kisah nyata: 
Seorang Pemuda bertanya kepada seorang Kyai.
Pemuda :”Wahai kyai, ayat Al-Qur’an manakah yang paling utama dan sakti untuk 
mengusir syetan la’natulloh.?”
 
          Jawab Kyai “Menurut yang saya ketahui dari hadist Rosululloh saw 
yaitu ayat kursi  kalau surat, al-falaq dan an-nas wahai anakku!”
 
          Pemuda :”Tapi kenapa waktu saya naik gunung lawu bersama kawan-kawan, 
satu diantara kawan kami itu kesurupan ngamuk nggak karuan, kemudian dibacakan 
oleh salah seorang kawan dengan ayat kursi  ditiupkan ditelinganya, pertamanya 
langsung tenang dan bisa tidur, tapi nggak lama kemudian kesurupan lagi bahkan 
menjadi lebih ganas, dibacakan ayat kursi  berkali-kali tidak mempan, akhirnya 
kami bawa ke dukun baru sembuh dia, kenapa?”
 
          Sambil tersenyum kyai balik bertanya :”Wahai anakku, kawanmu yang 
hafal ayat kursi  itu sholatnya bagaimana…?”
          “Maksud kyai..?’ Tanya si Pemuda memperjelas.
          “Lima waktu dijalankan dengan istiqomah dan tertib apa tidak?”
          “Wah sering bolong-bolong kyai, namanya aja anak sekarang!” Jawab si 
Pemuda
          Kyai tertawa dengan penuh arif dan menjawab :”Bagaimana bisa anakku, 
sholatnya saja belang bintang (kadang sholat kadang enggak) kok mau menggunakan 
mu’jizat Qur’an…?”
          “Maksud kyai bagaimana mohon di jelaskan..?’ si Pemuda mohon 
penjelasan.
          “Padahal Al-Qur’an itu “ Sambung kyai “Kalau boleh saya katakan 
adalah seperti SENJATA API merupakan alat saja, untuk PELURUNYA ingat anakku 
untuk pelurunya adalah keyakinan,ketaqwaan dan amal ibadah hariannya!. Waktu 
kawan ananda kesurupan dan dibacakan ayat kursi  tapi nggak mempan, ya karena 
kawanmu itu tanpa isi.
Kalau  boleh saya gambarkan seperti seorang MALING mau maling rumah yang dijaga 
oleh SATPAM yang membawa PISTOL. Si Maling melihat SATPAM membawa PISTOL 
ketakutan lari terbirit-birit menjauh, istirahat sambil beli rokok di warung 
yang nggak jauh dari situ.
“Dari mana mas kok ngos-ngosan begitu” Tanya tukang warung
“Mau kerumah yang disana itu tapi takut sama SATPAMnya, bawa PISTOL dia, takut 
kalau nanti di tembak” Jawab si Maling
“Oh alah mas mas, kalau nggak berbuat macam-macam kan gak masalah apalagi 
itukan cuman pistol kosong nggak ada PELURUNYA!”
“Hah kurang ajar!” Pikir si Maling
 Begitu tahu kalau PISTOL nya kosong TANPA PELURU marahlah dia, balik lagi 
untuk maling bahkan si SATPAM digebugin hingga pingsan sangking jengkelnya!, ya 
seperti kawanmu itu, waktu jin mendengar ayat kursi dibacakan takut dia, lari. 
Tapi begitu nggak ada rasa panas balik lagi dia dan malah lebih ganas kan?”
          Pemuda tersebut berkerut dahinya nampak sedang berpikir tentang 
maksud cerita tersebut, karena penasaran maka berkatalah :”Seandainya kyai, 
saya jawab kawan saya tadi rajin sholat lima waktu, bagaimana jawaban kyai?’
          “Yang pertama Sholat wajib harus dilaksanakan secara istiqomah, tapi 
kenapa ayat kursi  tidak mempan begitu..?” Tanya kyai
          “Ya!..ya!…gimana kyai?”
          “Yang kedua, setiap selesai sholat maktubah (sholat wajib) dia 
dzikiran apa tidak, apalagi membiasakan dzikir warisan Rosululloh SAW 
(Al-Ma’tsurat) atau langsung pergi” Tanya kyai
          “Seandainya saya jawab Ya..” 
          “Maksudnya rajin berdzikir tapi ayat kursi  nggak mempan juga gitu 
..?” Jelas kyai.
          “Ya kyai!” jawab pemuda dengan semangat.
“Yang ketiga menjalankan sholat-sholat sunnah apa tidak?”Tanya kyai
          “Seandainya saya jawab Ya..” 
“Yang keempat suka puasa sunnah nggak dia?”
          “Seandainya saya jawab Ya..” 
“Yang kelima atau yang terakhir, suka berbohong nggak dia apalagi dusta?”
          “Seandainya saya jawab dia tidak pernah bohong apalagi dusta, gimana 
kyai..” 
“Demi Alloh wahai anakku, jangankan syetan yang kroco-kroco, seandainya si 
Iblis sendiri yang datang akan terbakar dia, menjadi abu dia. 
Orang sampai ketingkat 5 ini adalah orang Mushodiqin, tingkatan para KEKASIH 
ALLOH, orang baru yang pertama tadi dengan sholat wajib dijalankan dengan 
istiqomah tersebut syetan sudah lari terbirit-birit apalagi rajin dzikir, 
sholah sunnah dan sebagainya!” Tandas kyai.
“Bahkan aku pernah mendengar cerita dari seorang mubaligh wahai anakku” Lanjut 
kyai “Kalau nggak salah Imam Ahmad, waktu itu beliau sedang memberi pengajian 
kepada murid-muridnya tiba-tiba ada orang datang minta tolong katanya 
keluarganya kesurupan, maka oleh imam Ahmad orang tadi disuruh ambil 
bakiak/sendalnya imam Ahmad untuk dipakai memukul orang yang kesurupan tadi”. 
Kyai berhenti sejenak sambil menarik nafas
“Lantas gimana kyai selanjutnya?” Tanya si pemuda karena penasaran kok cuman 
disuruh membawa sendal beliau untuk apa? begitu pikirnya.
Kyai melanjutkan ceritanya “Maka dibawalah sandal Imam Ahmad ketempat orang 
yang kesurupan tadi, dan anehnya belum juga dipukulkan sendalnya jin yang 
merasuk kedalam tubuh sudah ketakutan lantas keluar dari jasad manusia yang 
dirasukinya. 
Tapi lucunya setelah imam Ahmad meninggal dunia, pada suatu hari orang yang 
pernah kesurupan dulu itu kesurupan lagi, maka oleh orang-orang diambilkan 
sandal Imam Ahmad untuk mengusir jin yang merasukinya….” kyai berhenti sejenak 
sambil memperhatikan si pemuda bagaimana tanggapannya.
Si Pemuda nampaknya penasaran dan katanya “Lantas jinnya pergi juga kyai?”
Sambil tersenyum sang kyai menjawab “Anakku, emangnya sandal Imam Ahmad 
tersebut mempunyai karomah atau mu’jizat apa?”
“Lha tadi kan dengan sandal Imam Ahmad jinnya ketakutan dan melarikan diri 
keluar dari jasad orang tersebut?” Jawab si Pemuda
“Betul, tetapi ternyata bukan sandalnya yang ditakuti, tetapi ketaqwaan, 
kewaro’an dan kezuhudan Imam Ahmad, karena begitu jinnya melihat sandal 
tersebut malah ketawa ngakak sambil berkata “Ha..ha…ha…Untuk apa sandal kau 
bawa-bawa kesini, emangnya aku takut sama sandal?”
Maka dijawab oleh yang membawa sandal “Lhoh dulu kan kamu ketakutan dengan 
sendalnya Imam Ahamd!?”
Jawab jin “Yang saya takuti bukannya sendalnya tetapi Imam Ahmadnya, kalau 
waktu itu aku nggak keluar kemudian Imam Ahmad yang datang dan membaca ayat 
Al-Quran terbakarlah aku, sekarang kan Imam Ahmad sudah meninggal kenapa aku 
musti takut sama sandal ha..ha..?”
“Itulah anakku” Lanjut sang kyai “Kalau boleh saya meminjam istilah, bahwa 
ayat-ayat Al-Qur’an itu hanya benda mati, tetapi akan hidup menjadi mu’jizat 
dan Rahmat bagi orang Sholeh yang meyakininya, rajin beribadah, mengamalkan isi 
kandungannya dan meninggalkan semua larangannya!“
Dengan puas akhirnya pemuda tadi mohon diri dan minta do’a unuk bisa 
mengamalkan hingga akhir hayatnya. (selesai)
 
‘IBROH
Ada orang islam tapi sekolah/kuliah di tempat orang kafir (yang nyatanya mereka 
selalu mencari celah untuk mengajak orang islam menjadi kafir) mendapatkan 
suatu keajaiban dengan sebuah FOTO yang AJAIB katanya. Mau dihapus tidak mampu 
seperti ada tenaga gaib YANG MENAHANNYA begitu, bagaimana ini…….????
 
Coba mari kita Kaji.
1.     Apakah orang tersebut masih dalam koridor IMAN dan TAQWA kepada Alloh 
Robbul Ka’bah? (dalam artian dia masih yaqin bahwa ISLAM agama yang BENAR yang 
di ridhoi oleh Alloh?)
2.     Apakah orang tersebut masih khusu’, tartil dan tertib dalam BERIBADAH?. 
3.     Setidak-tidaknya masih konsekwen menjalankan Sholat 5 waktu pada 
waktunya…?
 
Yang namanya syetan tidak akan berhenti untuk mengganggu akidah orang-orang 
taqwa.
 
IBLIS MENGGANGGU ORANG-ORANG SHOLEH
 
Suatu peristiwa terjadi pada malam babak baru ini, yang diriwayatkan dalam 
bentuk sebuah kisah. Kisah-kisah serupa dinisbahkan kepada semua tokoh 
keagamaan yang dikenal di dalam sejarah; yakni sebuah kisah tentang penggodaan. 
Semua kisah semacam itu memaparkan secara perlambang, suatu peristiwa alamiah 
dalam kehidupan. 
 
Misal, tentang bagaimana nabi Isa as digoda oleh Iblis, yang membawanya ke 
puncak bukit dan dari sana memperlihatkan kepadanya kerajaan-kerajaan duniawi, 
dan dimintanya nabi Isa a.s., menyembahnya, bila ingin menjadi raja dari 
kerajaan-kerajaan itu. Kita tahu jawaban beliau, sebagai pemimpin ruhaniah. 
Yang kita tahu, hal itu merupakan suatu peristiwa perjuangan jiwa sang pemimpin 
dalam hidupnya. 
 
Demikian pula yang terjadi pada diri Rasulullah saw. Kala beliau kukuh 
berdakwah menentang praktek-praktek keberhalaan masyarakat dan musuh-musuh 
beliau, para pemimpin Quraisy merayunya dengan kecantikan, harta dan tahta. Dan 
tak seorang Muslim pun bisa melupakan jawaban beliau: "Aku sama sekali tak 
menginginkan harta ataupun tahta. Aku telah diutus oleh Allah sebagai seorang 
Nadzir *) bagi umat manusia, menyampaikan risalah-Nya kepada kalian. Jika 
kalian menerimanya, maka kalian akan bahagia di dunia ini dan di akhirat kelak. 
Dan jika kalian menolak, tentu Allah akan menentukan antara kalian dan aku." 
 
Begitulah gambaran dari hal ini, dan merupakan fakta kuat kemaujudan duniawi. 
Berkenaan dengan hal ini, ada dua versi kisah tentang Syaikh Abdul Qadir 
Jailani. Versi pertama mengisahkan, bahwa suatu hari Iblis menghadapnya, 
memperkenalkan diri sebagai Jibril, dan berkata bahwa ia membawa Buraq dari 
Allah, yang mengundangnya untuk menghadap-Nya di langit tertinggi. 
 
Sang Syaikh segera menjawab bahwa si pembicara tak lain adalah si Iblis, karena 
baik Jibril maupun Buraq takkan datang ke dunia bagi selain Nabi Suci Muhammad 
saw. Setan toh masih punya cara lain, katanya: "Baiklah Abdul Qadir, engkau 
telah menyelamatkan diri dengan keluasan ilmumu."
"Enyahlah!, bentak sang wali." Jangan kau goda aku, bukan karena (kekuatanku) 
ilmuku, tapi karena rahmat Allahlah aku selamat dari perangkapmu hai iblis 
la’natulloh!!".
 
*) Nadzir : pembawa ancaman atau pemberi peringatan. Salah satu tugas 
terpenting seorang Rasul adalah membawa beita, baik berita gembira maupun 
ancaman.
 
BUKA DISINI http://www.freewebs.com/wirosableng56/riwayat.html
 
Telah diceritakan di dalam sebuah riwayat:
Pada suatu hari, asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani berjalan-jalan dengan 
beberapa muridnya di padang pasir. Waktu itu hari sangat panas, dan mereka 
sedang berpuasa. Oleh itu mereka merasa letih dan dahaga. Tiba-tiba, sekumpulan 
awan muncul, yang melindungi mereka dari panas terik matahari. Setelah itu, 
sebatang pohon kurma dan sebuah kolam air muncul di hadapan mereka. Mereka 
telah terpesona. Kemudian satu cahaya besar yang berkilauan, telah muncul dari 
celah awan di hadapan mereka dan kedengaranlah satu suara dari dalamnya yang 
telah berkata, :”Wahai Abdul Qadir, akulah Tuhanmu. Makan dan minumlah, karena 
pada hari ini, telah aku halalkan untuk engkau apa yang telah aku haramkan 
untuk orang-orang lain!”
 
Asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani pun melihat ke arah cahaya itu dan berkata, 
:”Aku berlindung dengan Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”
Tiba-tiba, cahaya, pohon kurma dan kolam itu semuanya hilang dari pandangan 
mata. Maka kelihatanlah Iblis di hadapan mereka dengan bentuk rupanya yang asli.
Iblis bertanya, :”Bagaimanakah engkau dapat mengetahui itu sebenarnya adalah 
aku??”
Asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani telah menjawab, :”Syariat itu sudah sempurna, 
dan tidak akan berubah sampai Hari Kiamat. Allah tidak akan mengubah yang haram 
kepada yang halal, walaupun untuk orang-orang yang menjadi pilihanNya 
(waliNya)!”
 
Maka Iblis pun berkata lagi untuk menguji asy-Sayikh Abdul Qodir al-Jilani 
:”Aku telah mampu menipu 70 kaum daripada golongan as-salikin (yakni 
orang-orang yang menempuh jalan kerohanian) dengan cara ini. Ilmu yang engkau 
miliki lebih luas daripada ilmu mereka. Apakah hanya ini jumlah pengikutmu? 
Sudah sepatutnya semua penduduk bumi ini menjadi pengikutmu, karena ilmumu 
menyamai ilmu para nabi.!”
Asy-Syaikh Abdul Qodir Al-Jilani menjawab, :”Aku berlindung dengan Allah Yang 
Maha Mendengar, Yang Maha Mengetahui, daripada engkau. Bukanlah karena ilmuku 
aku terselamat, tetapi karena rahmat daripada Allah, Pengatur sekelian alam!”
 
BUKA DISINI http://menjaro.com/forum/index.php?topic=532.0 
 
HANYA KEPADA ALLOHLAH KITA BERSERAH DIRI, SEMOGA SELALU DILINDUNGI OLEHNYA. 
AMIIN
 
 
 
Wallohu a’lam bish showab
 
 
 
Wassalaam



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke