--- Pada Sen, 22/6/09, Milik Pstti - PPs UI <[email protected]> menulis:
Dari: Milik Pstti - PPs UI <[email protected]> Topik: [assyarkhan] [OOT] SEMINAR EKONOMI & KEU. SYARIAH GRATIS DARI PARAMADINA Kepada: [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected] Cc: "Milis Resmi PSTTI PPs UI" <[email protected]> Tanggal: Senin, 22 Juni, 2009, 6:25 AM SEMINAR GRATIS “Ekonomi dan Keuangan Syariah Pasca Krisis keuangan Global: Trend Produk Keuangan dan Investasi Syariah Masa Depan” (Universitas Paramadina, Masyarakat Ekonomi Syariah, Ikatan Ahli Ekonomi Islam) ▌Pendahuluan Krisis keuangan yang melanda Amerika Serikat (AS) kini terus mengguncang perekonomian global. Trauma akan krisis ekonomi AS di tahun 1929 yang sering disebut great depression kembali menghantui. Krisis finansial AS yang dengan cepat bertransformasi menjadi krisis global, telah menjadi krisis terburuk sejak Great Depression 1929. Setelah kejatuhan pasar saham pada Oktober 1929, AS membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk memulihkan perekonomian yang turun sepertiga outputnya dengan 25% tenaga kerja menjadi pengangguran. Kini, kejadian Great Depression, seakan akan terulang kembali, dimana banyak saham-saham yang menjadi maskot Wall Street berguguran. Krisis ini menunjukkan rapuhnya sistem ekonomi kapitalis yang dianut negara-negara besar dan mayoritas negara-negara di dunia. Sistem ekonomi ini telah berevolusi menjadi perekonomian yang didominasi sektor moneter dimana fiat money, fractional reserve requirement, dan interest menjadi pilar utamanya. Ketiganya menciptakan transaksi derivatif di sektor finansial, yakni transaksi berbasis portofolio. Faktor inilah yang menciptakan bubble economy, penyebab utama krisis keuangan global saat ini. Dalam menyikapi perkembangan perekonomian dunia saat ini, yang begitu rentannya terhadap kirisis ekonomi dan keuangan, para ekonom dunia terbelah menjadi dua pendapat, yakni pihak yang masih optimis dan satu lagi yang pesimis. Nada optimistis menilai bahwa sistem perekonomian kapitalis akan tetap eksis namun mengingatkan agar lebih berhati-hati dalam menerapkan regulasi di sektor keuangan dan perumahan. Jika tidak maka krisis finansial ini akan menyebabkan resesi yang cukup serius bahkan depresi. Sementara pihak yang pesimis mempunyai keyakinan bahwa sistem keuangan Barat sudah runtuh dan diperlukan sebuah sistim alternatif untuk menyelamatkan perekonomian dunia. Dalam jangka panjang dibutuhkan sebuah konsep, untuk menata ulang arsitektur ekonomi dan keuangan dunia. Dalam hal ini sistem ekonomi dan keuangan Islam memiliki peluang untuk mengganti peran dan fungsi sistim konvensional, atau dengan kata lain, sistim ekonomi dan keuangan Islam akan menjadi pemimpin perubahan dalam sistim ekonomi dan keuangan global (Islamic finance and banking will win). Globalisasi sektor keuangan terbukti telah memberi peluang bagi industri keuangan Islam untuk berkembang pesat, terutama ditahun-tahun belakangan ini, sejak aktif beroperasinya perbankan Islam mendampingi perbankan konvensional. Perkembangan industri keuangan Islam yang begitu menjanjikan dimasa mendatang telah memicu minat lembaga-lembaga keuangan konvensional untuk berinvestasi di sektor ini. Sejatinya, industri keuangan dan perbankan Islam sangat berpotensi untuk berkontribusi dan berkembang menjadi komponen penting dalam sistem keuangan global. Sejalan dengan semakin meluasnya penggunaan prinsip syariah dipasar keuangan dalam dan luar negeri, yang ditandai dengan semakin banyaknya negara yang menerbitkan instrumen pembiayaan berbasis syariah dan semakin meningkatnya jumlah investor dalam instrumen keuangan Islam, Indonesia perlu memanfaatkan momentum melalui penerbitan SBSN baik dipasar domestik maupun pasar Internasional sebagai alternatif sumber pembiayaan. Hal tersebut sejalan dengan semakin terbatasnya daya dukung anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) untuk menggerakkan pembangunan sektor ekonomi secara berkesinambungan dan belum optimalnya pemanfaatan instrumen pembiayaan lainnya. Dengan bertambahnya instrumen surat berharga negara yang terdiri dari surat utang negara dan SBSN, diharapkan kemampuan pemerintah dalam pengelolaan anggaran negara terutama dari sisi pembiayaan akan semakin meningkat. Selain itu, adanya SBSN akan dapat memenuhi kebutuhan portofolio investasi lembaga keuangan Islam antara lain perbankan syariah, reksadana syariah, dan asuransi syariah. Kondisi demikian menunjukkan bahwa sukuk dan skema investasi keuangan syariah telah menjadi fenomena global yang bersifat lintas agama, budaya, dan bangsa. Di satu sisi, hal tersebut membanggakan dan menunjukkan universalitas serta komprehensivitas ajaran Islam. Namun di sisi lain, hal tersebut menuntut kerja keras dan kesigapan Indonesia untuk mengambil setiap peluang yang ada. Jika tidak, maka peluang tersebut akan dimanfaatkan oleh negara-negara lain yang notabene sudah sangat maju Seminar ini, akan menyajikan sebuah informasi dan pengetahuan yang akan sangat bermanfaat dalam mengantisipasi perkembangan ekonomi dan keuangan global pasca krisis, selain itu seminar ini akan mengeksplorasi ide dan gagasan tentang diversifikasi produk dan jasa keuangan syariah, sehingga akan lebih mengayakan industri keuangan syariah dimasa yang akan datang. Hadirnya semua elemen yang terlibat dalam industri keuangan Islam, akan semakin membuka simpul – simpul jaringan yang bisa sangat bermenfaat bagi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah ditanah air. ▌Tujuan Umum Seminar · Memberikan informasi yang komprehensif kepada seluruh elemen masyarakat mengenai perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah pasca krisis keuangan global, baik secara nasional maupun perkembangan internasional. · Mendiskusikan strategi lembaga keuangan syariah dalam menghadapi krisis keuangan global, dan trend masa depan produk dan jasa keuangan syariah. · Mamfasilitasi semua pihak (stakeholders) yang terlibat dalam industri keuangan Islam, dalam sebuah forum yang sangat strategis dan prestisius, untuk berkomunikasi dan membuka jaringan dalam rangka membangun hubungan bisnis. ▌Manfaat Seminar bagi Peserta · Meningkatkan pengetahuan mengenai kondisi terakhir produk keuangan dan investasi keuangan syariah melalui diskusi bersama pakar-pakar keuangan Islam terkemuka. · Mendapatkan pengetahuan terkini mengenai perkembangan produk keuangan dan investasi syariah baik secara nasional maupun internasional · Memperdalam pengetahuan tentang produk – produk serta skema keuangan dan investasi terkini secara internasional · Memperoleh perkembangan paling mutakhir tentang industri keuangan dan perbankan syari’ah di seluruh dunia. · Mendapatkan informasi mengenai lembaga – lembaga keuangan syari’ah internasional beserta produk – produk keuangan syari’ah di seluruh dunia. ▌Prospek Peserta Seminar · Otoritas Regulasi dan Pengawasan dalam pembangunan keuangan dan infrastruktur. · Manajemen Puncak dan Senior Management pada lembaga keuangan perbankan. · Manajer Keuangan dan Perencanaan pada lembaga keuangan dan perbankan. · Manajer Investasi dan Reksadana nasional. · Akademisi, Peneliti dan Konsultan nasional. · Konsultan keuangan syariah/Dewan Pengawas Syariah. ▌Tempat dan Tanggal Seminar Tempat : Auditorium Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jln. Gatot Subroto 97, Jakarta 12790, Indonesia. Waktu : 30 Juni 2009, pukul 09:00 – 13:00 WIB ▌Jadual dan Pembicara Seminar 8.30 a.m. : Registrasi & Coffee Morning 9.00 a.m. : Sambutan Pembukaan “Ekonomi dan Keuangan Syariah Pasca Krisis keuangan Global: Trend Produk Keuangan dan Investasi Syariah Masa Depan” · Anies Baswedan, Ph.D (Rektor, University Paramadina) 9.30 a.m. : Keynote Speech “Ekonomi dan Keuangan Syariah Pasca Krisis keuangan Global: Trend Produk Keuangan dan Investasi Syariah Masa Depan” · Dr. Mulyaman Hadad, (Ketua Umum MES / Deputi Gubernur BI) 10.00 a.m. : SEMINAR: SESI 1 “Ekonomi dan Keuangan Syariah Pasca Krisis keuangan Global: Trend Produk Keuangan dan Investasi Syariah di Lembaga Perbankan Moderator: · Handi Risza, Dosen MBKI Pembicara : · Yuslam Fauzi (Presiden Direktur Bank Syariah Mandiri) · Mulya Siregar (Direktorat Perbankan Syariah BI) · Adi Warman Karim (CEO, Karim Bussiness Consulting) 11.30 am : SEMINAR: SESI 1 “Ekonomi dan Keuangan Syariah Pasca Krisis keuangan Global: Trend Produk Keuangan dan Investasi Syariah di Lembaga Keuangan non Perbankan Moderator:: · Else Fernanda, Dosen MBKI Pembicara : · Erry Firmansyah (Direktur Utama Bursa Efek Jakarta) · Avi Dwipayana (Presiden Direktur Bahana Sekuritas) · Farouk Alwyni (Direktur Al Ijarah Sharia Finance) 13.00 p.m. : Snack / Tea / Coffee 13.15 p.m. : Selesai Kontak person, Hubungi Fiqie / Niza Telp. 79181188 Ext. 141 / 232 7993375 SMS: 0815 918 1188 Email : i...@paramadina. ac.id www.gradschool. paramadina. ac.id Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang! Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/ [Non-text portions of this message have been removed]

