Jumat, 10/07/2009 16:38 WIB Cetak <javascript:print();> |
Kirim<http://www.eramuslim.com/berita/nasional/send/piti-umat-islam-harus-bantu-muslim-uighur>
|
RSS <http://www.eramuslim.com/berita/nasional/rss>
Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) mengecam kebrutalan pemerintah
China dan etnis Han terhadap minoritas Muslim Uighur, dan menyesalkan akan
diamnya umat Islam yang mengabaikan penderitaan, penganiayaan serta
diskriminasi yang dialami Muslim Uighur.

Muslim China terpinggirkan dari dunia Islam. Mereka telah lama mengalami
penindasan, tetapi mereka terabaikan," kata juru bicara PITI Steven Indra
Wijaya kepada The Jakarta Post via telepon.

"Kami menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk menolak penindasan serta
membantu etnis Muslim Uighur."

Lebih dari 150 orang terbunuh dalam kerusuhan yang melibatkan etnis Muslim
Uighur dengan etnis Han di provinsi Xinjiang China. Kerusuhan tersebut pecah
setelah ribuan muslim Uighur melakukan protes atas terbunuhnya dua orang
etnis Uighur di sebuah pabrik mainan di Guangdong.

Presiden PKS Tifatul Sembiring mengutuk pembunuhan terhadap muslim Xinjiang.
"Sebagai bagian dari masyarakat internasional, china harus menghentikan
semua tindakan yang mengarah kepada pelanggaran HAM," kata Tifatul.

PKS juga mendesak lembaga-lembaga HAM internasional untuk menyelidik kasus
tersebut.

Pemerintah China lewat presidennya Hu Jintao pada Kamis kemarin mengatakan
bahwa kejadian kerusuhan tersebut telah direncanakan dan diorganisir oleh
tiga gerakan yang di dalam Xinjiang sendiri dan di luar negeri," merujuk
kepada ektrimis Islam, separatis dan teroris.

Meningkatnya ketegangan etnis di Xinjiang tampaknya juga dipicu oleh
membanjirnya etnis Han ke dalam wilayah tradisional Muslim Uighur.

Pemerintah China telah berusaha memadamkan kerusuhan dan pada Kamis kemarin
mulai menyerukan persatuan etnis di provinsi Xinjiang. Media melaporkan,
bahwa banyak keraguan kedua etnis di Xinjian akan bisa hidup berdampingan
kembali.

PITI sendiri memiliki hubungan dekat dengan umat Islam Xinjiang, yang
menurut juru bicara PITI Steven Indra Wijaya - merupakan pusat peradaban
penting bagi umat Islam di China. Muslim Xinjiang, tambahnya, biasanya akan
mengunjungi pusat kebudayaan Zheng He (Cheng Ho) di jawa Tengah ketika
berkunjung ke Indonesia.
Laksamana Zheng He (Cheng Ho) adalah seorang muslim China yang pernah
berkunjung ke Indonesia di abad 15. Walaupun masih jadi perdebatan para
sejarawan - banyak yang percaya bahwa Islam di nusantara dibawa dari China.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke