Beragam tanggapan yang disampaikan kepada saya, setelah saya posting tulisan 
tentang keterkejutan saya, pada seorang tokoh dengan pemahaman yang dinyatakan 
sesat oleh fatwa MUI namun sang tokoh mencalonkan diri sebagai ketua umum 
Pengurus Besar NU.

Berikut postingan saya pada salah satu milis

Astaghfirullah, malam ini saya sangat terperanjat menonton acara metroTV, save  
our nation, Rabu 23 Sept 2009, pk 22.00 s/d 23.00, yang menampilkan pentolan  
JIL, Ulil Abshar Abdalla. Namun title yang ditampilkan sebagai tokoh cendekia 
muda NU.

Keterperanjat saya adalah bahwa Ulil Abshar Abdalla terus terang mengatakan 
pencalonan dirinya untuk ikut pemilihan ketua umum Pengurus Besar NU pada 
Muktamar ke-32 di Makassar, Sulawesi Selatan, 25-31 Januari 2010 mendatang.

Dalam wawancara metroTV pun, Ulil dengan jelas menyatakan ketidak-setujuannya 
dengan fatwa MUI, tentang kesesatan pemahaman pluralisme agama. Juga tentang  
ketidak setujuan tentang SKB pelarangan ajaran Ahmadiyah (menurut beliau 
hanyalah sebuah sekte agama Islam ?)

Gerakan Liberalisme dan Pluralisme Agama, perlu disikapi dengan tegas oleh para 
Ulama, karena fatwa yang telah dikeluarkan tidak "berarti" sama sekali bagi 
mereka dan juga bahwa fatwa MUI tidak ditindaklanjuti oleh umaro (pemerintah).

Wassalam

Kenapa sebagian orang masih ragu atas fatwa MUI tentang kesesatan pemahaman 
Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme Agama ?
Apakah anda masih ragu bahwa pluralisme Agama adalah sesat ?
Apakah anda setuju bahwa agama selain Islam adalah benar ?

Sungguh jelas bahwa pemahaman Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme agama 
adalah pemahaman yang mengharapkan ridho kaum Kuffar.

Prinsip utama, bahwa kebenaran / Al-Haq itu tunggal karena bersumber dari
tunggal yakni Allah. Allah Yang Maha Esa.  Selain dari yang Tunggal itu adalah 
bathil / salah.  Buah Pemikiran, Pemahaman, Filsafat, Olah Pikir, Keyakinan, 
apalagi Agama, Sekte  baru yang tidak lagi bersumber atau berselisih pada 
Al-Qur'an dan Hadist adalah  bathil/salah.

Firman Allah, "Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu dan telah  
Ku-cukupkan kepada nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agamamu". 
(Al-Maidah : 3)

Allah telah menyampaikan, bahwa Agama Islam adalah penyempurnaan artinya agama 
sebelumnya seperti Yahudi, Nasrani, dll telah menjadi tidak berlaku lagi karena 
 terjadi penyesatan yang dilakukan manusia, mereka menulis/mengubah kitab suci.

Juga berarti agama Islam sudah sempurna sehingga tidak perlu lagi "penambahan" 
oleh manusia, yang diperlukan adalah pemahaman, tuntunan dan implementasi.

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan 
tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", untuk memperoleh 
keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah 
bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan 
yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 
79).

Pengubahan, Penyembunyian, Penambahan, Pengingkaran kitab sebelum Al-Qur'an 
telah dijelaskan dalam firman Allah antara lain,

Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah 
kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui. (QS. 2:42)

Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan 
dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka 
memahaminya, sedang mereka mengetahui? (QS. 2:75)

Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al-Kitab (Taurat dan 
Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan  
sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka 
mengetahui. (QS. 2:146)

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan 
berupa  keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami 
menerangkannya  kepada manusia dalam Al-Kitab, mereka itu dilanati Allah dan 
dilanati (pula)  oleh semua (makhluk) yang dapat melanati, (QS. 2:159)

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa-apa yang telah diturunkan 
Allah, yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka 
itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, 
dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak  
mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (QS. 2:174)

Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya 
membaca Al-Kitab, supaya kamu menyangka apa yang dibacanya itu sebagian dari 
Al-Kitab, padahal ia bukan dari Al-Kitab dan mereka mengatakan: Ia (yang dibaca 
itu datang) dari sisi Allah, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata 
dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui. (QS. 3:78)

Kaum non muslim sebelum sampai / kedatangan Rasulullah dengan agama Islam, 
mereka akan mendapatkan pahala sesuai keimanan mereka kepada Allah, pada hari 
kemudian dan juga berdasarkan amal shaleh yang telah mereka perbuat.

Firman Allah, "Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang 
Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar 
beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh mereka akan menerima 
pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak 
mereka bersedih hati." (QS. Al-Baqarah: 62)

Namun setelah kedatangan Rasulullah dengan agama Islam maka seluruh umat 
manusia diwajibkan untuk mengikuti agama Islam sebagai bentuk iman kepada Allah.

Firman Allah,  "Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali 
tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk 
orang-orang yang rugi." [Ali Imran:85]

"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada
berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang
pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.  
Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat  
cepat hisab-Nya." [Ali Imran:19]

Rasulullah diutus oleh Allah setelah terjadinya  kesesatan non muslim, 
diantaranya mensekutukan Allah,

Orang-orang Yahudi berkata, "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani 
berkata, "Al-Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan 
mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah 
memerangi mereka, bagaimana mereka sampai berpaling. (QS. At-Taubah: 30).

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah 
Al-Masih putera Maryam," padahal Al-Masih berkata, "Hai Bani Israil, sembahlah 
Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka 
pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah 
ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.(QS. Al-Maidah: 72).

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, "Bahwasanya Allah salah 
seorang dari yang tiga," padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan 
Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti 
orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.(QS. 
Al-Maidah: 73).

Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa 
putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu 
melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar 
yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat 
itu. (QS Al-Maidah: 78-79).

"Sesungguhnya orang-orang kafir yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan 
masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah 
seburuk-buruk makhluk." (QS. 98:6)

Sebagai konsekuensi dari doktrin bahwa hanya Islamlah satu-satunya agama yang  
diridhai Allah SWT, maka otomatis agama-agama lain yang dianut dan diyakini 
oleh sebagian umat manusia ditolak kebenarannya, bukan keberadaannya. Sekali 
lagi,  yang ditolak adalah kebenarannya, bukan keberadaannya! Keberadaannya 
tidak ditolak karena Allah tidak mau memaksa manusia untuk memeluk agama Allah. 
Islam mengajarkan kebebasan memilih agama. Hanya saja jika manusia memilih agama
selain Islam, di Akhirat nanti mereka termasuk orang-orang yang merugi.

Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas 
jalan  yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar 
kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang 
kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha 
Mendengar lagi Maha Mengetahui" (Qs. Al-Baqarah 256).

Jadi, kesimpulan bahwa bukanlah merasa benar namun telah jelas bahwa Islam 
adalah agama yang benar sedangkan selain Islam adalah ditolak kebenarannya 
(jalan yang sesat).

Semoga kaum non muslim menyadari kekeliruannya dan semoga mendapatkan hidayah 
dari Allah sehingga mereka mengikuti Islam.

Semoga kita bisa selalu menggunakan Al-Quran sebagai tuntunan hidup yang 
merupakan petunjuk Allah.
Firman Allah, " Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi 
mereka yang bertaqwa", (Q Al Baqarah:2)

Sedangkan bagaimana kita berperilaku, etika bergaul dengan non muslim bisa 
dilihat antara lain,
http://kebunhidayah.wordpress.com/2009/06/17/menjaga-pergaulan-dengan-non-muslim\
/
http://www.arrahmah.com/index.php/blog/read/2033/pondasi-dan-kode-etik-pergaulan\
-muslim-dengan-non-muslim

Wassalam

Zon at Jonggol
http://mutiarazuhud.wordpress.com

Kirim email ke