ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar 
(melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu 
orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang 
baik-baik di antara kamu berdo'a dan tidak dikabulkan (do'a mereka). (HR. Abu 
Zar)

Wahai segenap manusia, menyerulah kepada yang ma'ruf dan cegahlah dari yang 
mungkar sebelum kamu berdo'a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum 
kamu memohon
 ampunan dan tidak diampuni. Amar ma'ruf tidak mendekatkan ajal. Sesungguhnya 
para robi Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar ma'ruf dan 
nahi mungkar, dilaknat oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. Mereka juga 
ditimpa bencana dan malapetaka.. (HR. Ath-Thabrani)


Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merobah dengan tangannya. 
Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak 
mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah. (HR. 
Muslim)

--- Pada Kam, 16/4/09, gusti.agung@ ymail.com <gusti.agung@ ymail.com> menulis:

Dari: gusti.agung@ ymail.com <gusti.agung@ ymail.com>
Topik: Re: [ekonomi-syariah] Indonesia Lebih Parah - Bls: Pelajaran dari Potret 
Buram AS: apakah faktor ekonomi sedemikian menentukan?
Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 7:30 PM

Apakah umat menyadari ini? Sadar....
Apakah umat perduli dg ini? Tidak.....

Apakah Partai2 Islam, tahu ini? Tahu....
Apakah Partai2 Islam, perduli dg ini? Tidak.....at least mereka cuma berwacana
 saja.... 

Buktinya 3 besar PiLeg...partai nasionalis yg jelas2 menyokong neo liberalisme
Partai Islam terbesar PKS...justru pagi2 merapat ke Demokrat...pendukun g neo 
liberalisme
Partai Islam lain PPP, PKB dan PAN (quasi Partai Islam, lah ini)...either 
Demokrat atau PDIP....

Suara2 spt sdr Nizami dibawah, ada dimana? ....Wallahu' alamSent from my 
BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss... !From: A 
Nizami 
Date: Thu, 16 Apr 2009 17:58:48 +0800 (SGT)
To: <forsim...@yahoogro u ps.com>; <syiar-islam@ yahoogroups. com>; 
<ekonomi-nasional@ yahoogroups. com>; <ppiin...@yahoogrou p s.com>; 
lisi<l...@yahoogrou ps. com>; <sab...@yahoogroups . com>; ekonomisyariah< 
ekonomi-syariah@ yahoogroups. com>
Subject: [ekonomi-syariah] Indonesia Lebih Parah - Bls: Pelajaran dari Potret 
Buram AS: apakah faktor ekonomi sedemikian menentukan?

Harap diperhatikan bahwa AS
 makmur karena mereka memeras kekayaan alam negara2 lain di seluruh dunia 
seperti Indonesia di mana 90% migas dikelola oleh perusahaan AS dan sekutunya, 
begitu pula emas, perak, tembaga, dsb seperti di Freeport di mana mereka 
mendapat 85% hasilnya sementara Indonesia hanya dapat 15% nya (ini jika kita 
tidak ditipu). Menurut PENA Rp 2000 trilyun/tahun masuk ke kantong asing 
terutama AS. 

Ini juga terjadi di Iraq dan Afghanistan di mana perang tsb juga memperebutkan 
kekayaan alam negara itu.. Tak heran jika pengantar Piza saja di AS gajinya 
bisa Rp 14 juta/bulan belum termasuk tip sementara di Indonesia manajer saja 
ada yang gajinya kurang dari rp 2 juta/bulan.

Bagaimana pun juga seburam2nya ekonomi di AS, akan lebih buram lagi di 
Indonesia karena Indonesia adalah negara sapi perah AS. Oleh karena itu tak 
heran peristiwa bunuh diri sekeluarga juga sudah lama terjadi di Indonesia...

Indonesia butuh pemimpin yang punya visi ekonomi yang
 berpihak pada rakyat dan mandiri. Bukan sekedar budak asing.

YouTube - Ibu dan Dua Anaknya Nekat Bunuh Diri

23.05.2008Kisah Sedih akibat himpitan ekonomi kembali terjadi. Seorang ibu di 
Deli Serdang, Sumatra Utara, nekat bunuh diri bersama kedua ...
www.youtube. com/watch? v=WfgNw9on5nM

Fokus - Ibu Bunuh Diri Setelah Bunuh 4 Anaknya
Seorang ibu rumah tangga di Malang, Jawa Timur berinisial JM nekad membunuh ke 
4 anaknya dengan cara memberikan racun. Setelah membunuh ke 4 anaknya, ...
www.indosiar. com/fokus/ 59626/ibu- bunuh-diri- setelah-bunuh- 4-anaknya

[list_indonesia] [ppiindia] Kemiskinan Memaksa Ibu Bunuh Diri ...
Jumat, 17 Desember 2004 Kemiskinan Memaksa Ibu Bunuh Diri Bersama Dua Anaknya 
MAHFUD (32) tampak lemas. Masih amat segar dari ingatannya kematian Jasih ...
www.freelists. org/post/ list_indonesia/ ppiindia- Kemiskinan- Memaksa-Ibu- 
Bunuh-Diri- Bersama-Dua- Anaknya,4

Ibu Ajak Dua Anaknya
 Bunuh Diri
Ibu Ajak Dua Anaknya Bunuh Diri. Oleh Yuyuk Sugarman Yogyakarta-Seorang ibu 
bernama Ratinah (30), warga Dusun Ngelo Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, ...
www.sinarharapan. co.id/berita/ 0705/04/sh06. html

===

Paket Umrah 2009 Mulai US$ 1.1490

ONH Plus (Haji Khusus) Mulai US$ 5.900

Informasi selengkapnya ada di:

http://www.media- islam.or. id

Ingin belajar Islam?

Kirim email ke: syiar-islam- subscribe@ yahoogroups. com

Jual Rumah Baru di Otista Kampung Melayu Jakarta Timur Rp 650 juta.. Info: 
http://agusnizami. wordpress. com

--- Pada Kam, 16/4/09, Satriyo <lasykarlima@ gmail.com> menulis:

Dari: Satriyo <lasykarlima@ gmail.com>
Topik: {forsimpta} Pelajaran dari Potret Buram AS: apakah faktor ekonomi 
sedemikian menentukan?
Kepada:
 sd-is...@yahoogroup s.com, keadilan4all@ yahoogroups. com, al-ikh...@yahoogrou 
ps.com, insist...@yahoogrou ps.com, forsim...@yahoogrou ps.com, syiar-islam@ 
yahoogroups. com
Tanggal: Kamis, 16 April, 2009, 2:15 AM

Salam,
 
Potret buram negeri adidaya Paman Sam makin nyata saja dengan makin 
meningkatnya angka bunuh diri yang menyertai pembunuhan atas anggota keluarga 
pelaku bunuh diri. Adakah bedanya dengan nasib nahas para mantan Caled di 
Pemilu 2009 Indonesia setelah mereka terlilit hutang atau harta benda ludes 
bersama raibnya impian mengais harta sebagai wakil rakyat terhormat dan 
beradab? 

 
Benang merahnya sangat mungkin adalah ekonomi. Jadi? Faktor iman mungkin luput 
dari atensi manusia di manapun selama ini. Pelajaran berharga yang berarti 
hanya buat mereka yang memang mau memikirkannya. 
 
Ayo, jangan wariskan watak dan sikap materialisme kapitalis kepada anak-anak 
kita, generasi penerus ummat dan
 bangsa ini.
 
salam,
Satriyo

-- 
Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang
now surely by Allah's remembrance are the hearts set at rest
>> al-Ra'd [13]: 28

http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/04/13/ ITR/mbm.20090413 
.ITR130022. id.html

Bunuh Diri
Malaise yang Memicu Pelatuk
Kasus penembakan anggota keluarga dan bunuh diri kian banyak ditemukan di 
Amerika. Akibat tak tahan menanggung krisis ekonomi.

Hidup, bagi James Harrison, adalah serpihan tanpa bentuk: pekerjaan sebagai 
petugas jaga malam tanpa tunjangan tetap, lima anak yang butuh makan, dan 
seorang istri yang terus-menerus menya­la­kan api pertengkaran. 

Pekan lalu, Harrison mengakhiri hidupnya yang pepat dengan cara me­ngenaskan. 
Ia menembak kelima anaknya, yang masih tertidur pulas di kamar mereka, lalu 
menembak kepalanya
 sendiri di sebuah mobil. 
Polisi Pierce County, Auburn, di Negara Bagian Washington, menemukan mayat 
Harrison di dalam mobil yang mesinnya masih menyala, Sabtu dua pekan lalu. 
Setelah menyisir lokasi, sekitar delapan jam kemudian mereka menemukan kelima 
anak Harrison di rumah mobilnya. Empat ditemukan bersimbah darah di tempat 
tidur dan seorang lagi di kamar mandi. Mereka berusia 6-14 tahun. ”Ya, Tuhan! 
Mereka tampak seperti peri-peri kecil yang sedang tidur,” kata Kepala Polisi 
Paul Pastor. 

Para tetangga yang tinggal di dekat rumah mobil Harrison mengatakan pria 34 
tahun itu gemar menyiksa anak. Dua tahun lalu, mereka pernah mengadukan 
Harrison ke bagian pengawasan anak.. ”Setiap hari, Anda bisa mendengar 
anak-anak malang itu menjerit kesakitan,” kata Carolyn Bader, seorang tetangga. 

Beberapa jam sebelum peristiwa pe­nembakan, menurut para tetangga, Harrison 
sempat bertengkar dengan istrinya, Angela. Teriakan pertengkaran
 menggema ke rumah-rumah sebelah. Setelah itu, dengan tergesa-gesa sang istri 
keluar dari rumah. 

Seorang kerabat Harrison mengatakan pasangan itu sudah lama tak cocok. 
Kebiasaan Harrison yang gemar memukul dan pekerjaannya sebagai petugas jaga 
malam di sebuah pabrik dengan gaji kecil dan tanpa tunjangan menjadi pemicu 
pertengkaran. Sang istri bahkan mengancam akan meninggalkan Harrison. 

Kasus penembakan ini menggenapi peristiwa serupa yang terjadi dalam beberapa 
bulan terakhir di Amerika Serikat. Hanya sepekan sebelum kasus Harrison, di 
Santa Clara, California, Karthik Rajaram membunuh istrinya, dua anak mereka, 
dan ibu mertuanya, kemudian bunuh diri. 

Dalam secarik kertas yang ditemukan di sebelah mayatnya, pria yang bekerja 
sebagai manajer keuangan di anak perusahaan Sony Picture ini mengaku tengah 
dililit krisis keuangan setelah dipecat dari perusahaan itu. ”Ini keputusan 
yang lebih terhormat,” tulisnya. 

November
 tahun lalu, seorang pria juga menembak istri, dua putri mereka, dan dirinya di 
Akron, Ohio. Padahal pria itu dikenal sebagai orang yang santun. Seorang 
tetangga menceritakan anak-anaknya bahkan belajar piano dari pria itu. 
Kerabatnya mengatakan pria itu berbuat nekat karena tak menemukan cara membayar 
kredit rumah setelah diberhentikan dari pekerjaan. 

Kecenderungan menembak anggota keluarga yang berakhir dengan bunuh diri ini 
menimbulkan kekhawatiran di kalangan psikolog dan peneliti kejiwaan di Amerika. 
Dr Edward Charlesworth, psikolog klinis di Houston, bulan lalu mengadakan 
penelitian tentang korelasi bunuh diri dan krisis ekonomi. Berdasarkan 
penelitian itu, ia menyimpulkan orang akan cenderung berbuat nekat dalam 
tekanan ekonomi. 

Penelitian ini dikuatkan dengan bukti kian naiknya pengaduan yang masuk ke 
pusat-pusat bantuan pencegahan bunuh diri. Menurut Virginia Cervasio, Direktur 
Eksekutif Samaritans of New York, yang menangani
 keluhan bunuh diri, penelepon umumnya mengadu tak mampu lagi menanggung beban 
hidup setelah krisis keuangan mendera. 

Sepanjang tahun ini saja, Switchboard of Miami, lembaga bantuan lainnya, 
merekam 500 panggilan yang ber­isi keluhan senada. ”Mereka mengeluh sudah tak 
punya apa-apa, kehilangan rumah, pekerjaan, mobil,” kata Ann Malone, salah satu 
petugas. 

Krisis finansial sejak tahun silam memang menghancurkan sendi ekonomi keluarga 
di negara adidaya itu. Lebih dari empat juta warga Amerika kini menghadapi 
jatuh tempo utang properti. Mortgage Bankers Association, yang mengurus kredit 
perumahan, mencatat sudah 500 ribu dokumen penyitaan yang selesai diproses. 
Tahun ini diperkirakan jumlah itu akan meningkat drastis. 

”Sejarah menunjukkan kehidupan keluarga Amerika yang mapan memang mudah rapuh 
jika krisis ekonomi melanda,” kata Charlesworth. 
Angela Dewi (AP, Latimes,
 Nytimes)











Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! 
otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser. 
Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads. yahoo.com/ id/internetexplo rer














Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat tempat 
chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. http://id.messenger 
.yahoo.com/ pingbox/
















        Nama baru untuk Anda!  

Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 

Cepat sebelum diambil orang lain!


      Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda? 
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke