Sebenernya gampang aja, kalo rencana ini  bener, kita umat Muslim tidak
perlu belanja ke Carrefour. Atau belanjanya ke pasar tradisional saja, bisa
membantu pedagang kecil.

Yang repot itu ada dua:

Pertama: Kita umat Muslim Indonesia saat2 tertentu geram dan protes abis2an
dengan pengusaha/pemodal asing yang menguasai Indonesia. Tapi di saat2
tertentu pula kita juga ga suka dengan pengusaha/pemodal pribumi meskipun
dia Muslim. Makanya, kalau sudah begini mending jangan belanja ke
supermarket/swalayan. Kata kakak saya, yang tidak pernah jalan2 ke mall,
sekalinya jalan ke sana melihat antrian masuk di tempat parkir bilang:
"Orang segini banyak kok sukanya nganterin duit buat orang2 kaya. Orang
sudah kaya raya malah tiap hari dianterin duit begini!?"

Kedua: perihal carrefour diambil alih Israel ini, kalau terjadi masalah
tertentu menyangkut Israel, takutnya carrefour akan menjadi sasaran tembak
masa yang suka cari jalan pintas. Ini yang berbahaya, karena kalau sudah
demikian ujung2nya tetep aja umat Islam yang disalahkan.



-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]]on
Behalf Of AnTo
Sent: Wednesday, June 24, 2009 4:46 PM
To: [email protected]; [email protected];
[email protected]; [email protected];
[email protected]
Subject: [syiar-islam] BUMN Israel akan Ambil Alih Carrefour ?





http://www.eramuslim.com/berita/dunia/bumn-israel-akan-ambil-alih-carrefour.
htm
BUMN Israel akan Ambil Alih Carrefour ?
Rabu, 24/06/2009 16:03 WIB Cetak | Kirim

Koor Industries Ltd, sebuah perusahaan BUMN Israel dikabarkan akan
mengakuisisi jaringan supermarket Carrefour Prancis. Koor mengumumkan
rencana itu setelah dewan direksinya sepakat untuk mengambilalih Carrefour
Prancis awal pekan ini.

Situs Bisnis.com mengutip berita di Flexnews menyebutkan, selama ini Koor
Industries sudah memiliki 1,76 juta lembar saham atau sekitar 0,25 persen
kepemilikan perusahaan Carrefour Prancis, yang tercatat sebagai perusahaan
ritel terbesar kedua di dunia itu. Dan Koor kabarnya akan mengeluarkan dana
sekitar 886 juta dollar untuk akusisi tersebut. Koor yang dimiliki pengusaha
asal Israel bernama Eli Hurvitz ini, sudah membuat kesepakatan prinsip
dengan HSBC yang akan menambah pinjaman sebesar 300 juta euro pada
perusahaan Koor untuk keperluan akuisisi itu.

Jika akuisisi ini terwujud, maka di Indonesia akan beroperasi sebuah
perusahaan milik Israel. Padahal Indonesia sampai saat ini tidak menjalin
hubungan diplomasi dengan Israel dan Indonesia belum mengakui kedaulatan
negara Yahudi itu. Terlebih lagi, isu Israel sangat sensitif bagi Muslim
Indonesia, karena penjajahan dan penindasan rezim Zionis itu terhadap bangsa
Palestina.

Perusahaan Carrefour yang berdiri sejak tahun 1959 ini memiliki jaringan
yang luas di berbagai negara, mulai dari Eropa, Amerika dan Asia antara lain
di negara Taiwan, China, Thailand, Malaysia, Singapura dan Indonesia.

Bagaimana komentar Carrefour Indonesia tentang berita akuisi oleh BUMN
Israel itu, pihak Carrefour Indonesia Irawan D. tidak memberikan jawaban
tegas. Irawan yang menjabat sebagai Direktur Corporate Affairs PT Carrefour
Indonesia hanya mengatakan, "Tidak ada akuisisi apa pun. Mohon tidak salah
menyimpulkan. Kami (Carrefour) adalah perusahaan terbuka (tbk), karenanya
pihak eksternal mana pun dapat membeli melalui bursa saham," kata Irawan
seperti dilansir Bisnis.com

Menurutnya, jumlah Carrefour di Indonesia hanya sedikit, sekitar 43 cabang
dan menyumbang omzet sebesar 893 juta euro pada perusahaan induknya. Di
seluruh dunia, Carrefour memiliki 15.430 gerai dengan omzet sebesar 97,56
miliar euro sepanjang tahun 2008. (ln/bisnis.com)

[Non-text portions of this message have been removed]






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke