----- Forwarded Message ----
From: Abu Farras Mujahid <[email protected]>
Sent: Thursday, June 4, 2009 3:12:24 PM
Subject: Mengenal Karakter Yahudi Melalui Surah al-Falaq





Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai shubuh, dari kejahatan 
makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari 
kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul dan dari 
kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” (QS. al-Falaq [113]: 1-5).

Setidaknya ada tiga pelajaran yang dapat kita ambil dari surat ini. Pertama, 
tentang asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya) surat ini. Surat ini turun 
berkaitan tentang kena sihirnya Nabi Saw.. Mungkin ada yang bertanya, mengapa 
orang sekelas Nabi Saw. bisa terkena sihir? 

Pertanyaan itu dapat dijawab sebagai berikut: Ini adalah hikmah diturunkannya 
surat al-Falaq. Bahwa seorang Nabi pun, tanpa pertolongan dari-Nya tidak akan 
bisa berbuat apa-apa saat menghadapi serangan sihir itu. Kemudian Allah 
memberikan penangkalnya, berupa surat al-Falaq. Surat al-Falaq bukan sekedar 
bacaan, tetapi ia turun langsung dari Allah Tuhan alam semesta. Hanya Dia-lah 
yang dapat menolong dan menyelamatkan kita dari serangan sihir. Sihir itu tidak 
ada apa-apanya dibanding dengan kehebatan surah al-Falaq. Hendaknya kita rajin 
membacanya, terutama di waktu pagi dan sore.

Kedua, hendaknya kita berhati-hati dengan makar kaum Yahudi. Dalam tafsirnya, 
mufassir ats-Tsa’labi mengatakan bahwa Ibnu Abbas dan Aisyah mengatakan, “Ada 
salah seorang anak Yahudi menjadi khadam (pembantu) Rasulullah Saw., namun 
warga Yahudi mendesaknya supaya mengambil rambut Nabi Saw. yang berjatuhan dan 
beberapa gigi sisir beliau. Dan khadam pun melakukannya, kemudian diberikan 
kepada warga Yahudi dan mereka pun menyihir beliau dengannya.”

Riwayat ini masih dalam konteks asbabun nuzul surah al-Falaq. Sampai di sini 
saya teringat dengan sebuah ayat yang mengatakan bahwa orang yang paling benci 
dengan kaum muslimin adalah orang Yahudi dan orang musyrik. (QS. al-Maidah [5]: 
82). Sedangkan dalam surat al-Baqarah ayat 74, Allah Swt. mengibaratkan hati 
mereka lebih keras daripada batu. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada 
yang mengalir sungai-sungai dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang 
terbelah lalu keluarlah mata air dari padanya dan di antaranya sungguh ada yang 
meluncur jatuh, karena takut kepada Allah.

Kebencian orang Yahudi terhadap Islam dan umatnya sangat terasa hingga kini. 
Pendudukan tanah Palestina oleh Zionis Israel adalah salah satu buktinya. Raja 
Faishal syahid dibunuh oleh keponakannya sendiri. Setelah diselidiki, ternyata 
keponakannya itu telah didoktrin oleh pacarnya yang notabene aktivis Zionis.

Sobat muda, bukan saja orang-orang Zionis itu yang harus kita waspadai agar 
tidak masuk ke rumah kita, tetapi yang lebih berbahaya lagi adalah pemikiran 
sesat mereka. Jika Anda membaca protokol Zionis, Anda akan menyadari betapa 
bahayanya pemikiran mereka. 

Ketiga, saya perhatikan dengan seksama ayat terakhir surah al-Falaq yang 
berbunyi: “dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.” 

Kedengkian itu sebuah kejahatan. Dan salah satu karakter orang Yahudi adalah 
kedengkian mereka terhadap umat Islam. Mereka juga dengki kepada Nabi Muhammad, 
karena Nabi akhir zaman tidak datang dari pihak mereka (Bani Israel), tetapi 
datang dari negeri Arab.

Mengenai dengki, Imam Ibnu Qudamah dalam kitabnya Mukhtashar Minhajul Qashidin 
menjelaskan: “Jika amarah dipendam karena ketidak mampuannya melampiaskannya. 
Maka amarah itu berbalik ke batinnya, mendekam di dalamnya dan menjadi dengki. 
Tandanya ialah, senantiasa membenci orang yang dimaksudkan, merasa berat jika 
bertemu dengannya dan berusaha untuk menghindarinya.”

Jadi, orang Yahudi itu pasti sangat besar amarahnya kepada Nabi Saw.. Sehingga 
mereka menyihir Nabi Saw.. Tapi yang jelas, sifat dengki ini bisa mengenai 
siapa saja, tak mengenal apa agamanya dan apa status sosialnya. Sebagaimana 
sabda Nabi Saw, “Kalian akan dijalari suatu penyakit umat-umat sebelum kalian, 
yaitu dengki dan kebencian.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Bagaimana cara menyembuhkan penyakit dengki? Selain memberikan keterangan 
tentang bahaya dengki, Rasulullah Saw. juga memberikan resep penyembuhannya. 
Rasulullah Saw. bersabda., “Tiga perkara yang seseorang tidak bisa selamat dari 
sebagian di antaranya, yaitu sangkaan, gegabah dan dengki. Akan kuberitahukan 
kepada kalian bagaimana jalan keluarnya dari yang demikian itu. Jika engkau 
menyangka, maka janganlah engkau menyelidiki. Jika engkau gegabah, maka 
lewatilah. Jika engkau dengki, janganlah berbuat lalim.” (HR. Ibnu Abid Dunya).

Seandainya kita merasa ada orang yang mendengki kita, bacalah surah al-Falaq. 
Biarlah Allah membalas kebusukan hatinya, sebagaimana Allah mengembalikan makar 
para ahli sihir kaum Yahudi penghasud itu kepada diri mereka sendiri, dan Allah 
menghancurkan rencana buruk mereka serta mempermalukan mereka.


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke