Bismillahirrahmaanirrahim

 

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh

Berlomba-lomba untuk menerima Amanah Berat

 

Zaman memang semakin lama semakin berubah

Tatkala Amanah di persada ini ditawarkan sang Khaliq

Maka, langit, bumi, dan gunungpun menolaknya

Mereka khawatir akan mengkhianati amanah tersebut

Maka siapakah yang mau menanggung amanah tersebut?

Yah…siapa lagi kalau bukan manusia? 

(Lihat Q.S Al Ahzab 72).

 

Menjadi pertanyaan besar untuk kita semua

Kenapa Allah lantas menutup ayat tersebut dengan kalimat 

Sesungguhnya manusia itu amat dzalim dan amat bodoh?

Iyah, manusia dzalim sebab menerima amanah tersebut

Apabila ia tak bertanggungjawab atas segala
perkataan/perbuatannya

Dosa atas segala perkataan dan perbuatan itu akan
ditanggungnya

Dia bodoh, karena dia akan menerima azab atas dosanya
tersebut

 

Orang tua kita bilang “Gigit lidah/jari dulu sebelum ngomong”

Berfikir  dengan akal
cerdas penuh keimanan dulu sebelum menerima amanah.

 

Ketika nabi Yusuf Alaihisalam ditawarkan kekuasaan

Beliau dengan mantapnya berkata :

“Jadikanlah aku bendaharawan(menteri keuangan) Negara Mesir

Sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi
berpengetahuan”.(Q.S Yusuf 55)

Beliau menerima amanah sesuai dengan keilmuannya dan memang
pandai menjaga

 

Kita lihat zaman sekarang, kebanyakan belum ditawarkan amanah
sudah menawarkan diri

Menerima tawaran amanah tak sesuai dengan ilmu pengetahuan
yang dikuasai/dibidanginya

Ia ahli matematika, menerima kerja jadi KUA(Urusan Agama)

Ia ahli Agama menerima tugas bagian medis fhisik

Ia spesifik dokter gigi, mengobati pasien  sakit tulang

Apakah jadinya bila semua bidang dipegang oleh yang bukan
profesionalismenya?

 

Benar, tak salah Allah Ta’ala menutup firmanNya dengan
kalimat :

“Manusia itu amat dzalim dan bodoh dalam menerima suatu
amanah”

Ketika mencari pasangan hidup

Ketika mencari pekerjaan

Ketika menerima tugas berat

Ketika ditawarkan jabatan

Dan ketika..ketika  ada tawaran/tugas lainnya…

 

Banyak yang lupa, kalau saja seseorang tau betapa berat
tugas seorang Imam

Mungkin tak ada seorangpun mau menjadi Imam

Banyak yang lupa segala perkataan dan perbuatan yang telah
kita lakukan

Semua akan dipertanggungjawabkan, karena semua adalah amanah

Banyak yang dzalim pada dirinya sendiri, juga manusia
lainnya, tak takut dosa

Banyak diantara kita yang tak takut azab Allah Ta’ala

Akh…mungkin saja kita berada diantara orang yang disebutkan
oleh Allah Ta’ala itu

Dzalim dan bodoh….

Ya Allah, lindungi kami dari sifat kedzaliman dan kebodohan

Jadikanlah kami manusia yang bertanggungjawab atas perkataan
dan perbuatan kami

Amin ya Rabbal ‘aalaamin.

 

(Goresan ini adalah buah insfirasi melihat kondisi sekarang
yang sibuk dengan Pemilu Pres/Wakpres)

Dokki, Cairo, 13 Agustus 2009). Rahima.

 

 
Wasssalamu'alaikum.



Rahima.S.Sarmadi.Abd.Rahim.



"Laa tahtaqir Syaian mahmaa kaana shaghiiran"

(Jangan anggap enteng segala sesuatu meskipun ia kecil)

" Man Thalabal uulaa syahrullayaalii"


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke