Marilah kita bersatu wahai umat Islam dalam kerangka Negara Kesatuan Republik 
Indonesia.

Lupakan semangat golongan, kelompok ! hanya satu Gerakan Islam, Ukhuwah 
Islamiyah !

Semakin hari semakin jelas gerakan yang memusuhi negara kita, khususnya umat 
Islam.

1. Rakyat Somalia "diusik" setelah pemerintahan mereka, Somalia, sepakat untuk 
menjalankan pemerintahan Islam.
http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&view=article&id=9970:raksasa-paman-sam-vs-si-kurus-somalia&catid=73:features&Itemid=94

2. Rakyat Palestina terus "diusik" setelah rakyat sepakat memberikan suara 
mayoritas pada Hamas dalam pemilu terakhir.

3. Sebuah analisa bahwa kejatuhan Suharto (semula "good boy" Amerika) karena 
ada kemungkinan jika kekuasaan Suharto "diperpanjang" maka akan terjadi 
kebangkitan Islam di Indonesia. Untuk itu Rakyat Indonesia harus "diusik" 
dengan sesuatu.

Amerika mulai "terusik" oleh kelakuan Suharto,  diawali pada tahun 1992, 
Gerakan Non Blok putuskan untuk mengirim utusan Palestina ke negara-negara Arab 
adalah untuk langsung terlibat dalam negosiasi-negosiasi yang mendukung usaha 
Palestina memperoleh haknya kembali yang mana keputusan yang diambil oleh Ketua 
GNB - Presiden Soeharto mendapat dukungan dari Menlu Palestina Farouk Kaddoomi 
seusai sidang Komite Palestina GNB di Bali yang dalam hal ini menurutnya 
keputusan tersebut menunjukkan dukungan Gerakan Non Blok kepada rakyat 
Palestina dalam memperoleh haknya kembali dan akan berusaha membuat warga 
Israel mundur dari kawasan yang diduduki.

Komite Palestina GNB terdiri dari Aljazair, India, Bangladesh, Senegal, Gambia, 
Zimbabwe, Palestina dan Indonesia, komisi GNB untuk Palestina diketuai oleh 
Indonesia.

Para Futurolog memprediksikan pada abad ke-21 Islam akan bangkit mendunia yang 
diawali dari timur (Indonesia/Malaysia).  Karena Soeharto (selaku kepala negara 
mayoritas muslim terbesar di dunia) merangkul Islam atau "menggunakan" Islam , 
maka sesegera mungkin sebelum memasuki abad ke-21 rezim Orba harus diturunkan. 
Langkah pertama yang diambil adalah menciptakan krisis moneter, lalu krisis 
ekonomi, lalu merembet pada krisis kepercayaan, lalu menggelombang menjadi 
krisis politik nasional yang mendesak untuk dilakukannya penjatuhan rezim dan 
reformasi total. Fakta krisis ini disetting dalam konteks kawasan, bukan semata 
Indonesia, sehingga tampak gelombang krisis ini bukan karena skenario tapi 
gelombang internasional yang bersifat natural.

Ada pihak yang berpendapat lebih spesifik dari sekedar "Soeharto jatuh karena 
krisis ekonomi". Mereka berpendapat "Soeharto jatuh karena IMF?" Pendapat ini 
antara lain dikemukakan Prof. Steve Hanke, penasehat ekonomi Soeharto dan ahli 
masalah Dewan Mata Uang atau Currency Board System (CBS) dari Amerika Serikat.
Menurut ahli ekonomi dari John Hopkins University itu, Amerika Serikat dan 
IMF-lah yang menciptakan krisis untuk mendorong kejatuhan Soeharto. Ini 
dibuktikan dari pengakuan Direktur Pelaksana IMF Michael Camdessus sendiri.
Dalam wawancara "perpisahan" sebelum pensiun dengan The New York Times, 
Camdessus yang bekas tentara Prancis ini mengakui IMF berada di balik krisis 
ekonomi yang melanda Indonesia.
"Kami menciptakan kondisi krisis yang memaksa Presiden Soeharto turun," 
ujarnya. Pengakuan ini tentu saja menyambar kesadaran banyak orang. Tak 
dinyana, krisis di Indonesia ternyata bukan semata kegagalan kebijakan ekonomi 
Soeharto, tapi juga berkat "bantuan" IMF.
http://www.antara.co.id/print/1210836368

Saat ini kita belum dapat berharap banyak kepada pemimpin saat ini (SBY) untuk 
kemajuan Islam khususnya di negeri kita Indonesia maupun sumbangan untuk dunia 
Islam.

Jelas terlihat pemerintah (umaro) saat ini membiarkan aliran sesat seperti 
Liberalisme Agama walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa. Berita terkini bisa 
kita lihat, 
http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/6138/judicial-review-agenda-liberalisme-agama.
 Pemerintah "berlindung" kepada kebebasan pendapat maupun kebebasan beragama.

Terlebih lagi SBY pernah mengatakan  "I love the United State, with all its 
faults. I consider it my second country" ?
Sumber: http://english.aljazeera.net/archive/2004/07/20084913557888718.html

Umat Islam harus bersatu ! walaupun belum mendapatkan dukungan dari pemerintah 
yang tengah sibuk dengan urusannya sendiri.

Letakkan gelimang dunia pada tanganmu dan letakkan akhirat pada hatimu !

Marilah kita tidak menyibukkan diri selalu dengan urusan dunia semata atau cuma 
urusan ibadah mahdhah saja. Ghairu mahdhah harus diperhatikan, sebaiknya tidak 
pernah mengatakan "bukan urusan saya".

Kita harus bersatu padu menegakkan kebenaran. Indikator bahwa kita membiarkan 
kezaliman (tidak meneggakkan kebenaran) adalah datangya bencana, musibah dll. 
Percayalah !

Kita harus turut dalam gerakan basmi para koruptor, mafia hukum dan hal-hal 
yang menyesengsarakan rakyat !

Kita harus waspada terhadap pihak yang ingin mengadu-dombakan rakyat, waspada 
akan pertengkaran secara horisontal antara gerakan pro dan kontra.

Juga perlu diwaspadai gerakan pihak yang ingin mengadu-domba khususnya umat 
Islam dengan "seolah" umat Islam melewati perang pemikiran (Ghazwul Fikri), 
berpegang teguhlah pada Al-Qur'an dan Hadist.

Semua dalam kerangka menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana 
yang telah diperjuangkan oleh para pejuang yang mayoritas umat Islam.  Bacalah 
buku   API SEJARAH, Ahmad Mansur Suryanegara, Penerbit Salamadani, terbitan 
Juli 2009. Buku ini menceritakan bagaimana besarnya peran Umat Islam untuk 
negeri tercinta ini dan bagaimana upaya berbagai pihak memutar balikkan fakta. 
Buku wajib dimiliki oleh Sekolah Islam, Madrasah, Pondok Pesantren dan 
Lembaga-lembaga Islam lainnya.

Pada masa kini, semoga kita, umat Islam, harus pula berperan dalam kemajuan 
bangsa dan menjaga persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Semoga hal 
ini hanya karena Allah semata yang menggerakkan kita dan bukan karena nafsu 
belaka.

Semoga Allah memberikan Rahmat dan KaruniaNya.

Wassalam

Zon
http://mutiarazuhud.wordpress.com

Kirim email ke