وَيُحِرُّونَ لِلأَذقَانِ يَبْكُوْنَ وَيـَزِيدُهُم خُشُوعًا
"Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu`” (al-Isra`: 109) إِذَا تُتلَى عَلَيهِم ءَايَةُ الرَّحمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا "Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis” (Maryam: 58) إِنَّ أَبَا بَكرٍ رَجُلٌ رَفِيقٌ إِذَا قَرَأ َغَلَبَهُ البُكَاءُ “Sesunggunya Abu bakar adalah laki-laki yang mudah luluh hatinya. Jika ia membaca al-Qur`an, maka pasti ia akan banyak menangis” (HR. Bukhari). لاَ يَلِجُ النَّارَ رَجُلٌ بَكَى مِن خَشيَةِ اللهِ حَنَّى يَعُودُ اللَّبَنِ فِي الضَّرِعِ. “Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah sampai air susu kembali kedalam payudara. (HR. Turmudzi, Nasa`i, dan Hakim) ابكُوا فَإِنْ لَمْ تَجِدُوْا بُكَاءًا فَتَبَكُوا “Menangislah! jika engkau tidak bisa, maka berusahalah untuk menangis” (HR. Hakim) طُوبَى لِمَن مَلَكَ نَفْسَهُ وَوَسِعَت بَيْـتَهُ وَبـَكَى عَلَى خَطِيئَتِهِ "Kebahagiaan bagi orang yang bisa menguasai dirinya, menjadi lapang rumahnya, dan dapat menangis oleh kesalahannya. " (HR. Thabrani) Dan sekarang, mari kita bermuahasabah sejenak, kapan terakhir kita menangis? Apakah hebatkah dirimu dihadapan-Nya, atau mungkin merasa suci sehingga tidak ada yang perlu kau tangisi? Jika menangis adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, alasan apa yang membuat seseorang malu untuk meneteskan air matanya? Wassalam Dikintun Ngangge DenolBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT

