Kajian yang terdapat dalam buku Fikih Sunnah ini mencakup berbagai aspek
kehidupan yang harus diketahui oleh setiap Muslim. Di samping itu, juga
dipaparkan dengan gaya bahasa yang mudah dicerna dan lengkap. Lebih dari itu,
penulis berusaha untuk tidak mengangkat perbedaan pendapat yang terjadi di
antara para ulama. Namun, jika tidak dapat dimungkinkan karena permasalahan
yang mengharuskannya, penulis mengemukakannya dengan sekilas. Pentingnya buku
ini untuk dimiliki juga karena sekian banyak hadits yang terdapat di dalamnya
yang mencapai 3000 hadits sudah ditakhrij dan ditahkik oleh Syekh Muhamad
Nasiruddin al-Albani, beserta ulama hadits al-Azhar.
Ikhwani fillah, Tidak inginkah kita mendapatkan ampunan dan maaf dari Allah
swt. atas segala kesalahan dan dosa yang kita perbuat? Jika memang keinginan
itu masih ada, tentunya kita harus memulainya dari diri kita sendiri; kita
maafkan semua kesalahan yang pernah dilakukan orang lain terhadap diri kita.
Allah swt. berfirman, "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.
Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?" (an-Nur : 21)
Maafkanlah kesalahan orang lain, tentu Allah swt. akan memaafkan kesalahan
kita. katakanlah, "Ya Allah, pada hari ini aku memaafkan semua kesalahan,
kezaliman yang pernah dilakukan orang lain terhadapku di dunia karena-Mu agar
Engkau berkenan mengampuni semua kesalahanku."
Saat Lailatul qadar tiba, Sayyidina Umar bin Khatab berkata, "Ya Allah, semua
kesalahan yang pernah dilakukan orang terhadapku pada hari ini telah aku
maafkan."
Imam Ahmad bin Hambal pernah disiksa, dicambuk, dan di masukkan ke dalam
penjara, meskipun demikian, ia tetap memaafkan orang yang pernah melakukan
penyiksaan terhadap dirinya, kecuali orang yang dengan nyata dan tidak ada rasa
malu melakukan kemungkaran dan kekejian. Dia juga membaca firman Allah swt.,
"Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin
bahwa Allah mengampunimu?" (an-Nuur : 21)
Read more...
[Non-text portions of this message have been removed]