http://www.republik a.co.id/berita/ 56564/Harapan_ Islam_pada_ Ahmadinejad


Harapan Islam pada Ahmadinejad

JAKARTA -- Ketua PP Muhammadiyah, Haedar Nasir, mengatakan, terpilihnya kembali 
Mahmoud Ahmadinejad sebagai presiden Iran membuat dunia Islam menaruh harapan 
kepadanya. Harapan itu untuk membangun relasi yang lebih proaktif demi 
terciptanya tatanan dunia Islam yang produktif dan bermartabat," tegasnya 
kepada Republika, kemarin.

Haedar yakin, peluang munculnya hubungan yang lebih baik antardunia Islam itu 
ada. "Saya melihat ada harapan dengan terpilihnya Ahmadinejad kembali," 
tandasnya. Menurut dia, pihak mana pun harus menghargai hasil proses demokrasi 
di Iran, baik pemerintahan atau negara, organisasi kemasyarakatan, maupun 
kekuatan sosial politik.

Sebelum membangun relasi yang lebih proaktif, menurut Haedar, Iran sebaiknya 
memperbaiki hubungannya dengan Muslim Timur Tengah. Bahkan, ia perlu 
memperbarui politik luar negeri dunia Islam. "Ini penting untuk dinamika dunia 
Islam," katanya.

Kita lihat sekarang ini, lanjut Haedar, problem krusial yang terjadi secara 
persfektif dalam dunia Muslim ada dua, yakni tatanan dunia global dan politik 
negara maju yang sangat berpengaruh terhadap negara berkembang, termasuk dunia 
Islam. "Harusnya, ada paradigma baru. Barat harus mengubah pandangannya dan 
merombak politik negaranya terhadap Islam. Begitu pun sebaliknya. Ini memang 
tidak mudah, namun ada jalan," ujarnya.

Haedar menambahkan, semua pemerintah Islam seharusnya berani mengoreksi 
persfektif masing-masing. "Tak hanya berontak," katanya. Dihubungi terpisah, 
intelektual Muslim, Azyumardi Azra, berpandangan, kembali terpilihnya 
Ahmadinejad tidak akan memberi pengaruh apa pun bagi dunia Islam. Pasalnya, 
Ahmadinejad tidak bisa muncul sebagai kekuatan alternatif seperti Fidel Castro.

Ahmadinejad, menurut mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif 
Hidayatullah Jakarta itu, tidak akan ada pengaruhnya bagi dunia Islam. "Dia 
hanya disukai beberapa kalangan tertentu karena sifatnya yang berani dan keras 
terhadap Pemerintah Amerika. Tidak akan mendorong terciptanya perubahan, tidak 
akan bisa," tegasnya. Selain itu, tuturnya, banyak kalangan yang tidak menyukai 
Ahmadinejad.

Dukungan masyarakat
Pengamat Timur Tengah Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Hamdan Basyar, 
menilai, terpilihnya kembali Ahmadinejad menunjukkan dukungan masyarakat 
terhadap pemerintahannya masih kuat. "Kemenangan Ahmadinejad bukti dukungan 
warga Iran masih kuat. Namun, ini menjadi batu sandungan bagi Israel," katanya, 
Ahad.

Sebab, selama ini, Iran di bawah kepemimpinan Ahmadinejad diangap sebagai musuh 
oleh Israel karena kekhawatiran Israel akan pengembangan senjata nuklir oleh 
Iran. Selain itu, selama ini, Iran di bawah pemerintahan Ahmadinejad tetap 
tidak mau tunduk atas sikap dan tindakan-tindakan Israel terhadap Palestina. 
"Apalagi, saat ini juga Pemerintahan Israel yang terpilih dari kelompok keras," 
kata pengajar Kajian Timur Tengah di Universitas Indonesia itu.

Wakil Ketua Lembaga Bahhtsul Masail Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), H M 
Cholil Nafis, menilai, kemenangan yang diraih Ahmadinejad merupakan hal yang 
sangat fantastis. "Saya kira, kemenangan perolehan suara Ahmadinejad itu posisi 
yang sangat baik," katanya.

Menurut Cholil, bagi masyarakat Indonesia, kemenangan tokoh "ultrakonservatif" 
di Iran itu justru akan memberikan gambaran yang cukup baik dan positif 
terhadap hubungan kedua negara. "Mungkin saja, negara non-Muslim di dunia akan 
merasa tegang dan mungkin saja takut terhadap tampilnya tokoh radikal itu, 
tetapi bagi masyarakat Indonesia yang Muslim mayoritas tidak perlu 
dikhawatirkan ," ujarnya.

Dia mengatakan, kalaupun kebijakan yang sering diperlihatkan Ahmadinejad 
dinilai beraliran keras, itu mungkin hanya ditujukan bagi negara-negara Barat 
yang anti terhadap kebijakan negara-negara Islam. Bagi warga NU, kata Cholil 
yang juga sebagai pengurus Lembaga Kajian Islam, hubungan mereka dengan 
Ahmadinejad cukup dekat.she/taq



















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke