Assalamualaikum Wr Wb
Bissmillahirrohmaanirrohim
QS. An-Nisa' [4] : 86. yang artinya "Apabila kamu dihormati dengan suatu
penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau
balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala
sesuatu".
Sewaktu saya menunggu chikatetsu (kereta bawah
tanah) menuju pulang, saya melihat ada seorang muslimah. Ya, muslimah. Saya
jarang bisa melihat atau bertemu muslimah di Negeri Matahari Terbit ini. Dari
perawakannya, sepertinya dia dari bangsa Arab. Dia menoleh ke arah saya yang
berada di barisan depan dan menggerakkan bibirnya mengucapkan sesuatu. Dia
mengucapkan, "Assalamu'alaikum!" Saya spontan menjawab dengan suara
pelan, "Wa'alaikumsalam" dan kusambung dalam hati, "Warahmatullahi
wabarakatuh."
Sungguh hati ini bagaikan gurun sahara mendapat
curahan hujan. Demikian damai dan bahagia sekali. Tidak setiap hari saya
mendapatkan salam langsung seperti itu. Biasanya saya hanya mendapat salam
lewat email atau telepon. Atau bila saya bertemu sahabat-sahabat saya sesama
muslim Indonesia, maka salam pun bertebaran demikian indahnya.
Tentu saja, salam formal khas Jepang tiap hari saya
dapatkan. Ohayou gozaimasu, konnichiwa ataupun konbanwa
(selamat pagi, selamat siang ataupun selamat malam), sudah biasa terdengar.
Tetapi itu berbeda dengan salam dalam Islam.
Pada pertemuan pengajian pun, teman yang datang
belakangan akan mengucapkan salam kepada yang telah lebih dulu datang. Tidaklah
elok bila yang datang belakangan, tetapi menyalami teman akrabnya yang duduk
agak jauh. Sedangkan dia akan melewati teman lain yang duduk dekat pintu masuk.
Seperti sabda Rasulullah, salam bukan saja diucapkan kepada orang yang dikenal
tetapi juga kepada yang belum dikenal.
Bagaimana dengan salam yang ditulis singkat atau
diucapkan sambil lalu? Saya pernah membaca email yang salam penutupnya hanya
ditulis "Wass." Entahlah apakah saya saja yang merasa nelangsa dan
merasa diacuhkan dengan salam seperti itu. Seakan ditinggal pergi buru-buru
oleh si pemberi salam. Benarkah dia memberi salam ataukah empat huruf itu
hanyalah suara yang mirip salam? Tidakkah terpikir untuk menambah empat huruf
lagi hingga salam penutup itu mempunyai makna?
Pernah pula, belum selesai saya menamatkan salam
penutup yang pendek pun, si penelepon sudah menutup telepon. Begitu pula
sebaliknya, telepon diputus tanpa jawaban salam saya dengar dari seberang.
"Apabila kamu dihormati dengan suatu
penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau
balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala
sesuatu." (QS An-Nisaa': 86)
Bukankah salam itu doa? Doa yang diucapkan untuk
saudaranya seakidah, "Semoga Allah memberi keselamatan padamu."
Walaupun memberi salam itu sunnah. Tetapi tahukah kita bahwa yang mengucapkan
salam lebih dulu itu lebih dicintai Allah? Siapa yang tidak mau dicintai Allah?
Semua makhluk berlomba mendapatkan cinta Allah. Kebalikannya, menjawab salam
itu wajib. Salam dalam Islam merupakan doa. Selain itu salam juga merupakan
sedekah.
Pernah sahabat Rasulullah, Umar bin Khatab mengadukan
Ali bin Abi Thalib kepada Rasulullah. "Ya, Rasulullah, Ali bin Abi Thalib
tidak pernah memulai mengucapkan salam kepadaku..." Rasulullah lalu
menanyakan hal itu kepada Ali bin Abi Thalib. Ali bin Abi Thalib membenarkan
pengaduan Umar bin Khatab itu. "Ya, Rasulullah, itu kulakukan karena aku
ingin supaya Umar bisa mendapatkan istana di Surga! Seperti yang disabdakan
olehmu, ya Rasulullah. Bahwa siapa yang mendahului saudaranya mengucapkan
salam, Allah akan mendirikan istana baginya di Surga."
Bayangkan dengan memberi salam kita bisa membangun
istana di Surga. Dengan salam, hati-hati kita terikat untuk saling mencintai.
Kenapa kita tidak bersegera menebar salam kepada sahabat, handai taulan,
keluarga dan saudara-saudara kita seiman? Sabda Rasulullah, "Tidaklah
kalian masuk surga hingga kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman hingga
saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang jika kalian
kerjakan niscaya kalian akan saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara
kalian." (HR Muslim)
Oleh Seriyawati
Sumber
Arsip Eramuslim
[Non-text portions of this message have been removed]