Date: Wednesday, April 29, 2009, 5:21 PM
Nenek Obama Akan Naik Haji
By Republika Newsroom
Rabu, 29 April 2009 pukul 10:04:00
NAIROBI -- Nenek Presiden Amerika Serikat Barack Hussein Obama telah menerima
undangan dari konglomerat properti Persatuan Emirat Arab (UAE) Dr Sulaiman Al
Fahim untuk menunaikan ibadah haji tahun ini, demikian sebuah laporan media.
"Saya dengar ia belum melakukan ibadah haji dan ia sangat ingin pergi. Karena
ibu saya tak lagi bersama kami, keluarga kami punya tempat kosong. Maka saya
mengundangnya dan ia menerima undangan itu," kata pimpinan Hydra Properties
seperti dikutip Arabian Business.
"Saya sangat ingin (mengundangnya) ," kata Dr Al Fahim, yang media penyedia
berita bisnisnya melaporkan, bertemu Mama Sarah dalam lawatan ke Kenya pekan
lalu.
Al Fahim, setelah terpilih sebagai duta besar kemauan baik (goodwill) untuk
mendukung Millennium Development Goals (MDGs), ia pergi ke Kenya untuk
melancarkan kampanye anti kekurangan gizi di kawasan itu.
Hal ini tentu membahagiakan. Sebab, kampung Obama di Kenya akhir-akhir ini juga
gencar ajakan ke agama lain sehingga meresahkan tokoh agama di Kenya. Sarah
sempat hadir pada pelantikan Obama sebagai presiden AS awal tahun ini.
Nenek yang satu ini terbilang sangat istimewa. Ia adalah Sarah Obama (87),
nenek tiri Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama. Akhir pekan lalu,
Gereja Advent Hari Ketujuh yang terletak di sebelah barat Kota Kisumu
mengundang Sarah Obama untuk hadir dalam sebuah pertemuan.
Ternyata dalam pertemuan itu, Sarah Obama yang sudah berusia lanjut ini diduga
hendak dibaptis dan diminta untuk pindah agama. Menurut salah seorang
kerabatnya di perkampungan Kogelo, kampung halaman ayah Obama, Mama Sarah
terkejut mendapat undangan dari gereja itu.
Mengetahui dirinya bakal dibaptis, Mama Sarah pun menolak undangan dari Gereja
Advent Hari Ketujuh. Said Obama, saudara tiri Presiden Obama, menuturkan,
pastor gereja itu telah melakukan pendekatan kepada Mama Sarah. Menurut Said
Obama, sang pastor menyatakan bahwa Mama Sarah bisa menjadi seorang Kristiani.
Upaya pemurtadan yang akan dilakukan terhadap Mama Sarah oleh Gereja Advent
Hari Ketujuh itu menuai reaksi keras dari kalangan umat Islam di negara
berpenduduk 32 juta jiwa itu. Betapa tidak, Sarah telah menjelma menjadi
seorang selebritas di Kenya, sejak cucunya yang kini menjadi presiden Amerika
Serikat mengunjunginya pada 2006.
Bahkan, setelah sang cucu terpilih sebagai presiden AS berkulit hitam pertama,
kampung halaman dan rumahnya telah menjadi tempat wisata. Para wisatawan pun
berbondong-bondong mengunjungi Kampung Kogelo. Bulan lalu, Pemerintah Kenya
telah menjadikan kampung itu sebagai kawasan bersejarah yang dilindungi.
Majelis Ulama dan Imam Kenya mengecam rencana pemurtadan yang akan dilakukan
Gereja Advent Hari Ketujuh terhadap Mama Sarah. Sekretaris Majelis Ulama dan
Imam Kenya, Syekh Mohamed Khalifa, seperti dikutip kantor berita AFP, menilai
upaya yang dilakukan pihak gereja itu sebagai bentuk provokasi.
"Saya menyesalkan upaya yang dilakukan pihak gereja yang memaksa Mama Sarah
untuk berpindah agama,`` papar Syekh Khalifa. ``Mengapa hanya dia? Mengapa hal
itu tak dilakukan sebelum Obama menjadi presiden? Apakah mereka melihatnya
sebelum cucunya menjadi presiden? Kami siap melindungi agama kami,`` tutur
Syekh Khalifa menegaskan.
Menurut dia, Mama Sarah terlahir sebagai seorang Muslim dan akan meninggal
sebagai Muslim pula. ``Isu pemurtadan tak akan lagi terjadi di sini ataupun di
sana,`` ungkap Syekh Khalifa.
Menurut Syekh Khalifa, tindakan gereja itu sebagai sebuah provokasi. ``Mereka
tak memiliki izin dari Yesus untuk memurtadkan seseorang.`` Syekh Khalifa pun
menantang pihak gereja untuk menyebutkan ayat dalam Bible yang mengizinkan
mereka untuk memurtadkan seseorang.
Keluarga ayah Presiden Obama di Kenya memang beragama Muslim. Tak heran, jika
sekitar 11 persen rakyat Amerika Serikat (AS) masih menganggap Presiden yang
benama lengkap Barack Husein Obama adalah seorang Muslim. Menurut hasil survei
yang digelar Pew Research pada pertengahan Maret lalu, satu dari 10 penduduk
negeri Paman Sam meyakini bahwa Obama sebagai pemeluk agama Islam.
Hasil survei yang melibatkan 1.308 responden itu sungguh menarik. Pasalnya,
saat dilantik pada 20 Januari lalu, Obama disumpah dengan menggunakan Bible.
Namun, publik AS masih berpikir bahwa Obama adalah seorang Muslim. Berdasarkan
studi itu, satu dari lima penganut agama Protestan Evangelis meyakini bahwa
Obama yang memiliki nama tengah bernuansa Islami itu sebagai seorang Muslim.
Yang lebih mencengangkan, 17 persen pendukung Partai Republik juga berpendapat
bahwa presiden berkulit hitam pertama di AS itu juga sebagai penganut Islam.
Hanya sekitar 38 persen dari penganut Protestan Evangelis dan 46 persen
pendukung Partai Republik yang meyakini bahwa Obama sebagai pemeluk agama
Kristen.
Sementara itu, sebanyak 55 persen pendukung Partai Demokrat berpendapat, Obama
penganut Kristen.``Tujuh persen pendukung Demokrat meyakini bahwa Obama seorang
Muslim,`` ungkap Pew Research dalam laporannya, seperti dikutip ABC News,
beberapa waktu lalu.mch/taq
New Email addresses available on Yahoo!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
[Non-text portions of this message have been removed]