Kemarin menjelang buka puasa saya pergi ke
pusat penjualan hand phone di Cempaka mas lantai 4, bermaksud memperbaiki hand
phone saya yang memory cardnya ada gangguan, sambil ngabuburit tentunya. Saya
datangi satu toko yang memang sudah saya kenal, saya sodorkan HP saya untuk
diperbaiki dan saya diminta menunggu lebih kurang 30 menit.
Ramai sekali ketika itu dan disebelah saya
segerombolan anak-anak ABG (lebih kurang
6 orang). Tadinya saya tidak merasa terusik dengan gaya mereka, karena
memang mereka juga tidak mengganggu para pengunjung yang lain.
Saya mulai terusik ketika dari bisikan
mereka terdengar kata-kata : ”eh mbak,
aku minta direkamin film yang cewek Bandung”, lalu seorang lain juga menimpali
: ”aku juga mbak…”. Yang saya
mendjadi kaget ketika seorang anak berkata : ”aku mbak direkamin
sebanyak-banyaknya dan semuat-muatnya di HP ku, film
bule juga boleh…”.
Jujur saya jadi ingin tahu apa yang sedang
dan akan mereka lakukan.
Sepuluh menit kemudian, karyawan toko
menyerahkan beberapa HP ke mereka.
Lalu apa yang terjadi ?, tanpa malu-malu
mereka memperlihatkan kepada teman-temannya hasil rekaman film pornodi HP
masing-masing.
Sekilas saya melihat, Astagfirullahmereka merekam film-film porno rupanya.
Dengan wajah sumringah tanpa rasa malu
mereka pergi. Lalu saya tanya kepada pegawai toko yang tadi melayani mereka :
”Mbak koq diberi sich mereka meminta film -
film porno itu”. Jawabnya santai : ”yach, habis gimana pak, mereka bayar dan
semua toko disini menyediakan
koq film-film seperti itu”.
Saya menukas : ”berapa mbak memang tarifnya ?”, dijawab singkat : ”sepuluh ribu
pak untuk semuat-muatnya HP”.
Saya penasaran : ”ngak pernah ada razia mbak ?”, dengan sedikit senyum dia
berkata : ”Itu urusan Bos…”.
Saya memang mendengar dan tahu, bahwa
banyak film-film porno yang beredar di negeri kita, tetapi saya pikir
peredarannya sembunyi-sembunyi.
Tapi hari ini saya tahu persis, semua itu
bisa didapat dengan mudahdan murahdi pusat-pusat penjualan HP di Ibu
kota.
Dalam hati saya membatin : ”Rusak sudah negeri ini, rusak sudah generasi
muda kita”.
Tak heran jadinya kalau kita mendengar
berita seorang putri masih sekolah hamil sebelum menikah, dan berita lain
seorang Mahasiswa memperkosa kekasihnya lalu dibunuh.
Sangat mengerikan. Kemajuan teknologi
ternyata banyak membawa dampak negatif, disamping sisi positifnya.
Pemerintah tidak boleh tinggal diam,
segera bertindak tegas !. Razia itu semua toko-toko penjual HP, tindak tegas
dan jatuhkan hukuman yang berat kepada pemiliknya.
Kalau tidak negara ini akan kacau dan
hancur, karena mental dari generasi mudanya akan terganggu oleh hal-hal yang
dapat merusak pikiran dan mental mereka.
Ngabuburitsaya jadi terganggu karena masalah ini, semoga saja hal ini tidak
membatalkan
puasa saya karena apa yang saya saksikan tadi benar-benar tidak ada unsur
kesengajaan.
Astagfirullah…… 33
x
*
Astagfirullah, Merekam Film Porno Mudah dan Murah…..
http://public.kompasiana.com/2009/09/05/astagfirullah-merekam-film-porno-mudah-dan-murah/
*
Internet, sebagai sebuah terobosan teknologi memang telah mengubah wajah
peradaban dunia. Teknologi yang mampu menciptakan dimensi baru dalam peradaban
manusia. Salah satunya adalah menciptakan dimensi baru dalam dunia yang tanpa
tapal batas negara.
Disatu sisi, di salah satu segi positif, mampu membuat informasi dapat
disebarkan secara massif dan real time. Namun disisi lainnya, di salah satu
segi negatifnya, mampu membuat anarki dan pelecehan dalam bentuk yang tak
terbayangkan sebelumnya.
Telah banyak contoh yang terjadi, salah satunya adalah pelecehan dalam bentuk
kartun terhadap sosok figur Nabi Muhammad SAW. Juga masih segar dalam ingatan
kita, pelecehan dalam film Fitna.
Baru-baru ini, ada beberapa situs yang juga tak kalah dahsyat nuansa
pelecehannya, terutama terhadap harkat dan martabat serta harga dirikaum
Muslimah. Hebatnya, banyak menimpa Muslimah Indonesia.
Salah satu situs tersebut dapat anda kunjungi dengan mengklik disini. Anda akan
menjumpai Announcement sebagai berikut : SITUS AKHWAT BULAN PUASA !!. Sebarkan
alamat SITUS ini lewat chating dll.. Dalam rangka menyambut bulan puasa dan
meningkatkan "Gairah" para akhwat, telah dilluncurkan web site terbaru:
http:mxxxxxxxhx.xxx/jilbabinal atau cukup ketik pxxnsxxxxe.xxx/jilbabinal .
Sebarkan alamat situs ini ke teman2 anda. Simpan foto2 jilbaber muslimahx di
komputer2..di warnet2..dan lain2. Okey...selamat bermesum ria & raih score
tinggi. Salam Jxxxt Mxxxk Jilbaber !!
Apabila anda masuk (sign in) ke situs htttp://mxxxxxxhx.axxxo.com/ akan lebih
dahsyat lagi. Ada manual yang mengajari cara membuat fotowanita Muslimah yang
tadinya tertutup rapat dalam busana jilbabnya, menjadi bertelanjang. Luar biasa.
Dengan adanya manual ini, maka perlu diperingatkan kepada semua wanita
(terutama wanita berjilbab) untuk hati-hati memasang foto digital di fesbuk
atau di website internet, atau memberikan data foto digitalnya kepada sembarang
orang. Karena foto anda akan dapat dijadikan bahan perolok-olokan dengan
direkayasa menjadi foto berwajah mengenakan jilbab namun bagian tubuhnya
direkayasa menjadi telanjang bulat tanpa busana.
Menilik tata bahasanya, sangat kentara sehingga patut diduga bahwa situs ini
dimiliki dan dioperasikan oleh warganegara Indonesia.
Berkait dengan telah disahkannya UU Anti Pornografi dan UU ITE, apakah situs
tersebut, beserta muatan kontennya, tidak menyalahi peraturan
perundang-undangan, serta bernuansa tindakan pidana kriminal berupa pencemaran
nama baik ?.
Apakah Depkominfo maupun Tim Cyber Crime Polri tidak berkeinginan untuk
menindaknya ?.
Jika Abu Jibriel dipersalahkan sebagai penyantun dan penyalur dana bagi teroris
dan Prita Mulyasari dijadikan tersangka sebagai penghina dan pencemar nama
baik, maka criteria apa yang akan dipakai aparat Negara kita bagi mereka,
donatur dan pemilik situs website peleceh muslimah tersebut ?.
Atau, sumber daya aparat penegak hukum di negera kita yang tercinta ini menjadi
abai karena terlalu asyik dan terlampau fokus dengan mainan barunya, perang
global terhadap terorisme, sehingga hal yang seperti ini menjadi tak
diperdulikan dan dianggap bukan hal yang penting lagi ?.
Sebelum aparat hukum negara terketuk hati sanibarinya kemudian tergerak untuk
bertindak bertindak, maka berdoalah, semoga itu bukan foto ibu kita, itu bukan
foto saudara kita, itu bukan foto anak perempuan kita, bukan foto famili kita,
bukan foto handai taulan kita, bukan foto pacar kita, bahkan bukan foto istri
kita. Relakah kita jika foto mereka yang kita cintai itu dijadikan alat
perolok-olokan di situs website tersebut ?.
Hari ini, bisajadi kita terikut keasyikan menikmatinya, namun yakinkah kita,
bahwa di hari ke depan nantinya bukan merupakan giliran dari foto-fotonya
mereka yang kita cintai itu yang akan dijadikan korban perolok-olokannya ?.
Wallahualambishshawab.
*
Pelecehan terhadap Muslimah di Situs Internet
http://public.kompasiana.com/2009/09/06/pelecehan-terhadap-muslimah-di-situs-internet/
http://politikana.com/baca/2009/09/06/pelecehan-terhadap-muslimah-di-situs-internet.html
*
Ada suatu berita di Kompas.Com yang menggelitik rasa ingin tahu saya, bagaimana
kira-kira reaksi yang akan dilakukan oleh para pembaca Kompasiana, andai
peristiwa itu menimpa pada istrinya.
Berita itu cukup serem isinya, suami pasrah saja ketika istrinya diselingkuhi
oleh lelaki lain. Berita soal pasrahnya suami itu dapat anda baca langsung pada
sumbernya di Kompas.Com dengan mengklik disini. .
Ini berita memang serem (dalam arti kata, apakah mau jika itu menimpa anda) dan
cukup unik (dalam arti kata, suaminya sudah nrimo tapi justru orang lain yang
tidak nrimo). Ceritanya, isteri seorang warga desa, diselingkuhi oleh seorang
petinggi di desanya. Suaminya sudah nrimo dan pasrah serta sudah menandatangi
surat bersegel yang menyatakan tidak akan melakukan penuntutan apa-apa atas
kejadian yang menimpa istrinya itu. Tapi rupanya, familinya dan juga
orang-orang lain yang se desa dengannya, belum bisa nrimo dan pasrah seperti
suaminya itu.
Hal lainnya, ini juga dipicu oleh pertanyaannya Boy Rachmad di kolom komentar
yang menanggapi isi tulisan yang berjudul ‘Kisah cintaInggit dengan Soekarno
[07]’. Tulisan itu dapat anda baca di Kompasiana dengan mengklik disini .
Lha, ini aneh nggak ya ?. Istrinya (sebagai pelakunya) berlaku nrimo dan pasrah
sewaktu ditiduri, demikian juga suaminya. Solider, ikutan nrimo dan pasrah saja.
Mungkin juga lho, sang suami ini sadar bahwa istrinya nrimo dan pasrah ditiduri
lelaki lain itu, juga karena tidak terpuaskan dengan kegagahan dirinya.
Singkatnya, sang suami itu mencoba bijaksana dan memaklumi mengapa istrinya
sampai nrimo dan pasrah saja ketika diajak tidur oleh lelaki lain itu.
Nah, bagaimana andai sang suami itu adalah anda, apakah anda juga akan nrimo
dan pasrah juga ?. Atau berang dan marah ?. Mau berlaku bijaksana atau tidak
bijaksana ?.
Ah, mungkin anda egp aja, mungkin anda menyepelekannya, kok berandai-andai yang
tidak-tidak. Boleh anda berpendapat seperti itu, karena anda haqqul yakin bahwa
hal seperti itu tak akan mungkin terjadi pada diri anda.
Semoga saja kehidupan rumahtangga anda akan begitu selamanya. Atau
jangan-jangan itu sebenarnya hanya karena belum ketahuan saja ?.
Ah, sok mengada-ada, melebih-lebihkan saja. Boleh anda berpendapat seperti itu,
semoga benar keyakinan anda itu.
Akan tetapi, apa salahnya jika waspada?. Mengingat, seorang psikolog UI pernah
menemukan suatu fakta bahwa 15% wanita sudah menikah yang bekerja di kota besar
seperti Jakarta, pernah melakukan perselingkuhan (tidur dengan lelaki lain yang
bukan suaminya) karena alasan seputar haus perhatian dan petulangan seks serta
cinta.
Bahkan ada yang melakukan penelitian kecil-kecilan di beberapa lingkungan
kerja, dan menemukan fakta bahwa 1 wanita dari 3 wanita pekerja (sudah menikah)
pernah melakukan selingkuh dengan lelaki lain diluar suaminya.
Namun, seorang profesor di St Thomas Hospital London menemukan juga fakta bahwa
kasus perselingkuhan itu terkadang tak memerlukan penyebab Psikologis, namun
berkaitan erat dengan faktor Genetis.
Nah lho, gimana ini ?. Kata profesor itu, setelah menemukan fakta dan dilakukan
uji dengan sebuah studi ilmiah, mengatakan bahwa Gen yang bertanggungjawab
terhadap kecenderungan berselingkuh pada wanita, kemungkinan besar merupakan
proses evolusi Gabungan Gen yang berasal dari berbagai sumber.
Profesor itu juga menemukan fakta ilmiah lainnya yang memperkuat temuannya itu,
saat meneliti komponen genetik sejumlah orang kembar diketemukan fakta bahwa
jika satu dari orang kembar tersebut punya sejarah berselingkuh, maka 55%
kemungkinannya saudara kembarnya itu juga suka berselingkuh.
Penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa wanita yang berselingkuh itu
didominasi oleh wanita yang bekerja diluar rumah dari pada wanita ibu rumah
tangga. Bukannya ibu rumah tangga (bekerja dilingkungan rumahnya) tak ada yang
berselingkuh, ada bahkan lumyan banyak, tapi perbandingannya jauh lebih banyak
perselingkuhan dilakukan oleh wanita yang bekerja diluar rumah.
Ini bukan disebabkan semata oleh faktor adanya kesempatan dan kelonggaran waktu
yang lebih memungkinkan saja. Juga bukan soal intensitas pertemuan dengan
lelaki lain diluar suaminya saja.
Namun, ada soal faktor lingkungan kerja yang berpotensi menyebabkan ketegangan
psikis (mungkin bahkan stress) yang memicu potensi untuk melakukan peredaan
ketegangan (atau mungkin bisa disebut sebagai relaksasi psikis) dengan tidur
bersama laki-laki lain yang bukan suaminya.
Kembali ke bahasan semula, Bagaimana reaksi anda jika itu terjadi pada isteri
anda ?
Tak ada salahnya merenung, karena tak ada salahnya sedia payung walau awan
hitam belum kelihatan. Bukan paranoid sih, Cuma setiap tahun selalu ada musim
hujan khan ?, maka mengapa tak sedia payung dulu ?.
Wallahualambishshawab.
Catatan Kaki :
* Bahasan kali ini memang dilimitasi pada kasus Isteri yang
berselingkuh dikaitkan dengan soal reaksi sang suami. Mengingat agar lebih
fokus tema bahasannya, serta link referensi tulisannya berkait dengan hal itu.
Lain waktu, jika masih ada umur, akan dibahas pada kasus suami yang
berselingkuh dikaitkan dengan soal reaksi sang isteri. Atau ada rekan lain yang
akan membahasnya secara lebih mendalam ?. Dipersilahkan.
* Artikel ini dapat dibaca di Kompasiana dan Politikana.
*
[Non-text portions of this message have been removed]