Assalamu'alaikum wr wb,

Foto Muslim Afghanistan yang dibantai tentara AS bisa dilihat di:
http://kabarislam.wordpress.com

Rasulullah SAW pernah bersabda berkenan dengan keinginan kaum kafir untuk 
membinasakan kaum muslimin dan Islam, seperti yang dinyatakan dalam hadits 
Tsaubah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Nyaris orang-orang 
kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring. 
Berkata seseorang: Apakah karena sedikitnya kami waktu itu? Beliau bersabda: 
Bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kamu seperti buih di 
atas air. Dan Alloh mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta 
menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn. Seseorang bertanya: Wahai 
Rasulullah, apakah wahn itu? Beliau bersabda: Mencintai dunia dan takut mati”. 
(Riwayat Abu Dawud no. 4297. Ahmad V/278. Abu Na’im dalam Al-Hilyah)
Dari hadits di atas dapat disimpulkan bahwa. Pertama, Kaum kafir bersatu untuk 
menjajah Islam, negeri-negerinya serta penduduknya. Kedua, Negeri-negeri 
muslimin adalah negeri-negeri sumber kebaikan dan barakah yang mengundang air 
liur kaum kafir untuk menjajahnya. Ketiga, kaum kafir mengambil potensi alam 
negeri muslimin tanpa rintangan dan halangan sedikit pun. Keempat, kaum kafir 
tidak lagi gentar terhadap kaum Muslimin karena rasa takut mereka kepada kaum 
Muslimin sudah dicabut Alloh dari dalam hati mereka. Padahal pada mulanya Alloh 
menjanjikan kepada kaum Muslimin dalam firman-Nya,
“Akan kami jangkitkan di dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan 
mereka mempersekutukan Alloh, di mana Alloh belum pernah menurunkan satu alasan 
pun tentangnya”. (QS Ali Imran: 151)
Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda artinya, “Aku 
diberi lima perkara yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun 
sebelumku: Aku ditolong dengan rasa ketakutan dengan jarak satu bulan 
perjalanan; dan dijadikan bumi untukmu sebagai tempat sujud ; …. dan 
seterusnya”. (Riwayat Bukhari, lihat Fathul Bari I/436. Muslim dalam Nawawi 
V/3-4 dari Jabir bin Abdullah rodhiallohu ‘anhu) 
Pada zaman Nabi dan kejayaan Islam kita bisa saksikan bagaimana 7.000 pasukan 
Muslim di bawah pimpinan Khalid bin Walid sanggup menahan 200 ribu tentara 
Romawi di perang Mu’tah. Kemudian 30 ribu pasukan yang dipimpin Rasulullah di 
kota Tabuk menggentarkan kerajaan Romawi sehingga mereka tidak berani berperang 
melawan Nabi. Bahkan tentara Thariq bin Ziad yang jumlahnya hanya 7.000 pasukan 
berhasil mengalahkan 100 ribu tentara kerajaan Spanyol dan menguasai Spanyol 
selama 7 abad.
Akan tetapi kekhususan tersebut dibatasi oleh sabda beliau SAW dalam hadits 
Tsauban yang lalu, yang menyatakan, “Allah akan mencabut rasa takut 
musuh-musuhmu terhadap kalian …”.
Sekarang yang terjadi sebaliknya. Tentara-tentara kafir membantai ummat Islam 
di mana-mana. AS membantai sekitar sejuta Muslim di Iraq dan Afghanistan. 
Israel membantai jutaan Muslim di Palestina selama puluhan tahun. India 
membantai Muslim di Kashmir. Cina membantai Muslim Uighur di Xin Jiang. Rusia 
membantai Muslim di Chechnya. Burma membantai Muslim Rohingya. Thailand 
membantai Muslim di Pattani, dan masih banyak lagi.
Hebatnya lagi, AS mendapat ribuan trilyun rupiah untuk membuat senjatanya dari 
hasil kekayaan alam negara-negara Islam seperti Indonesia. Menurut PENA, 
sekitar Rp 2.000 trilyun/tahun hasil SDA Indonesia dinikmati asing terutama AS. 
6 dari 10 perusahaan terkaya versi Forbes 500 dengan total pendapatan Rp 17 
ribu trilyun adalah perusahaan migas yang beroperasi di Indonesia.
Anehnya lagi, ada beberapa aktivis “Islam” yang turut membantu 
perusahaan-perusahaan AS sehingga leluasa merampas kekayaan alam Indonesia 
sehingga AS kaya raya sementara mayoritas rakyat Indonesia miskin. Mereka ridho 
mendapat Rp 10-20 milyar/tahun sementara ribuan trilyun rupiah mengalir ke 
musuh Islam yang membantai saudara-saudara Muslim kita di tempat lain. Harusnya 
kita berusaha agar uang Rp 2.000 trilyun lebih dari kekayaan alam Indonesia 
bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Mereka diam terhadap pencurian kekayaan alam Indonesia. Padahal seharusnya kita 
melawan kemungkaran itu dengan tangan, lisan, atau minimal dengan hati. Jika 
tidak, maka musibah akan menimpa negeri kita.
Maraknya perampokan, penculikan, korupsi, bunuh diri karena kemiskinan, dan 
sebagainya tak lepas dari faktor ekonomi karena kekayaan alam kita diambil 
asing sehingga mayoritas rakyat Indonesia hidup dalam kemiskinan.
Jika kita teliti sunnah Nabi Muhammad SAW, Nabi Muhammad tidak pernah membantu 
musuh-musuh Islam dengan menyumbangkan kekayaan/pasar ummat Islam kepada 
orang-orang kafir seperti kaum kafir Mekkah, Romawi, Persia, dan sebagainya. 
Padahal zaman Nabi ada sumur air, perkebunan kurma, dan sebagainya. Ayat di 
bawah larangan kaum musyrik masuk ke Mekkah sehingga tidak bisa menguasai 
perekonomian Mekkah:
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, 
maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu 
khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari 
karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha 
Bijaksana.” [At Taubah:28]
Sebaliknya, Nabi Muhammad SAW justru memblokade dan menyerang setiap khafilah 
dagang kaum kafir Mekkah yang hendak menuju ke Syam sehingga mereka akhirnya 
secara ekonomi lemah dan tak mampu membiayai pasukan perang mereka.
Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: Rasulullah saw. mengutus kami dan 
mengangkat Abu Ubaidah ra. sebagai pemimpin untuk mencegat kafilah dagang 
Quraisy... (Shahih Muslim No.3576)
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari 
agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai 
mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang 
yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad 
dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela...” 
[Al Maa-idah:54]
Dari hadits dan ayat Al Qur’an di atas, jelaslah bahwa untuk mengalahkan 
musuh-musuh Islam yang terbukti membantai ummat Islam di Iraq, Afghanistan, dan 
sebagainya serta berusaha kuat menghalangi penegakkan ajaran Islam, ummat Islam 
juga harus menyerang mereka dengan berbagai cara termasuk lewat ekonomi.
Tidak bisa kita berdemo di depan Kedubes AS, tapi pada saat yang sama kita 
membantu AS untuk mendapatkan ribuan trilyun rupiah dari kekayaan alam 
Indonesia sehingga AS akhirnya bisa membuat ribuan tank dan pesawat tempur tiap 
tahun untuk menyerang Islam.
Perang Iraq yang berjalan lebih dari 8 tahun menelan biaya US$ 694 milyar (Rp 
7.000 Trilyun). Tapi karena anggaran perang AS US$ 655 milyar/tahun, maka AS 
bukan hanya mampu membiayai perang di Iraq, bahkan juga di Afghanistan.
Seandainya AS tidak dapat sumbangan uang dari hasil kekayaan negara Islam, 
sehingga anggaran militernya seperti Indonesia yang cuma Rp 36 trilyun/tahun, 
niscaya AS tidak akan mampu menyerang negara-negara Islam.
Di dalam hukum, jika ada seorang pembunuh yang membunuh orang dengan senjata 
api, maka orang yang memberi uang untuk membeli senjata api itu sama salahnya 
dengan si pembunuh. Jangankan menyumbang pembunuh, menerima/menadah hasil 
kejahatan saja adalah tindak kriminal.
Dalam Islam, harta yang berasal dari pencurian itu haram dan meski disedekahkan 
tetap berdosa. Bahkan Nabi berkata bahwa orang yang makan dari sumber yang 
haram doanya tidak akan diterima dan di akhirat makanannya akan jadi batubara 
dari api neraka.
“Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang 
yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu 
(orang lain) untuk mengusirmu. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, 
maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” [Al Mumtahanah:9]
Bagaimana mungkin sebagian ummat Islam termasuk aktivis Islam hanya karena 
mendapat sedikit uang receh kemudian membantu musuh Allah yang telah membantai 
jutaan ummat Islam dan membuat jutaan Muslim lainnya terusir dari negerinya?
Sebagai Muslim, kita harus melakukan amar ma’ruf nahi mungkar. Kita tidak bisa 
berbuat baik hanya untuk diri kita sendiri. Tapi kita juga harus menyuruh orang 
lain berbuat kebaikan dan menolak kemungkaran.
Sebagai contoh jika kita di kapal, tidak cukup kita berbuat baik untuk diri 
kita. Jika ada orang lain berbuat mungkar, misalnya membolongi kapal, jika kita 
tidak mencegah kemungkarannya, kita semua akan tenggelam.
Hendaklah kamu beramar ma'ruf (menyuruh berbuat baik) dan bernahi mungkar 
(melarang berbuat jahat). Kalau tidak, maka Allah akan menguasakan atasmu 
orang-orang yang paling jahat di antara kamu, kemudian orang-orang yang 
baik-baik di antara kamu berdo'a dan tidak dikabulkan (do'a mereka). (HR. Abu 
Zar)
 Wahai segenap manusia, menyerulah kepada yang ma'ruf dan cegahlah dari yang 
mungkar sebelum kamu berdo'a kepada Allah dan tidak dikabulkan serta sebelum 
kamu memohon ampunan dan tidak diampuni. Amar ma'ruf tidak mendekatkan ajal. 
Sesungguhnya para robi Yahudi dan rahib Nasrani ketika mereka meninggalkan amar 
ma'ruf dan nahi mungkar, dilaknat oleh Allah melalui ucapan nabi-nabi mereka. 
Mereka juga ditimpa bencana dan malapetaka. (HR. Ath-Thabrani)
Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merobah dengan tangannya. 
Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak 
mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah. (HR. 
Muslim)
Oleh karena itu kita semua harus melawan kemungkaran semampu kita seperti 
pencurian kekayaan alam Indonesia serta sistem ekonomi Neoliberalisme yang 
merupakan alat konglomerat Yahudi untuk menguasai dunia.
Jika iman anda tidak lemah, sebarluaskan informasi ini ke teman-teman dan 
saudara anda sebagai bentuk amar ma’ruf dan nahi munkar.
http://kabarislam.wordpress.com

Referensi:
 “Qaulul Mubin fi Jama’atil Muslimin” karangan Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali, 
Penerbit Maktab Islamy Riyadh tanpa tahun, dan dimuat di majalah As-Sunnah 
edisi 07/1/1414-1993 hal. 8-13, diambil dari situs www.assunnah.or.id]

13 Orang Afghanistan Tewas Setiap Hari Karena Serangan AS
Kematian bukan sesuatu yang aneh dan mahal di Afghanistan. Di negara itu, 
rakyat sipil Afghanistan yang beragama Islam betapa mudahnya menjadi sasaran 
tembak.
Perempuan, laki-laki tua, dan anak-anak, tidak pandang bulu. Jika terlihat 
berkerumun, dan terlihat oleh pesawat jet tempur AS di udara, maka dipastikan 
akan segera dibombardir. Dalih AS selalu sama: memburu para pemberontak 
Taliban, dan itulah yang dijadikan argumen mereka kepada dunia internasional.
Selama lima bulan belakangan ini, presiden AS Barack Obama tengah melancarkan 
kampanye “perang sehat” di Afghanistan. Tim yang mendukung Obama sebagian besar 
adalah mereka yang bekerja di bahwa rejim George W. Bush.
Sebuah data yang mengiriskan datang dari The Afghan Independent Human Rights 
Commission (AIHRC). Selama tahun 2008 kemarin, tidak kurang dari 5000 rakyat 
Afghanistan tewas karena serangan pasukan AS. Jika dirata-ratakan, maka satu 
bulannya tercatat sebanyak 416 orang tewas, dan satu harinya 13 orang rakyat 
sipil Afghanistan harus dikubur.
Pada tahun 2001, AS mengahabisi sekitar 32.000 orang Afghanistan (Project on 
Defense Alternatives), sedangkan pada tahun 2002 mencapai 20.000( The 
Guardian), tahun 2003 korban meninggal 23.600 (University of New Hampshire), 
tahun 2005 mencapai 408 saja, tahun 2005 "hanya" sebesar 4000 orang (AP), tahun 
2007 mencapai 1633 (Human Right Watch), dan 2008 mencapai 5000 orang.
Jika dijumlahkan total rakyat sipil Afghanistan yang meninggal karena operasi 
militer AS selama delapan tahun belakangan ini adalah 87. 141 orang. Data-data 
ini yang berhasil direkam oleh beberapa media dan institusi dan tingkat 
keakuratannya mungkin tidaklah cukup tepat.
Baca selengkapnya di:
http://www.eramuslim.com/berita/dunia/13-orang-afghanistan-tewas-setiap-hari-karena-serangan-as.htm

Anggaran AS untuk Perang Iraq Lampaui Perang Vietnam

Departemen Pertahanan AS (Pentagon), sebagaimana dilaporkan situs Antiwar 
mengutip data statistik Pentagon, jika Kongres meratifikasi bujet terbaru 
keuangan perang Iraq, maka perang ini menelan biaya sebesar 694 milyar dolar 
AS, bujet terbesar kedua dalam sejarah AS pasca perang dunia kedua.

Berdasarkan laporan ini, jika Kongres meratifikasi bujet yang diusulkan Obama, 
maka anggaran perang akan bertambah 87 milyar dolar. Dengan demikian, 
berdasarkan laporan kantor penelitian dan riset Kongres yang disempurnakan 
tahun lalu, anggaran perang Iraq sebesar 694 milyar dolar akan menjadi 
tanggungan para pembayar pajak AS. Padahal anggaran perang Vietnam sebesar 686 
milyar dolar AS dan bujet perang dunia kedua sebesar 4,1 triliun dolar AS.

Berdasarkan laporan ini, pada tahun 2008, AS mengeluarkan 34 milyar dolar AS 
untuk membiayai perang Afghanistan. Terkait hal ini, pemerintah Obama berupaya 
untuk mengirimkan pasukan bantuan ke Afghanistan dan mengeluarkan 47 milyar 
dolar AS. (hidayatullah.com)
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/04/15/anggaran-as-untuk-perang-iraq-lampaui-perang-vietnam/


===
Ayo Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits
http://media-islam.or.id


      Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web. Gunakan Wizard 
Pembuat Pingbox Online. http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke