Ini ada lanjutannya:

http://malkashadiq.multiply.com/journal/item/1

*Benar-benar Ilmiah!*

Tentunya kita masih ingat tentang kisah Nabi Musa a.s. dan Fir’aun, di mana
puncak kedhaliman Fir’aun adalah peristiwa terbelahnya Laut Merah. Menurut
Ilmu Astronomi, kita bisa mengetahui kapan peristiwa itu terjadi dan apa
penyebab terbelahnya Laut Merah.

Tepat ketika 4000 SM—ketika ditelusuri dari kandungan garam yang ada di mumi
Fir’aun diperoleh angka tahun yang sangat teliti dan itu memang sama—Venus
masih tidak stabil dan orbitnya akan mendekati Bumi dalam jarak kurang dari
radius Bumi.

Prosesnya sendiri berlangsung sekitar 4 bulan dan puncaknya selama kurang
lebih 3-6 jam. Ketika Venus mulai mendekati Bumi, siang dan malam Bumi
menjadi lebih cepat. Saat itu, bertepatan saat Fir’aun membangun menara
tertinggi untuk mengetahui Tuhan-nya Musa, sehingga tercatat menara itu
adalah menara terlama yang pernah dibangun manusia. Padahal, memang siang
dan malamnya ½ kali lebih cepat dari biasanya.

Kemudian ketika Nabi Musa a.s. lari menuju Laut Merah, Venus sedang
benar-benar dalam jarak terdekat dengan Bumi. Saat itu digambarkan bagaimana
ketakutan umat Nabi Musa melihat alam berwarna merah dan hitam berubah-ubah.
Mereka mengira itu adalah kutukan Fir’aun yang memang dianggap “Tuhan”, akan
tetapi itu adalah garis medan magnet yang sangat kuat antara Bumi dan Venus,
sedang perpotongannya ada di Jazirah Mesir.

Nabi Musa a.s. dan pengikutnya bingung karena saat itu di depan mereka Laut
Merah dan di belakangnya Fir’aun beserta bala tentaranya. Ketika Allah
mewahyukan, “Ketukkan tongkatmu, ya Musa!” dan Musa melakukannya, laut pun
akhirnya terbelah.

Sesungguhnya itu adalah tepat ketika kedua kutub medan magnet Bumi dan Venus
bertabrakan. Tabrakan tersebut menimbulkan titik potong, sehingga kutub
magnet utara dan selatan Bumi tertarik sampai ke permukaan. Daerah
perpotongan tersebut menjadi daerah hampa benda, dan *subhanallah* semuanya
tepat terjadi di Laut Merah.

Saat itu air laut seperti dinding yang bergejolak, suhunya tinggi serta
mempunyai kadar garam yang naik hampir 500% dari normalnya. Hal itu terjadi
sekitar 3-4 jam saja karena sesudahnya Venus terlempar kembali menuju orbit
yang semula dengan kecepatan 20 kali rotasinya. Waktu selama itu cukup bagi
seorang pelari untuk menyeberangi Laut Merah.

Setelah terlemparnya Venus, akhirnya Laut Merah kembali dalam kondisi semula
sehingga digambarkan peristiwa tersebut dalam Al-Qur’an,

“… dan Kami tenggelamkan Fir’aun dan bala tentaranya ....”

Dan Fir’aun bukannya tidak bisa berenang, hanya saja suhu dan gelombang
(diperkirakan tsunami besar) *centroid*—jika di Aceh tsunami
*uncentroid*karena mengarah ke pinggir—menjadikan mereka semua tewas.

*****

Yang menjadi pelajaran adalah:

1.     Jika saat itu Nabi Musa a.s. tidak melemparkan tongkatnya, maka
kejadian tadi tetap akan terjadi. Jadi, hal itu memang sudah persiapkan
Allah swt., dan Nabi Musa a.s. bisa ‘mengisi’-nya dengan kebaikan.

2.     Jika saat itu Nabi Musa a.s. mengambil jalan agak ke pinggir, maka
Nabi Musa a.s. pasti akan terlempar jauh oleh medan magnet yang kuat. Jadi,
memang sejak semula Allah swt. mewahyukan agar jalur Nabi Musa a.s. tepat di
perbatasan medan magnet, suatu perkiraan langit yang sangat teliti.

3.     Prediksi Venus akan melenceng sudah dimulai ketika orbitnya tidak
sempurna dan itu mulai terbentuk sejak 40.000 tahun bumi sebelumnya. Ini
berarti kejadiaan alam itu memang telah Allah swt. rincikan sebelumnya.

4.     Jika saja Fir’aun tidak mengikuti Nabi Musa a.s., dan tidak ada
adegan kejar-mengejar tadi, maka kejadian terbelahnya Laut Merah tetap akan
terjadi. Tinggal masalahnya kemungkinan peristiwa apa yang akan dilakukan
oleh Nabi Musa a.s. dan Firaun saat itu memang tidak pernah kita ketahui,
karenanya Allah selalu mengatakan, “Agar dengan semua itu Kami (akan)
melihat (siapa) di antaramu yang paling baik amalnya .…”
Demikianlah, tinjauan Ilmu Astronomi tentang peristiwa terbelahnya Laut
Merah. Semoga bisa menambah kadar keimanan kita pada-Nya. Wallahua'lam.


2009/5/8 Al-Irsyad Surabaya <[email protected]>

>
>
> Masih ingatkah teman-teman dengan kisah mukjizat Nabi Musa yang
> membelah laut merah dengan tongkatnya? Jika salah satu diantara
> teman-teman yang menganggap kisah tersebut hanya merupakan dongeng
> belaka, sekarang mari kita simak tulisan yang saya uraikan dibawah ini.
> Seorang Arkeolog bernama Ron Wyatt pada ahir tahun 1988 silam
> mengklaim bahwa dirinya telah menemukan beberapa bangkai roda kereta
> tempur kuno didasar laut merah. Menurutnya, mungkin ini merupakan
> bangkai kereta tempur Pharaoh yang tenggelam dilautan tsb saat
> digunakan untuk mengejar Musa bersama para pengikutnya.
> Menurut pengakuannya, selain menemukan beberapa bangkai roda kereta
> tempur berkuda, Wyatt bersama para krunya juga menemukan beberapa
> tulang manusia dan tulang kuda ditempat yang sama.
> Temuan ini tentunya semakin memperkuat dugaan bahwa sisa2 tulang
> belulang itu merupakan bagian dari kerangka para bala tentara Pharaoh
> yang tenggelam di laut Merah. Apalagi dari hasil pengujian yang
> dilakukan di Stockhlom University terhadap beberapa sisa tulang
> belulang yang berhasil ditemukan,memang benar adanya bahwa struktur dan
> kandungan beberapa tulang telah berusia sekitar 3500 tahun silam,
> dimana menurut sejarah,kejadian pengejaran itu juga terjadi dalam kurun
> waktu yang sama.
>
> poros roda dari salah satu kereta kuda
> Selain itu, ada suatu benda menarik yang juga berhasil ditemukan,
> yaitu poros roda dari salah satu kereta kuda yang kini keseluruhannya
> telah tertutup oleh batu karang, sehingga untuk saat ini bentuk aslinya
> sangat sulit untuk dilihat secara jelas. Mungkin Allah sengaja
> melindungi benda ini untuk menunjukkan kepada kita semua bahwa mukjizat
> yang diturunkan kepada Nabi2-Nya merupakan suatu hal yang nyata dan
> bukan merupakan cerita karangan belaka. Diantara beberapa bangkai
> kereta tadi, ditemukan pula sebuah roda dengan 4 buah jeruji yang
> terbuat dari emas. Sepertinya, inilah sisa dari roda kereta kuda yang
> ditunggangi oleh Pharaoh sang raja.
> Sekarang mari kita perhatikan gambar diatas, Pada bagian peta yang
> dilingkari (lingkaran merah), menurut para ahli kira-kira disitulah
> lokasi dimana Nabi Musa bersama para kaumnya menyebrangi laut Merah.
> Lokasi penyeberangan diperkirakan berada di Teluk Aqaba di Nuweiba.
> Kedalaman maksimum perairan di sekitar lokasi penyeberangan adalah 800
> meter di sisi ke arah Mesir dan 900 meter di sisi ke arah Arab.
> Sementara itu di sisi utara dan selatan lintasan penyeberangan (garis
> merah) kedalamannya mencapai 1500 meter. Kemiringan laut dari Nuweiba
> ke arah Teluk Aqaba sekitar 1/14 atau 4 derajat, sementara itu dari
> Teluk Nuweiba ke arah daratan Arab sekitar 1/10 atau 6 derajat
> Diperkirakan jarak antara Nuweiba ke Arab sekitar 1800 meter.Lebar
> lintasan Laut Merah yang terbelah diperkirakan 900 meter. Dapatkah kita
> membayangkan berapa gaya yang diperlukan untuk dapat membelah air laut
> hingga memiliki lebar lintasan 900 meter dengan jarak 1800 meter pada
> kedalaman perairan yang rata2 mencapai ratusan meter untuk waktu yang
> cukup lama, mengingat pengikut Nabi Musa yang menurut sejarah berjumlah
> ribuan? (menurut tulisan lain diperkirakan jaraknya mencapai 7 km,
> dengan jumlah pengikut Nabi Musa sekitar 600.000 orang dan waktu yang
> ditempuh untuk menyeberang sekitar 4 jam).
> Menurut sebuah perhitungan, diperkirakan diperlukan tekanan (gaya
> per satuan luas) sebesar 2.800.000 Newton/m2 atau setara dengan tekanan
> yang kita terima Jika menyelam di laut hingga kedalaman 280 meter. Jika
> kita kaitkan dengan kecepatan angin,menurut beberapa perhitungan,
> setidaknya diperlukan hembusan angin dengan kecepatan konstan 30
> meter/detik (108 km/jam) sepanjang malam untuk dapat membelah dan
> mempertahankan belahan air laut tersebut dalam jangka waktu 4 jam!!!
> sungguh luar biasa, Allah Maha Besar.
>
> sumber : http://priendah.wordpress.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]

Dapatkan buku-buku Islami di DemiMasa Online Bookstore 
http://www.demimasa.co.idYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke