Bissmillahirrohmaanirrohiim

 

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau
belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang
bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” QS.Al-An’am [6] :32.

Seorang
bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah
mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. "Aduhh!"
jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan. 

Si
bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan
teriakannya persis sama, "Aduhh!". 

Dasar
anak-anak, ia berteriak lagi, "Hei! Siapa kau?" Jawaban yang
terdengar, "Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui
suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, "Pengecut kamu!"
Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.


Ia
bertanya kepada sang ayah, "Apa yang terjadi?" Dengan penuh
kearifan sang ayah tersenyum, "Anakku, coba perhatikan."
Lelaki itu berkata keras, "Saya kagum padamu!" Suara di
kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah
berteriak "Kamu sang juara!" Suara itu menjawab, "Kamu
sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap
belum mengerti.

Lalu
sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema, tapi
sesungguhnya itulah kehidupan." 

Kehidupan
memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain,
kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita. 

Bila
kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di
dalam hatimu.

“Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan
tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu. 

Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan
kepadanya. 

Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu”.




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke