Untuk menjadi
REFERENSI

Menghajikan Orang yang sudah mati 

SHOHIH BUKHORI No. 903.   Dan Ibnu
Abbas ra, katanya:
"Seorang wanita dari suku Juhainah datang kepada Nabi saw, bertanya:
"Ibu saya bernazar untuk mengerjakan haji. Tetapi belum sempat ia menunaikannya,
ia telah meninggal. Bolehkan saya menunaikannya untuk
beliau?" 

-   Jawab Nabi
saw, "Ya, hajikanlah untuknya! Bagaimana pendapatmu sekiranya ibumu
berhutang, adakah engkau membayarnya? Bayarlah hutang kepada Allah, karena
hutang kepada Allah lebih berhak untuk dibayar".


Naik hajji menggantikan ibu
yang telah meninggal





SHOHIH BUKHORI No. 1966. Dari Ibnu Abbas ra bahwa
seorang perempuan datang kepada Nabi saw. bertanya: "Ibu saya bernazar akan 
mengerjakan haji, tetapi
dia telah meninggal dunia sebelum semput mengerjakannya. Bolehkah
saya mengerjakan haji menggantikannya?" 

Jawab
Nabi: "Ya,. boleh! Kerjakanlah haji itu untuk menggantikannya! Bagaimana
pendapat engkau, kalau kiranya ibu engkau berhutang, engkaukah yang akan
membayarnya?" 

Jawab
perempuan itu: "Ya!" 

Kata
Nabi: "Bayarlah, karena hutang (kewajiban) kepada Allah lebih patut
dibayar."

Puasa orang yang telah meninggal di-bayar oleh walinya 

SHOHIH BUKHORI No. 970.   Dari
Aisyah ra, katanya Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa meninggal dunia
sedangkan ia ketinggalan puasanya, (maka puasa yang ketinggalan itu) boleh
dipuasakan (dibayar) oleh walinya".


Puasa ibu yang telah meninggal dibayar oleh anaknya 

SHOHIH BUKHORI No. 971.   Dari
Ibnu Abbas ra, katanya
ada seorang laki-laki datang bertanya kepada Rasulullah saw, katanya: "Ya, 
Rasulullah! Ibu saya telah meninggal dunia dan beliau ketinggalan puasanya satu 
bulan.
Bolehkah saya puasa untuk membayar puasanya itu?" 

-   Jawab Nabi saw, "Ya, boleh!"

    Dan beliau bersabda menambahkan. "Hutang kepada Allah lebih berhak untuk 
dibayar".


Mengqadha
puasa orang meninggal


SHOHIH MUSLIM No.  1113. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya: "Seorang
wanita datang bertanya kepada Rasulullah saw, katanya: "Ibuku meninggal.
Sedangkan dia 

punya hutang puasa selama
sebulan. Bagaimana itu?" 

Jawab
Rasulullah saw, "Bagaimana pendapatmu, andaikan dia mempunyai hutang
kepada seseorang, adakah engkau bayar?" 

Jawab
wanita itu, "Tentu, ya Rasulullah!" 

Sabda
Rasulullah saw, "Hutang kepada Allah lebih pantas dibayar?"


Mengqadha
puasa orang meninggal


SHOHIH MUSLIM No. 1114. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya ada seorang wanita datang
kepada Rasulullah saw, lalu dia bertanya: "Ya, Rasulullah! Ibuku sudah 
meninggal.
Sedangkan dia punya hutang puasa nazar. Bolehkah aku membayarnya?" 

            Jawab Nabi saw, "Bagaimana
pendapatmu kalau dia mempunyai hutang kepada seseorang, lalu kamu bayar,
lunaskah hutangnya?"

Jawab
wanita itu, 'Tentu lunas!' 

Sabda
Nabi saw, "Nah, puasalah untuk membayar hutang ibumu!"

 

Mengqadha
puasa orang meninggal


SHOHIH MUSLIM No.  1115. Dari 'Abdullah bin Buraidah, dari bapaknya,
katanya: “Ketika aku sedang duduk dekat Rasulullah saw, sekonyong-konyong
datang seorang wanita lalu dia bertanya: "Aku pernah memberikan seorang
hamba-sahaya perempuan kepada ibuku dan kini ibuku telah meninggal. Bagaimana
itu?"

Jawab
beliau, "Engkau tentu mendapat pahala dari pemberianmu itu, dan sekarang
pemberianmu itu kembali kepadamu sebagai pusaka."

Tanya
wanita itu, "Ibuku punya hutang sebulan puasa. Bolehkah aku puasa untuk
membayarnya?"

Jawab
beliau, "Ya, boleh! Puasalah untuknya!" 

Tanyanya
lagi, "Ibuku belum pernah haji. Bolehkah aku yang menghajikannya? 

Jawab
beliau, "Ya, boleh! Hajikanlah dia!"


Melaksanakan
Nazar Orang Tua yang telah meninggal


SHOHIH BUKHORI No. 1789.   Dari Abdullah
bin Abbas ra, dia menceritakan
bahwa Sa'ad bin Ubadah Al Ansari meminta keputusan kepada Nabi saw. tentang
nazar ibunya, yang telah meninggal dunia sebelum sempat membayar nazarnya. Nabi
memutuskan, supaya nazar itu dibayar oleh Sa'ad sebagai ganti ibunya. Lalu hal
ini menjadi sunnah (aturan yang tetap berlaku) sesudah itu.


Melaksanakan niat orang yang telah meninggal

SHOHIH BUKHORI No. 714.   Dari Aisyah ra, katanya seorang
laki-laki mengatakan kepada Rasulullah saw, katanya: "Ibu saya telah meninggal 
dengan sekonyong-konyong. Menurut dugaanku, kalau ia
sanggup berbicara, dia akan bersedekah. Kalau saya bersedekah atas nama ibu
saya itu, adakah dia mendapat pahalanya?" 

JawabNabi,
"Ya, dapat!"


Membayar
nazar mendiang ibu
 

SHOHIH MUSLIM No. 1620. Dari Ibnu 'Abbas ra, katanya : "Sa'ad bin 'Ubadah
pernah minta fatwa kepada Rasulullah saw. tentang nazar ibunya yang telah 
meninggal, tetapi belum sempat ditunaikannya. Maka bersabda
Rasulullah saw, "Bayarlah olehmu atas namanya."

 

 Sedekah
atas nama ibu-bapak 



SHOHIH MUSLIM No.  1612.
Dari Abu Hurairah ra, katanya: "Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi
saw, "Ya, Rasulullah! Bapakku sudah meninggal,
beliau meninggalkan harta tetapi tidak memberi wasiat mengenai harta
peninggalan beliau itu. Dapatkah harta itu menghapus dosa-dosa beliau, jikalau
kusedekahkan atas namanya?" 

Jawab
Nabi saw, "Ya, dapat!"

 

Pahala
sedekah untuk ibu-bapak 



SHOHIH MUSLIM No.  957. Dari 'Aisyah ra, katanya : "Seorang
laki-laki datang bertanya kepada
Rasulullah saw, "Ya, Rasulullah! Ibuku meninggal dengan tiba-tiba dan
beliau tidak sempat berwasiat. Menurut dugaanku, seandainya dia sempat
berbicara, mungkin dia akan bersedekah. Dapatkah beliau akan pahalanya jika aku
bersedekah atas nama beliau?" 

Jawab
Rasulullah saw, "Ya, dapat!"

 

 

Wassalaam



--- On Thu, 11/19/09, Yudianto <[email protected]> wrote:

From: Yudianto <[email protected]>
Subject: [syiar-islam] Qurban Untuk Yang Meninggal !
To: [email protected]
Date: Thursday, November 19, 2009, 6:44 AM







 



  


    
      
      
      Assalamu'alikum,



Afwan ada pertanyaan untuk Qurban diatas namakan orang yg sudah meninggal ada 
dasar hukumnya nggak yach ?

Trus untuk dalil berpuasa Sunnahnya itu yang lebih shohih 1 hari atau 2 hari ? 
Mohon pencerahan ustadz2 yg ada disini.



Jazakallah,

Yudianto 



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke