Posted by: "ali reza" [email protected] alireza_alatas
Thu Jun 25, 2009 4:53 am (PDT)
Salam,
Saya dan wartawan Kompas, Musthafa Abdurrahman kemarin ada di Baharistan, depan
gedung parlemen Iran, tapi saya tidak melihat apa yang diceritakan CNN. Itu
terjadi jam berapa? CNN menceritakan kejadian itu jam berapa? Kalo sekitar
pukul lima waktu setempat, saya ada di sana.
Saya berharap Tv One lekas datang ke sini supaya melihat langsung apa yang
terjadi di sini. Saya juga berharap Metro Tv cepat datang ke sini, supaya tidak
kesimpangsiuran.
____________ _________ _________ __
From: kalamdari <kalamd...@yahoo. com>
To: jurnali...@yahoogro ups.com
Sent: Thursday, June 25, 2009 11:34:19 AM
Subject: [jurnalisme] Press TV Menantang CNN
Rabu kemarin, CNN menurunkan berita "demonstrasi yang berakhir ricuh" di depan
gedung parlemen Iran di Tehran. Formatnya wawancara via telpon antara seorang
anchor di studio dan seorang perempuan peserta demonstrasi di Tehran. Perempuan
sumber CNN menyebutkan waktu dan lokasi demonstrasi. Dia cerita kegawatan yang
sedang terjadi. Keadaan sangat tidak aman, katanya. Dia bilang polisi dan Basij
main kasar, memukuli demonstran, menembakkan gas air mata dan bahkan peluru
tajam. Demonstran kocar-kacir, katanya, lari ke segala pejuru. Dia bilang dia
sekarang juga ikut lari, kabur naik taksi, menghindar kejaran Basij. Dia juga
bilang kalau dia cemas beberapa temannya mungkin sudah mati kena tembak.
Wawancara live itu diakhiri dengan "doa" anchor CNN: be safe yah. Be safe.
Dua hal yang tak disadari CNN dari berita itu:
1. Press TV merekam wawancara live itu dari awal sampai akhirnya.
2. Press TV punya rekaman menyangkut suasana di depan gedung parlemen dan
jalan-jalan Tehran yg disebutkan oleh sumber CNN itu selama 24 jam hari yang
sama.
Press TV mengolah dua hal itu dan menayangkannya hampir seharian kemarin.
Hasilnya: bom atom untuk CNN dan seluruh media mainstream Barat.
Format tayangannya sederhana: rekaman wawancara CNN diroll berbarengan Press TV
meroll rekaman yang mereka dapatkan di lapangan. Nah, begitu sumber CNN bilang
demonstrasi ricuh di depan gedung parlemen, Press TV memperlihatkan rekaman
suasana pada waktu dan tempat yang sama. Ada demo. Tapi tak ada kericuhan.
Begitu sumber CNN cerita kalau orang-orang kabur ke segala arah untuk
menghindari kejaran Basij, Press TV meroll rekamanan suasana di jalan2 yg
disebutkan pada waktu yang sama. Tak ada apa2. Tidak ada orang berlarian. Tidak
ada Basij yang membawa pentungan mengejar2 orang, apalagi kalap menembak ke
segala penjuru-seperti kelakuan tentara AS di Irak jika sedang panik.
Format ini berlanjut sampai siaran CNN terlihat seperti komedi hitam. Anchor
Press TV mengakhiri liputan itu dengan sebaris pernyataan: Kini saya menantang
CNN dan jaringan media Barat lain untuk tidak hanyut dalam reportase menghasut
dan membuktikan kalau semua berita yang disiarkannya berasal dari sumber-sumber
yg bisa dipercaya.
Masa monopoli media dan akses informasi telah berlalu. CNN punya sumber, Press
TV punya sumber. CNN punya teknologi, Press TV punya teknologi. CNN punya
logistik, Press punya logistik. Selamat datang di dunia bebas menopoli
informasi. Ngenah euy....
CATATAN: - Rekan MK punya cerita lain. Katanya, Rabu kemarin, Aljazeera Arabic
juga menghantam Reuters yang menyiarkan footage seputar "kerusuhan di depan
gedung parlemen di Tehran". Footage itu, dipajang di screen Al-Jazeera,
memperlihatkan suasana chaos, ada asap tebal, orang panik berlarian di jalan.
Lalu anchor Al-Jazeera bilang: "Tapi koresponden kami di lapangan menyatakan
tidak terjadi kerusuhan apapun di Tehran, khususnya di depan parlemen."
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]