Date: Friday, July 10, 2009, 8:36 PM









Jumat, 10/07/2009 13:26 WIB
Laporan dari Berlin
Islamophobia Guncang Jerman
Fitraya Ramadhanny - detikNews


(Islam.de) 
 

Berlin - Sebuah kasus Islamophobia mengguncang Jerman. Seorang wanita muslim 
yang sedang mengandung 3 bulan ditikam hingga tewas di dalam ruang pengadilan 
Dresden. Tragedi ini menyulut berbagai protes.

Tragedi pada 1 Juli 2009 itu begitu tragis. Marwa El Sherbini (32) dan suaminya 
sedang menggugat Alexander W (28) di Pengadilan Dresden atas penghinaan yang 
bersifat rasis. Saat Marwa selesai membaca pembelaan diri, Alexander langsung 
kalap dan tiba-tiba mengeluarkan sebilah pisau.

Perempuan berjilbab itu ditikam 18 kali di depan hidung hakim. Sang suami 
mencoba melindungi dan ikut ditikam. Di tengah suasana kacau, polisi pun 
datang. Namun yang mengherankan, polisi malah menembak kaki sang suami. Marwa 
tewas dan suaminya dilarikan ke rumah sakit. Alexander digelandang ke kantor 
polisi.

Apa penyulut tragedi yang menimpa pasangan asal Mesir ini? Seperti dilansir 
Deutche Welle, Kamis (9/7/2009), suami Marwa adalah mahasiswa program doktor di 
Dresden, Marwa sendiri adalah seorang apoteker di kota yang sama. Tragedi 
bermula dari penghinaan bernada rasis oleh Alexander W, warga negara Jerman 
keturunan Rusia yang sedang menganggur. 

Pada Agustus 2008, Marwa sedang bermain di taman bersama putranya, Mustafa (3). 
Alexander dan keponakannya juga sedang bermain ayunan di tempat yang sama. Saat 
Marwa ingin meminjam ayunan untuk Mustafa, yang didapatkannya adalah penghinaan.

“Pelacur (Schlampe)! Teroris (Teroristin) !“ hardik Alexander saat itu.

Marwa yang tersinggung, bersama suaminya kemudian menuntut Alexander di 
Pengadilan Dresden. Hakim memutuskan Alex harus membayar denda 780 Euro. Namun 
sidang pada 1 Juli 2009 lalu itu berakhir dengan penuh darah.

Tragedi ini sangat menggegerkan Jerman. Menteri Hukum negara bagian Sachen, 
Macken Geert Roth, datang ke lokasi pada hari yang sama.

“Kami sangat syok dan sangat berduka cita kepada pihak keluarga korban,“ ujar 
Roth seperti dilansir Stern.

Protes lebih besar datang dari seluruh komunitas muslim di Jerman, yang menilai 
telah terjadi tragedi akibat Islamophobia. Mereka menuntut adanya penyataan 
sikap tidak hanya dari pejabat negara bagian, melainkan dari pemerintah 
Federal. Sementara, di berbagai masjid di Jerman diserukan untuk melakukan 
salat gaib. (fay/nrl)


Get your preferred Email name! 
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. 















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke