Mentari Satu
Belajarlah pada matahari. Ia tidak peduli berapa kali harus terbenam untuk 
terbit kembali. Baginya adalah takdir untuk senantiasa mengabdi dan melayaninya
Allah berfirman;
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ 
خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا 
حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ 
أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ 

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu 
(cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa 
oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam 
cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: 
"Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah 
itu amat dekat." (QS.2:214)

Mentari Dua:
Rahmat dan nikmat yg berlipat selalu hadir pada saat yg tepat bagi mereka yg 
taat. Kita tidak merasakannya demikian karena kita memang belum sepenuhnya taat.
Allah berfirman;
 قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ 
مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا 
خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ 
يَعْلَمُونَ 

"Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah 
dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) 
rezeki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang 
beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat". 
Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui." 
(QS.7:32)

Mentari Tiga:
Prasangka seringkali mengubah apa yg jelas jadi samar, yg jernih jadi keruh dan 
yang baik jadi buruk. Hanya bila kita mau melihat dengan mata hati semuanya 
jadi wajar.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ 
الظَّنِّ إِثْمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), 
karena sebagian dari prasangka itu dosa...." (QS.49:12)

Mentari Empat:
Mari kita awali setiap langkah kita, awalnya adalah doa. Tengahnya 
adalahdzikir. Ujungnya adalah syukur. Payungnya adalah sabar yang digantungkan 
dalam harapan akan ridho-Nya... .

أَ فَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاَ وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لاَ 
تُرْجَعُـوْنَ.

"Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara 
main-main saja, dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami?"




Wallohu a'lamu bish-showab
Wassalam











Sent from Denolberry - INDOSAT
☑ Menata Hati dgn Kelembutan Cinta☑

Kirim email ke