Riawan Amin: Satanic Finance Bikin Umat Miskin


 Kamis, 13/08/2009 14:14 WIB



 Dalam acara seminar internasional ekonomi syariah yang berlangsung di Wisma
Antara, Jakarta, hari ini (Kamis 13/8) Dirut Bank Muamalat Indonesia, Dr.
Ahmad Riawan Amin mempertegas penyebab miskin umat Islam di Indonesia.
Menurutnya, penyebab kemiskinan tersebut adalah bangsa ini masih terus
terjebak pada satanic finance atau sistem keuangan setan yang diprakarsai
negara-negara Barat.



 “Ada tiga pilar yang menjadi kekuatan sistem keuangan setan. Yaitu, uang
kertas, dibolehkannya bank melakukan pencetakan uang, dan sistem riba,”
papar praktisi perbankan syariah yang aktif menulis buku tentang pentingnya
penerapan sistem ekonomi syariah.



 “Uang kertas yang sekarang menjadi alat tukar kita, sebenarnya uang yang
dipaksakan. Karena tidak mempunyai nilai dari uang itu sendiri,” jelas
Riawan. Karena itu, menurutnya, di antara langkah yang harus dilakukan umat
Islam adalah selain kembali kepada sistem ekonomi syariah juga harus mulai
menerapkan uang dinar dan dirham.



 Riawan Amin tidak menyebutkan siapa biang kerok di balik kebusukan sistem
ekonomi saat ini. “Saya tidak perlu menyebutkan siapa. Tapi, saya yakin kita
sudah tahu. Bayangkan, penduduk yang jumlahnya hanya 1 sampai 2 persen
Amerika bisa menguasai 80 persen perekonomian Amerika. Dan orang-orang
inilah yang menguasai 30 persen ekonomi dunia,” papar Riawan lebih jelas.



 Masih menurut Riawan, Indonesia mungkin masih lebih bagus dari Amerika
dalam soal keuangan. Karena bank sentralnya masih milik negara. Tapi di
Amerika, The Fed atau bank sentral Amerika sama sekali bukan milik negara.
Tapi gabungan dari beberapa perusahaan keuangan swasta di sana.



 Pembicara lain dalam seminar ini adalah Prof. Dr. Hasan Tsabit dari Yaman.
Pakar keuangan ini menegaskan kembali pentingnya umat Islam untuk kembali
menerapkan sistem ekonomi syariah. “Begitu banyak dalil syar’i yang melarang
keras umat Islam untuk ikut dalam sistem ribawi, baik kecil apalagi besar,”
ucap Hasan di sela-sela pemaparan makalahnya yang begitu konfrehensif
tentang solusi ekonomi syariah.



 Menurutnya, sistem kapitalis merupakan ekonomi laba-laba yang cepat meluas
dan cepat hancur lebur. Krisis demi krisis dan resesi demi resesi telah
menimpa dunia secara periodik. Di antaranya, tahun 1929, krisis inflasi
1970, krisis pasar modal yang terkenal dengan Senin Hitam di tahun 1987,
krisis saham manipulatif tahun 2000, krisis pasar modal tahun 2006 yang
efeknya telah menghancurkan bursa negara-negara Arab termasuk Saudi, dan
krisis keuangan September 2008 hingga saat ini.



 Dua pembicara lain adalah Ir. Muhaimin Iqbal dan Abdullah Fathoni, MM yang
menegaskan pentingnya umat Islam untuk menerapkan keuangan dinar dan dirham.



 Menurut Iqbal, uang sebenarnya mempunyai tiga fungsi. Yaitu, sebagai alat
tukar, penyimpan nilai, dan sebagai satuan perhitungan atau timbangan.



 “Uang kertas yang selama ini kita gunakan, baik rupiah, dolar, atau apa
pun, sama sekali tidak mempunyai ketiga fungsi itu. Kecuali hanya sebagai
alat tukar yang sangat terbatas,” jelas Iqbal yang juga pengusaha gerai
dinar.



 Masih menurut Iqbal, dunia sekarang selama kurun 85 tahun terakhir sedang
menuju kehancuran besar dengan hanya menggunakan uang kertas. “Bahkan, sejak
27 tahun lalu, IMF telah melarang anggotanya untuk menggunakan dinar dan
dirham sebagai referensi mata uang,” tegas Iqbal.



 Seminar yang dihadiri Menpora, Adyaksa Dault yang juga sebagai keynote
speaker, juga dihadiri sekitar tiga ratus peserta dari berbagai ormas Islam
dan perguruan tinggi di Indonesia. mnh

foto: republika

http://eramuslim.com/berita/nasional/riawan-amin-satanic-finance-bikin-umat-miskin.htm


 13.08.2009. 16:47.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Silahkan klik:
http://www.media-islam.or.id

Ingin belajar Islam via milis? Kirim email ke 
[email protected]

Bagi yang ingin membantu dakwah milis Syiar Islam dan situs Media Islam bisa 
transfer ke: Rekening BCA Wisma GKBI 0061947069 a/n A Nizami

Nama (jika tak ingin disebut tulis Hamba Allah) dan besar sumbangan bisa 
dikonfirmasikan melalui email ke: [email protected]! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke